28/05/2026
“Tubuh manusia aneh…
ia bisa tetap tersenyum, bahkan saat seluruh badannya sudah kelelahan.”
Ada yang tiap hari bekerja tanpa henti.
Pundaknya keras.
Pinggangnya nyeri.
Tidurnya tidak pernah benar-benar nyenyak.
Tapi ia terus berkata,
“Nanti juga sembuh sendiri.”
Sampai suatu malam…
leher terasa seperti ditarik.
Kepala berat.
Tangan mulai kesemutan.
Dan saat itulah banyak orang baru sadar—
tubuh punya batas.
Lalu pijatan perlahan dimulai.
Tekanan kecil di titik-titik tegang.
Otot yang tadinya kaku mulai melepas beban sedikit demi sedikit.
Bukan cuma badan yang terasa ringan…
kadang pikiran yang kusut ikut perlahan tenang.
Karena pijat bukan sekadar menyentuh tubuh.
Kadang itu cara tubuh berkata,
“Aku lelah… tolong dengarkan aku.”
Jangan tunggu tubuh berteriak lewat rasa sakit besar.
Kadang semua bermula dari pegal yang terus diabaikan.