Putu Kesuma

Website

Putu Kesuma Putu Kesuma is a Yoga & Self Empowerment Meditation Teacher, Reiki Healer and Healing Tour Guide.

28/08/2026

MEDITASI ADALAH SIFAT ALAMIMU

Apakah meditasi itu? Apakah itu adalah teknik yang bisa dilatih? Apakah itu adalah usaha keras yang harus engkau lakukan? Apakah itu adalah sesuatu yang bisa dicapai oleh pikiran? Itu bukan.

Semua yang bisa dilakukan pikiran tidak bisa menjadi meditasi - meditasi adalah sesuatu yang melampaui pikiran, pikiran benar-benar tidak berdaya di sana.

Pikiran tidak bisa menembus meditasi; di mana pikiran berakhir, meditasi dimulai. Ini harus diingat, karena dalam hidup kita, apa pun yang kita lakukan, kita lakukan melalui pikiran; apa pun yang kita capai, kita capai melalui pikiran.

Dan kemudian, ketika kita berbalik ke dalam, kita sekali lagi mulai berpikir dalam hal teknik, metode, perbuatan, karena seluruh pengalaman hidup menunjukkan kepada kita, bahwa segala sesuatu bisa dilakukan oleh pikiran. Ya - kecuali meditasi, segala sesuatunya bisa dilakukan oleh pikiran.

Segala sesuatunya dilakukan oleh pikiran kecuali meditasi. Karena meditasi bukanlah satu pencapaian - ia sudah terjadi, ia adalah sifat alamimu. Ia tidak harus dicapai; ia hanya harus dikenali, ia hanya harus diingat. Ia ada di sana sedang menunggumu - hanya sebuah putaran ke dalam, dan ia tersedia. Engkau telah terus membawanya selalu dan selalu.

Meditasi adalah sifat alamimu yang mendasar. Ia adalah dirimu, ia adalah keberadaanmu, ia tidak ada hubungannya dengan perbuatanmu. Engkau tidak bisa memilikinya. Ia tidak bisa dimiliki, ia bukan barang.

Meditasi adalah dirimu. Ia adalah keberadaanmu.

Osho - Ancient Music in the Pines
Bab #7

27/03/2026

============================================Get access to a new complete Osho talk video everyday. Plus a collection of talks on subjects that matter to you:...

27/03/2026

"what is happening in Israel between Jews and Arabs is nothing new. It is happening all over the world, in different names." Osho, The Great Pilgrimage #15==...

03/03/2026

PROYEKSI

Apa yang sedang engkau lihat di dunia tidak benar-benar ada di sana; itu adalah proyeksimu. Seperti apakah dunia ini, engkau hanya akan mampu melihatnya ketika pikiranmu telah belajar untuk menjadi hening, untuk mengamati, untuk merenung. Maka engkau akan tahu apa yang ada. Saat ini, apa yang engkau ketahui tidak lain dari pikiranmu sendiri, yang diproyeksikan ke layar dunia. Segalanya berfungsi sebagai layar bagimu dan engkau terus memproyeksikan gagasanmu; karenanya penekanan Buddha untuk membuat pikiran benar-benar diam.

Ketika pikiran hening, proyektornya berhenti, layarnya menjadi kosong, dan kemudian untuk pertama kalinya engkau menjadi sadar akan kemuliaan semesta. Kemudian untuk pertama kalinya engkau menjadi sadar akan kemegahan, kebahagiaan, dan kedamaian yang mengelilingi segalanya. Engkau menjadi sadar akan keilahian yang melimpah di mana-mana. Segala sesuatu lalu diketahui dalam kenyataannya yang asli, tanpa penyimpangan darimu.

Osho ~ Dhammapada: The Way of the Buddha Vol 10 Chpt 5

25/02/2026
25/02/2026

PENGONDISIAN DAN MEDITASI

(Pengondisian berarti proses melatih atau membiasakan seseorang untuk berperilaku dengan cara tertentu atau menerima keadaan tertentu)

Agama telah terus mengondisikanmu, politisi telah terus mengondisikanmu: engkau adalah mesin yang terkondisi. Hanya melalui meditasi ada kemungkinan untuk melepaskan pengondisian pikiran. Hanya seorang meditator yang melampaui pengondisian. Mengapa? Karena setiap pengondisian bekerja melalui pemikiran. Jika engkau merasa engkau adalah seorang Hindu, apakah itu? – sekumpulan pemikiran yang diberikan kepadamu, ketika engkau bahkan tidak menyadari apa yang diberikan kepadamu. Sekumpulan pemikiran dan engkau adalah seorang Kristen, seorang Katolik, seorang Protestan. Hanya dalam meditasi pemikiran larut – semua pemikiran. Engkau menjadi tanpa pemikiran. Dalam keadaan pikiran yang tanpa pemikiran, di sana tidak ada pengondisian: engkau bukan lagi seorang Hindu, bukan seorang Kristen, bukan seorang Komunis, bukan seorang Fasis. Engkau bukan lagi siapa pun – engkau hanyalah dirimu sendiri. Untuk pertama kalinya semua pengondisian telah dijatuhkan. Engkau keluar dari penjara.

Hanya meditasi yang bisa melepaskan pengondisianmu. Tidak ada revolusi sosial yang akan membantu, karena para revolusioner sekali lagi akan kembali mengondisikanmu dengan cara mereka...

Tetapi bagiku itu sama saja: apakah engkau mengondisikan seseorang sebagai Katolik, Kristen, atau engkau mengondisikan seseorang sebagai Komunis, itu tidak ada bedanya bagiku, karena seluruh persoalannya adalah tentang pengondisian. Engkau mengondisikan, engkau tidak memberikan orang itu kebebasan – apakah bedanya entah engkau hidup di neraka Kristen atau neraka Hindu, atau engkau hidup dalam perbudakan Kristen atau perbudakan Hindu? Apakah bedanya? Tidak ada bedanya. Jika engkau hidup di penjara Hindu, hmm?...hanya labelnya saja. Lalu suatu hari terjadilah revolusi: mereka merobek labelnya; mereka menulis "Penjara Komunis." Lalu engkau bahagia dan bergembira karena engkau bebas – di dalam penjara yang sama! Hanya kata-katanya yang berubah. Awalnya engkau diajarkan bahwa Tuhan ada, Dia menciptakan dunia; sekarang engkau diajarkan bahwa Tuhan tidak ada dan tidak ada seorang pun yang menciptakan dunia; tetapi kedua hal itu diajarkan kepadamu.

Dan agama tidak bisa diajarkan. Semua yang bisa diajarkan akan menjadi politik. Itulah mengapa aku katakan bahwa agama itu sendiri telah menjadi politik terbesar di masa lalu. Dan tidak ada kemungkinan untuk terjadinya revolusi sosial, karena semua revolusi sekali lagi akan mengondisikanmu.

Di sana hanya ada satu kemungkinan: yaitu mekarnya tanpa pikiran secara perorangan. Engkau mencapai keadaan tanpa pemikiran, maka tidak ada seorang pun yang bisa mengondisikanmu, kemudian semua pengondisian jatuh. Lalu, untuk pertama kalinya, engkau bebas. Lalu seluruh ruang adalah milikmu: tanpa batasan apa pun, tanpa tembok apa pun, dalam hidup engkau bergerak, engkau hidup, engkau mencintai, engkau bergembira, engkau berbahagia.

Osho ~ Yoga: A New Direction, Chpt 10

28/10/2025

APAKAH GUNANYA MENUTUP MATA SAAT MEDITASI?

Panca indra luar ditutup; itulah yang aku maksud ketika aku berkata untuk menutup matamu dalam meditasimu, untuk meninggalkan tubuh sepenuhnya... karena semua indera disatukan oleh tubuh.

Jadilah pengamat pikiran saja, sehingga pikiran tidak bisa mengeluarkan energimu ke luar.

Dengan tubuh dan pikiran keduanya ditutup, energi berkumpul dengan sendirinya secara spontan dan, pada titik tertentu, energi itu mulai bergerak ke dalam. Engkau tidak perlu melakukan apa pun kecuali menutup semua pintu yang menjauhkanmu dari dirimu sendiri.

Osho

23/10/2025

MENYAKSIKAN MENUJU TANPA PIKIRAN

Pertanyaan:
Osho terkasih, bagaimana proses menyaksikan bisa membawa ke tanpa-pikiran? Aku semakin lama semakin mampu mengawasi tubuhku, pikiran dan perasaanku dan ini terasa indah. Tetapi saat-saat tanpa pikiran sangat sedikit dan jarang. Ketika aku mendengar engkau mengatakan 'Meditasi adalah menyaksikan', aku rasa aku mengerti. Tetapi ketika engkau berbicara tentang tanpa-pikiran, itu tidak terdengar mudah sama sekali. Bisakah engkau mengomentarinya?

Jawaban Osho:
Prem Anubuddha,
Meditasi mencakup ziarah yang sangat panjang. Ketika aku mengatakan 'meditasi adalah menyaksikan', itu adalah awal dari meditasi. Dan ketika aku mengatakan 'meditasi adalah tanpa pikiran,' itu adalah penyelesaian ziarah. Menyaksikan adalah permulaan, dan tanpa pikiran adalah pemenuhan. Menyaksikan adalah metode untuk mencapai tanpa pikiran. Tentu saja engkau akan merasa menyaksikan itu lebih mudah. Ia dekat denganmu. Tetapi menyaksikan hanyalah seperti benih, dan kemudian ada masa tunggu yang panjang. Tidak hanya menunggu, tetapi rasa percaya bahwa benih ini akan bertunas, bahwa ia akan menjadi semak; bahwa suatu hari musim semi akan datang dan semak-semak akan mempunyai banyak bunga. Tanpa pikiran adalah tahap terakhir dari berbunga.

Menabur benihnya tentu saja sangat mudah; ia ada di tanganmu. Tapi membawa bunga-bunga itu di luar jangkauanmu. Engkau bisa menyiapkan semua tanahnya, tetapi bunga-bunga itu akan datang atas kemauan mereka sendiri; engkau tidak bisa memaksa mereka untuk datang. Musim semi berada di luar jangkauanmu - tetapi jika persiapanmu sempurna, musim semi datang; itu benar-benar dijamin.

Ini sangat baik, caramu bergerak. Menyaksikan adalah jalannya dan engkau mulai merasakan sesekali saat tanpa pikiran. Ini adalah sekilas dari tanpa pikiran... tetapi hanya sesaat.

Ingatlah satu hukum dasar: apa yang bisa ada hanya untuk sesaat juga bisa menjadi abadi. Engkau diberikan tidak dua momen sekaligus, tetapi selalu satu momen. Dan jika engkau bisa mengubah satu momen menjadi keadaan tanpa pikiran, engkau sedang mempelajari rahasianya. Kemudian tidak ada halangan, tidak ada alasan mengapa engkau tidak bisa mengubah momen kedua, yang juga akan datang sendirian, dengan potensi dan kemampuan yang sama.

Jika engkau tahu rahasianya, engkau mempunyai kunci utama yang bisa membuka setiap saat menjadi sekilas dari tanpa pikiran. Tanpa pikiran adalah tahap terakhir, ketika pikiran menghilang selamanya dan celah tanpa pikiran menjadi kenyataan mendasarmu. Jika beberapa kilasan ini datang, mereka menunjukkan engkau berada di jalan yang benar dan engkau menggunakan metode yang tepat.

Tapi jangan menjadi tidak sabar. Semesta membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Misteri tertinggi hanya dibuka bagi mereka yang mempunyai kesabaran yang luar biasa.

OSHO ~ Satyam, Shivam, Sundram, Chpt 7

23/04/2025

SANG PENGAMAT ADALAH YANG DIAMATI

Pertanyaan:
Ada pernyataan dari J. Krishnamurti bahwa “Sang pengamat adalah yang diamati.” Bisakah engkau memaparkan dan menjelaskan apakah artinya?

Jawaban Osho:.. Aku telah memberitahumu bahwa saat engkau bermeditasi ... dan dengan meditasi yang aku maksud adalah saat engkau menjadi semakin lama semakin sadar akan proses pikiranmu. Jika proses pikiran seratus persen, mengambil seluruh energimu, engkau akan tertidur lelap di dalam – tidak akan ada kewaspadaan....

Pikiranmu adalah lalu lintas pemikiran yang terus menerus, dan selalu ada jam sibuk, hari demi hari.

Meditasi berarti mengamati gerak pemikiran dalam pikiran.

Jadilah pengamat saja, seolah-olah engkau berdiri di pinggir jalan mengamati lalu lintas – tidak ada penilaian, tidak ada evaluasi, tidak ada kutukan, tidak ada penghargaan – hanya pengamatan murni.

Ketika engkau menjadi semakin lama semakin terbiasa dengan pengamatan, sebuah fenomena aneh mulai terjadi. Jika engkau sepuluh persen sadar, sebanyak itu energi telah berpindah dari proses pikiran ke sang pengamat; sekarang pikiran hanya mempunyai sembilan puluh persen energi yang tersedia. Satu saat tiba ... engkau mempunyai lima puluh persen energi. Dan energimu terus tumbuh saat pikiran terus kehilangan energinya.

Lalu lintas menjadi berkurang dan berkurang dan berkurang, dan engkau menjadi lebih dan lebih dan lebih.

Dirimu yang menyaksikan terus meningkat dalam keterpaduan, meluas; ia menjadi lebih dan semakin kuat.

Dan pikiran terus menjadi lebih dan semakin lemah: sembilan puluh persen pengamat dan sepuluh persen pikiran, sembilan puluh sembilan persen pengamat dan hanya satu persen pikiran.

Seratus persen pengamat dan pikiran menghilang, jalanannya kosong; layar pikiran menjadi benar-benar kosong, tidak ada yang bergerak. Hanya ada sang pengamat.

Inilah keadaan yang ditunjuk oleh pernyataan J. Krishnamurti. Ketika tidak ada apa pun untuk diamati, ketika hanya ada sang pengamat yang tersisa, maka pengamat itu sendiri menjadi yang diamati – karena tidak ada lagi untuk diamati, apa lagi yang bisa dilakukan? Yang mengetahui hanya mengetahui dirinya sendiri. Sang pelihat melihat dirinya sendiri.

Energi yang sebelumnya pergi menuju objek, pemikiran… di sana tidak ada pemikiran, tidak ada objek. Energi tidak mempunyai arah mana pun untuk pergi; ia hanya menjadi cahaya bagi dirinya sendiri. Tidak ada yang disinarinya, ia menyinari hanya dirinya sendiri – nyala api yang dikelilingi oleh keheningan, dikelilingi oleh ketiadaan.

Begitulah cara Krishnamurti mengatakannya, bahwa sang pengamat menjadi yang diamati. Engkau bisa menyebutnya pencerahan, itu adalah hal yang sama: cahayanya hanya menerangi dirinya sendiri, tidak ada yang lain untuk memudar. Engkau telah melarutkan pikiran. Engkau sendirian, sepenuhnya waspada dan sadar.

Krishnamurti menggunakan ungkapannya sendiri. Dia sedikit rewel tentang hal itu ... tidak menggunakan ungkapan milik orang lain, kata milik orang lain - tidak menggunakan apa pun yang telah digunakan oleh master lain. Jadi sepanjang hidupnya, dia menciptakan ungkapannya sendiri.

Tetapi engkau bisa mengubah hanya ungkapannya, engkau tidak bisa mengubah pengalamannya. Pengalaman itu abadi. Tidak ada bedanya apakah seseorang menyebutnya pencerahan, seseorang menyebutnya nirwana, seseorang menyebutnya samadhi, seseorang menyebutnya sesuatu yang lain. Engkau bisa memberikan nama milikmu sendiri tetapi ingatlah, pengalaman seharusnya tidak diubah oleh kata-katamu.

OSHO ~ The Osho Upanishad, Chpt 14

23/04/2025

Tadi siang saya ke Samsat Corner di Grand City Mall Surabaya untuk membayar pajak mobil. Saya dilayani oleh Mas Solihin, yang sudah saya kenal selama beberapa tahun.

Usai saya membayar, tiba-tiba Mas Solihin bertanya, “Pak Adi, kalau orang sering mengalami kejadian berulang, ini mengapa?”

Untuk lebih memahami maksud pertanyaannya, saya mengajukan pertanyaan padanya, “Maksudnya, kejadian berulang ini apa? Bisa beri contoh?”

Mas Solihin menjelaskan tentang seseorang yang mengalami kegagalan berulang dalam membangun bisnis. Orang ini telah memiliki pengetahuan, know-how, cara membangun bisnis. Namun, ia berulang kali gagal.

Mas Solihin bertanya kepada saya bagaimana cara mengatasi kondisi ini. Apakah bisa dengan cara meditasi?

Ternyata, Mas Solihin mengikuti media sosial saya. Jadi, sedikit banyak, ia tahu apa yang saya lakukan dan ajarkan.

Kebetulan Samsat sedang sepi. Jadi, saya gunakan kesempatan ini untuk memberikan mini-seminar QLT sekitar 10 menit. Untuk memudahkan pemahaman, saya tidak menjelaskan tentang pikiran sadar (PS) dan pikiran bawah sadar (PBS), tetapi menggunakan analogi komputer: perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk menjelaskan mengapa seseorang bisa mengalami kegagalan berulang.

Intinya, ini adalah program pikiran yang bekerja di bawah sadar dan mengarahkan hidup seseorang. Kejadian berulang adalah re-enactment, pesan dari PBS kepada PS, bahwa ada sesuatu yang harus diselesaikan.

Ia bertanya apakah hal ini bisa diatasi dengan pemberian sugesti ke PBS. Saya jelaskan bahwa bila kekuatan program yang bersifat menghambat tidak terlalu kuat, sugesti positif bisa mengatasinya. Namun, bila program ini sangat kuat, sugesti tidak akan bisa mengatasinya. Kita perlu menggunakan strategi lain.

Terima kasih Mas Solihin untuk layanannya yang selalu prima dan kesempatan bagi saya untuk berbagi pengetahuan.

Demikianlah adanya...
Demikianlah kenyataannya...

Address

Jalan Ir. Sukarno, Tampaksiring
Gianyar
80552

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Putu Kesuma posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share