18/08/2026
Di usia 60 tahun, yang membuat Ibu ragu bukan pekerjaannya.
Ibu ragu terlihat belum pandai β takut dianggap terlambat untuk belajar hal-hal baru. Padahal anak muda saja kadang masih kesulitan dengan hal yang sama.
Tapi kalau menunggu sampai rasa ragu itu hilang dulu, mungkin Ibu tidak akan pernah benar-benar mulai.
Jadi Ibu mulai saja. Dengan raguya masih ada, dengan takutnya masih ikut.
Ternyata itu boleh. Takut dan berani tidak harus saling menunggu β keduanya bisa berjalan bersama-sama.
Kalau ada yang masih menunda sesuatu karena menunggu rasa takutnya hilang dulu β mungkin, seperti Ibu, langkah pertama itu tidak harus menunggu siap.
Cukup mulai. Dengan raguya sekalipun.
Ada yang sedang menunda sesuatu karena merasa belum cukup siap?