Azkia Top Store

Azkia Top Store Menjual Aneka Makanan dan Herbal Alami

Batuk rejan, pertusis, atau whooping cough merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi paru-paru. P...
08/06/2021

Batuk rejan, pertusis, atau whooping cough merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi paru-paru. Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami batuk-batuk secara keras dan terus menerus. Penderita batuk rejan akan menarik napas panjang dan terdengar melengking (whoop) sebelum batuk karena sulitnya penderita untuk bernapas.

Penyebab Batuk Rejan

Batuk ini memang sekilas mirip dengan TBC (Tuberkulosis), yang membedakan adalah bakteri yang menginfeksi penderita batuk rejan adalah Bordetella pertussis. Bakteri ini menginfeksi paru-paru dengan mengeluarkan racun dan memicu peradangan. Tubuh penderita akan bereaksi dengan cara memproduksi banyak lendir agar bakteri terperangkap. Kemudian lendir tersebut akan dikeluarkan lewat batuk.

Kombinasi peradangan dan penumpukan lendir bisa membuat penderita sulit bernapas. Oleh karena itu, penderita harus berusaha menarik napas lebih kuat, yang kadang memunculkan bunyi lengking (whoop) tepat sebelum batuk-batuk.

Gejala Batuk Rejan

Gejala batuk rejan akan muncul beberapa hari setelah penderita terinfeksi. Batuk rejan juga memiliki gejala yang bertahap yang akan semakin parah dan menular bila tidak ditangani dengan baik.

Gejala awal batuk rejan hanya akan berupa batuk, pilek, hidung berair atau tersumbat, mata merah dan berair, atau demam ringan seperti flu biasa. Namun pada fase ini, penderita lebih berpotensi untuk menularkan bakterinya pada orang sekitar.

Setelah seminggu atau lebih, penderita batuk rejan akan mengalami gejala yang semakin berat seperti berikut:

Batuk semakin keras, sering, dan lama

Wajah tampak memerah atau keunguan saat batuk.

Muncul bunyi “whoop” saat tarikan napas panjang sebelum batuk-batuk.

Muntah setelah batuk.

Merasa sangat lelah setelah batuk.

Kesulitan mengambil napas.

Batuk rejan berbeda dengan batuk lainnya. Penderita batuk rejan mengalami batuk-batuk secara keras dan terus menerus. Kenali gejala dan penanganannya di sini!

08/06/2021

Cuaca di Bogor hari ini cerah

Secerah suasana hatimu

06/05/2021

Setiap anak pasti pernah mengalami penurunan nafsu makan. Memang menjadi kendala bila anak sedang mengalami hal ini, bisa terkena penyakit bila hal ini didiamkan. Beragam cara bisa dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan sang buah hati, salah satunya dengan pemberian madu.

Ya, cairan yang berasal dari lebah ini dikenal memiliki segudang manfaat yang baik bagi tubuh baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Selain berkhasiat sebagai obat penyakit seperti batuk, panas, dan pilek, madu juga memiliki gizi kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Di samping itu, madu juga dapat meningkatkan nafsu makan anak.

Kandungan Nutrisi dalam Madu
Madu memiliki kandungan utama berupa karbohidrat terdiri dari gula alami fruktosa, sukrosa, glukosa, dan dekstrin. Kandungan karbohidrat dalam madu ini diperlukan sebagai sumber energi yang diperlukan oleh anak.

Madu juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral. Vitamin yang terkandung dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Vitamin dan mineral dalam madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena jumlahnya seimbang untuk kebutuhan tubuh manusia.

Madu juga merupakan sumber antioksidan dan antibiotik alami. Antioksidan pada madu akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak sedangkan antibiotik akan membunuh dan menghambat pertumbuhan kuman penyakit dalam tubuh anak.

Tentunya banyak manfaat lain yang bisa didapatkan anak dengan mengkonsumsi madu. Madu juga mengandung protein dan prebiotik yang menjadi faktor pertumbuhan anak dan membantu melancarkan pencernaannya.

Cara Memberikan Madu kepada Anak
Memberi makan anak memang kadang merupakan tantangan tersendiri. Bila si anak penurut, maka akan menjadi kemudahan tersendiri bagi orang tua untuk memberi makannya. Lain halnya bila si anak tidak nafsu makan atau malah memilih-milih bila diberi makan.

Untuk mengatasi hal itu, madu bisa jadi solusi permasalahan ini. Pemberian madu yang paling baik adalah dengan menyuapkannya langsung pada anak. Berikan 1 hingga 2 sendok teh sekitar 2 jam sebelum makan. Namun perlu diketahui, pemberian madu hanya boleh untuk anak di atas umur 1 tahun.

Penelitian juga telah membuktikan madu berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan anak. Selain itu, madu juga dapat diberikan bila anak mengalami batuk, pilek, dan demam. Kandungan gizi yang telah disebutkan juga merupakan bukti bahwa madu baik untuk tumbuh kembang anak.

Kami menyediakan produk pereda batuk berupa Madu yang dikombinasikan dengan beberapa bahan herbal yakni Jahe Merah, Daun Saga, dan Kayu Manis yang berkhasiat untuk:

Meredakan segala jenis batuk.
Menambah nafsu makan.
Mengatasi penyakit tenggorokan.
Membuat tubuh bugar.
Dengan komponen dasar berupa Madu, produk kami merupakan produk herbal yang alam, halal, dan non kimia sintetik sehingga aman bagi tubuh, cocok untuk media pengobatan dan menemani keseharian gaya hidup sehat Anda.

https://madubatuk.com/artikel/tingkatkan-nafsu-makan-anak-anda-dengan-madu/

28/04/2021

Semoga hari ini semua teman yang membaca status ini diberi kesehatan yg prima. Aamiin

10/04/2021

Bismillah.. mudah-mudahan lancar

08/04/2021

Selamat malam Indonesia

Address

Kp Cijulang No 75 RT 3 RW 3 Desa Cadasnganmpar Kec Sukaraja
Bogor
16710

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Azkia Top Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share