Sharing Kebaikan

Sharing Kebaikan Kumpulan Video Dr Zaidul Akbar

01/06/2026

Barakallah Ustadz Adi Hidayat

29/05/2026

Barakallah Ustadz Abdul Somad

23/05/2026

Sebuah video yang memperlihatkan seekor orangutan betina berjalan lemah bersama anaknya viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Tubuhnya tampak sangat kurus, tulang-tulangnya terlihat jelas, sementara langkahnya perlahan seolah menahan lapar yang sudah terlalu lama. Banyak orang menyebut pemandangan itu menyayat hati. Namun kondisi ini bukan sekadar tragedi satwa liar biasa, melainkan tanda nyata bahwa ada sesuatu yang sedang rusak besar-besaran di habitat mereka.

Orangutan tersebut diduga berada di kawasan Kutai Timur, Kalimantan Timur, wilayah yang terus mengalami tekanan akibat pembukaan lahan, aktivitas tambang, dan perkebunan sawit. Ketika hutan dihancurkan, satwa liar kehilangan sumber makanan dan tempat hidupnya. Mereka dipaksa bertahan di lingkungan yang semakin sempit, kelaparan, lalu perlahan mati di tanah yang dulu menjadi rumah mereka sendiri. Orangutan tidak masuk ke wilayah manusia tanpa alasan. Mereka datang karena hutannya lebih dulu dirampas.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kerusakan alam bukan cuma soal pohon yang ditebang, tetapi juga tentang kehidupan yang ikut dihancurkan secara perlahan. Hutan dibuka atas nama pembangunan dan investasi, sementara satwa menjadi korban yang jarang dianggap penting. Jika kondisi seperti ini terus dianggap biasa, maka kepunahan bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sesuatu yang sedang terjadi hari ini di depan mata kita sendiri.
Reposted from

18/05/2026

‎Sebuah insiden memilukan terjadi di sebuah toko kelontong lokal ketika seorang bocah laki-laki tertangkap basah tengah mengantongi dua butir telur tanpa membayar. Aksi nekat tersebut seketika memicu amarah warga sekitar yang langsung menginterogasi pelaku di lokasi kejadian, bahkan situasi sempat memanas hingga ia nyaris menjadi sasaran amuk massa yang tersulut emosi.

‎Di hadapan kerumunan yang menghujaninya dengan kecurigaan, bocah tersebut berusaha menjelaskan bahwa tindakannya murni didasari oleh rasa putus asa melihat adiknya yang tengah merintih kelaparan di rumah. Meski ia menyadari sepenuhnya bahwa mencuri adalah perbuatan yang melanggar hukum, himpitan ekonomi yang mencekik membuatnya merasa tidak memiliki pilihan lain demi menyambung hidup sang adik.

‎Sayangnya, pengakuan jujur tersebut awalnya disambut dengan ketidakpercayaan oleh warga yang meragukan kebenaran di balik alasan klasiknya tersebut.

‎Menurut kamu, anak ini salah atau keadaan yang salah?




Reposted from .id

17/05/2026

Bule dari Jerman tidak meninggal kan sholat walaupun saat mendaki semoga sehat sellu. ゚viralシ ゚viralシ
Reposted from

17/05/2026

Barakallah Ustadz Adi Hidayat

11/05/2026

Seorang pria berusia 27 tahun memiliki kucing yang telah menemaninya hampir sepanjang hidupnya. Kucing tersebut kini berusia 23 tahun, usia yang sangat jarang dicapai oleh kucing pada umumnya.

Setiap kali ia pulang ke rumah, kucing tuanya itu masih menyambutnya seperti biasa. Hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun itu tetap terlihat, meskipun usia kucing tersebut sudah sangat tua.


💳 - Cairin Limit Applikasi Payy Latter Kamu Amanah & Trusted By Mimin
Reposted from kindnessfact

10/05/2026

Di tengah kerumunan lautan manusia yang sedang melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah, terlihat seorang pemuda dengan peluh yang bercucuran. Bukan karena ia berlari, melainkan karena ia sedang memanggul beban yang sangat mulia di punggungnya: ibunya yang sudah sangat tua.
​Pemuda itu berjalan dengan hati-hati, memastikan setiap langkahnya tidak menyakiti sang ibu. Ia telah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari negeri yang jauh, berjalan kaki melewati padang pasir yang panas membara, demi memenuhi keinginan terakhir ibunya untuk melihat rumah Allah.
​Melihat hal itu, seseorang bertanya kepadanya, "Wahai pemuda, apakah engkau merasa telah membalas jasa ibumu dengan menggendongnya sejauh ini?"
​Pemuda itu menoleh dengan mata berkaca-kaca, lalu menjawab, "Tidak. Bahkan semua kelelahan ini belum mampu membalas satu tarikan napasnya saat ia berjuang melahirkanku ke dunia."
​Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa setinggi apa pun kesuksesan yang kita raih, surga kita tetap berada di telapak kaki ibu. Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah terletak pada murka mereka.
​Sumber Kisah
​Kisah tentang besarnya bakti anak kepada orang tua saat haji ini sering dikaitkan dengan riwayat tentang Ibnu Umar R.A. yang bertemu seorang pemuda dari Yaman yang menggendong ibunya tawaf. Kisah ini tercatat dalam kitab Al-Adab al-Mufrad karya Imam Bukhari.
​5 Hashtag untuk Viral




Address

Banjarbaru

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sharing Kebaikan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share