23/04/2025
SANG PENGAMAT ADALAH YANG DIAMATI
Pertanyaan:
Ada pernyataan dari J. Krishnamurti bahwa “Sang pengamat adalah yang diamati.” Bisakah engkau memaparkan dan menjelaskan apakah artinya?
Jawaban Osho:.. Aku telah memberitahumu bahwa saat engkau bermeditasi ... dan dengan meditasi yang aku maksud adalah saat engkau menjadi semakin lama semakin sadar akan proses pikiranmu. Jika proses pikiran seratus persen, mengambil seluruh energimu, engkau akan tertidur lelap di dalam – tidak akan ada kewaspadaan....
Pikiranmu adalah lalu lintas pemikiran yang terus menerus, dan selalu ada jam sibuk, hari demi hari.
Meditasi berarti mengamati gerak pemikiran dalam pikiran.
Jadilah pengamat saja, seolah-olah engkau berdiri di pinggir jalan mengamati lalu lintas – tidak ada penilaian, tidak ada evaluasi, tidak ada kutukan, tidak ada penghargaan – hanya pengamatan murni.
Ketika engkau menjadi semakin lama semakin terbiasa dengan pengamatan, sebuah fenomena aneh mulai terjadi. Jika engkau sepuluh persen sadar, sebanyak itu energi telah berpindah dari proses pikiran ke sang pengamat; sekarang pikiran hanya mempunyai sembilan puluh persen energi yang tersedia. Satu saat tiba ... engkau mempunyai lima puluh persen energi. Dan energimu terus tumbuh saat pikiran terus kehilangan energinya.
Lalu lintas menjadi berkurang dan berkurang dan berkurang, dan engkau menjadi lebih dan lebih dan lebih.
Dirimu yang menyaksikan terus meningkat dalam keterpaduan, meluas; ia menjadi lebih dan semakin kuat.
Dan pikiran terus menjadi lebih dan semakin lemah: sembilan puluh persen pengamat dan sepuluh persen pikiran, sembilan puluh sembilan persen pengamat dan hanya satu persen pikiran.
Seratus persen pengamat dan pikiran menghilang, jalanannya kosong; layar pikiran menjadi benar-benar kosong, tidak ada yang bergerak. Hanya ada sang pengamat.
Inilah keadaan yang ditunjuk oleh pernyataan J. Krishnamurti. Ketika tidak ada apa pun untuk diamati, ketika hanya ada sang pengamat yang tersisa, maka pengamat itu sendiri menjadi yang diamati – karena tidak ada lagi untuk diamati, apa lagi yang bisa dilakukan? Yang mengetahui hanya mengetahui dirinya sendiri. Sang pelihat melihat dirinya sendiri.
Energi yang sebelumnya pergi menuju objek, pemikiran… di sana tidak ada pemikiran, tidak ada objek. Energi tidak mempunyai arah mana pun untuk pergi; ia hanya menjadi cahaya bagi dirinya sendiri. Tidak ada yang disinarinya, ia menyinari hanya dirinya sendiri – nyala api yang dikelilingi oleh keheningan, dikelilingi oleh ketiadaan.
Begitulah cara Krishnamurti mengatakannya, bahwa sang pengamat menjadi yang diamati. Engkau bisa menyebutnya pencerahan, itu adalah hal yang sama: cahayanya hanya menerangi dirinya sendiri, tidak ada yang lain untuk memudar. Engkau telah melarutkan pikiran. Engkau sendirian, sepenuhnya waspada dan sadar.
Krishnamurti menggunakan ungkapannya sendiri. Dia sedikit rewel tentang hal itu ... tidak menggunakan ungkapan milik orang lain, kata milik orang lain - tidak menggunakan apa pun yang telah digunakan oleh master lain. Jadi sepanjang hidupnya, dia menciptakan ungkapannya sendiri.
Tetapi engkau bisa mengubah hanya ungkapannya, engkau tidak bisa mengubah pengalamannya. Pengalaman itu abadi. Tidak ada bedanya apakah seseorang menyebutnya pencerahan, seseorang menyebutnya nirwana, seseorang menyebutnya samadhi, seseorang menyebutnya sesuatu yang lain. Engkau bisa memberikan nama milikmu sendiri tetapi ingatlah, pengalaman seharusnya tidak diubah oleh kata-katamu.
OSHO ~ The Osho Upanishad, Chpt 14