21/10/2014
==>> Rahasia Agar Jantung Anda Tetap Sehat
Badan kesehatan sedunia (WHO) menyebutkan penyakit jantung merupakan penyakit menular yang baru atau disebut sebagai new communicable disease. Penyakit menular yang baru ini bukanlah disebabkan oleh karena bakteri ataupun kuman tertentu, tetapi penularannya yang semakin luas ke seluruh muka bumi ini yang berhubungan dengan semakin pesatnya media komunikasi. Media komunikasi bukanlah menularkan kuman ataupun virus, melainkan berbagai pola hidup yang salah, baik itu dari media cetak maupun elektronik.
Jikalau pola hidup salah yang ada di masyarakat suatu negara, terutama negara maju, melalui berbagai media komunikasi akan menular dengan pesat ke negara-negara yang miskin ataupun yang sedang berkembang. Sebagai salah satu contoh pola hidup yang salah adalah pola makan yang salah. Mereka yang bertempat tinggal di negara barat ataupun negara maju lainnya telah terbiasa dengan makanan cepat saji, dikarenakan aktivitas yang tinggi, seperti hamburger, ayam goreng, spageti ataupun sandwich dan sebagainya. Jenis-jenis makanan ini mengandung kadar gizi yang tidak seimbang, lalu akan ditiru oleh masyarakat di negara-negara yang miskin ataupun sedang berkembang, termasuk masyarakat yang ada di negara Indonesia ini.
Industrialisasi yang Pesat
Bertambahnya penderita penyakit jantung sangatlah erat hubungannya dengan proses modernisasi dan urbanisasi, yang merupakan akibat dari industrialisasi suatu negara. Kesemua gejala sosial ini akan menyebabkan kecenderungan masyarakatnya terkena stres, kurangnya waktu berolahraga, kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang salah dan kebiasaan merokok yang berlebihan.
Kesemuanya ini selalu disebut sebagai “pola hidup yang modern” dan ditularkan dari negara-negara maju kepada negara-negara yang sedang berkembang. Tanpa adanya suatu pemikiran yang lebih mendalam, kebiasaan hidup negara-negara maju ini kemudian ditiru begitu saja oleh kita di negara-negara berkembang, yang akhirnya “menularkan” suatu penyakit yang sudah kita sebutkan diatas. Itulah sebabnya penyakit jantung yang sudah lama menjadi penyebab kematian nomor satu di negara maju, pada suatu saat nanti akan menjadi “pembunuh” nomor satu p**a di negara-negara miskin dan berkembang. WHO sendiri memperkirakan pada tahun 2020, penyakit jantung dan pembuluh darah akan menjadi penyebab kematian sebesar 30-40% masyarakat dinegara berkembang.
Faktor Resiko Penyakit Jantung
Upaya untuk memberikan penyuluhan tentang penyakit jantung dan pembuluh darah bukanlah merupakan upaya yang mudah. Upaya ini menjadi tidak mudah, dikarenakan adanya faktor resiko utama penyakit jantung, yaitu kebiasaan merokok berlebihan, penyakit tekanan darah tinggi, tingginya kadar kolesterol darah, dan sudah berapa lama kita melakukan pola hidup yang salah ini.
Menurut studi Framingham, faktor-faktor diatas secara sendirinya saja dapat menyebabkan peningkatan penyakit jantung koroner sebesar 1,6-4 kali lipat, bila dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki faktor resiko yang sama. Artinya seseorang yang menderita tekanan darah tinggi ataupun kebiasaan merokok, mempunyai resiko terkena penyakit jantung 1,6-4 kali lebih besar daripada mereka yang tidak menderita penyakit tekanan darah tinggi atau tidak merokok.
Kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner meningkat antara 4,5-9 kali lipat, pada orang-orang yang mempunyai lebih dari 2 faktor resiko, misalkan saja pada penderita yang menderita tekanan darah tinggi yang disertai kolesterol tinggi, akibat pola makan yang salah. Dan kalau ada 3 faktor resiko pada penderita, kemungkinan akan menderita penyakit jantung koroner meningkat hingga 16 kali lebih besar daripada orang-orang yang tidak mempunyai faktor resiko tersebut.
Langkah Penting Hindari Penyakit Jantung
Di samping adanya faktor resiko yang utama tadi, maka ada faktor resiko lainnya yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit jantung. Faktor lainnya itu adalah faktor usia, lingkungan ataupun adanya penyakit penyerta lain. Faktor lain ini mampu kita ubah, walaupun membutuhkan tekad dan usaha yang baik. Ada 4 usaha yang dapat kita lakukan untuk menghindari kemungkinan penyakit jantung ini, yaitu :
1. Memeriksakan kesehatan secara berkala.
2. Pengaturan pola makan dan menghentikan kebiasaan merokok.
3. Olahraga yang bertahap, teratur dan berkelanjutan.
4. Sikap yang selalu optimis.
Memeriksakan kesehatan secara berkala.
Hal ini sangatlah penting kita lakukan, terutama pada saat usia kita semakin bertambah. Hal ini sejalan dengan pertambahan usia, maka fungsi berbagai organ tubuh kita juga mengalami penurunan fungsi walaupun sedikit. Misalkan saja, walaupun kita hanya mengeluhkan adanya gatal-gatal di sela jari kaki, tidak ada salahnya kita juga melakukan pemeriksaan dan pengukuran tekanan darah.
Hal ini sangatlah penting, apabila saat dilakukan pengukuran tekanan darah, tiba-tiba tekanan darah kita meningkat, yang sebelumnya tidak kita ketahui, maka kita dapat melakukan pengobatan, sehingga faktor resiko terkena penyakit jantung semakin kecil.
Berhati-hatilah saat anda melakukan aktifitas ataupun olahraga timbul rasa sakit di dada, seperti terhimpit benda besar, ataupun rasa panas terbakar di dada, jantung berdebar, terkadang diikuti dengan sesak napas, sediakan waktu anda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter ataupun pelayan kesehatan terdekat di sekitar lingkungan anda.
Pemeriksaan kesehatan berkala juga harus kita lakukan, bila ada faktor resiko, seperti kebiasaan merokok, pola makan yang salah dan tidak sehat, adanya penyakit penyerta, seperti sakit kencing manis, kolesterol tinggi atau bahkan terkadang adanya faktor keluarga yang mengalami penyakit jantung. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengetahui ada/tidaknya penyakit jantung, dapat dimulai dari anamnesa keluhan klinis yang timbul, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan EKG (elektrokardiogram). Selain itu dapat p**a dilakukan pemeriksaan darah, seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol darah, enzim-enzim jantung serta lainnya.
Pengaturan Pola Makan dan Menghentikan Kebiasaan Merokok
Banyak penyakit yang dapat kita cegah dengan melakukan pengaturan pola makan yang baik dan sehat, serta menghentikan kebiasaan merokok yang kita lakukan sehari-harinya. Bukan saja penyakit-penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, tetapi juga penyakit yang lain seperti penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, penyakit paru, kegemukan dan kelebihan kadar lemak darah dapat dicegah.
Kebiasaan makan kita yang salah dapat dilihat dan diukur dengan postur badan kita. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Dengan semakin seringnya pola makan yang tidak baik kita lakukan, maka tubuh kita akan mengalami kegemukan dan tubuh yang tidak proporsional. Biasakan diri kita untuk selalu melakukan pengukuran berat badan, sehingga kita mampu mengetahui proporsional tubuh kita sendiri.
Mereka yang memang sudah mempunyai kadar kolesterol tinggi, diet dengan kadar lemak rendah sangat dianjurkan. Jauhkan diri anda dari makanan daging berlemak, kuning telur, organ dalam, kepiting dan udang, dan perbanyaklah makanan berbahan ikan, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Tentang rokok sendiri, tentunya kita sudah sering mendapatkan informasi dari media cetak maupun elektronik, yang tentunya sangat membantu kita. Bahkan kalau kita lebih memperhatikan dibungkus rokok itu sendiri terdapat informasi mengenai efek samping merugikan rokok terhadap tubuh kita. Efek samping rokok yang sangat merugikan bagi kita sangatlah beraneka ragam, seperti penyakit jantung, penyakit paru, impotensi bahkan keguguran bagi ibu hamil. Kebanyakan perokok akan merasakan dampak rokok ini pada saat tubuh kita lemah dan dengan bertambahnya usia kita.
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk bebas dari pengaruh rokok ataupun pada saat ini dikenal dengan program berhenti merokok. Yang terpenting bila seseorang ingin berhenti dari pengaruh rokok, adalah dengan tekad dan niat yang kuat untuk berhenti merokok untuk kebaikan tubuh sendiri. Sebenarnya orang yang paling dipercaya oleh seseorang untuk menghentikan kebiasaan merokok ini adalah dokter dan keluarga terdekatnya. Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa angka keberhasilan akibat himbauan untuk menghentikan merokok dari dokter kepada pasiennya adalah 2,5 % setiap tahun. Angka ini memang tidak besar, namun bila semua dokter menganjurkan berhenti merokok pada pasiennya, tentu persentase ini akan meningkat p**a, sehingga semakin banyak orang yang berhasil menghentikan dirinya dari pengaruh rokok. Namun pada kenyataannya, dokter yang melarang pasiennya merokok justru seorang perokok berat dan sambil menghisap rokok.
Olahraga yang Bertahap,
Teratur dan Berkelanjutan
Olahraga yang bertahap, teratur , berkelanjutan sudah menjadi kebiasaan baik bagi semua orang. Dalam berolahraga kita harus pandai memilih jenis olahraga, waktu dan berapa lama kita melakukan olahraga serta usia kita agar tujuan sehat dari olahraga yang kita lakukan dapat tercapai. Oleh karena itu dalam pemilihan jenis olahraga yang akan kita lakukan, kita tentunya perlu berkonsultasi pada dokter dan pakar olahraga yang kita percayai.Untuk memulai olahraga, tentu bagi orang yang belum terbiasa berolahraga bisa memilih olahraga ringan, seperti jalan santai, jogging dan lari ringan, yoga. Setelah tubuh kita telah terbiasa, maka kita dapat meningkatkan jenis olahraga yang akan kita lakukan.
Lakukanlah olahraga ringan ini secara teratur dan berkelanjutan, sehingga tubuh kita sehat. Lakukanlah olahraga ini beberapa kali dalam seminggu, sampai bisa teratur sekitar 3-4 kali seminggunya. Olahraga hendaknya selalu dimulai dengan pemanasan selama 3-5 menit, diteruskan dengan latihan selama 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 menit p**a. Walau bagaimanapun ringannya olahraga yang kita lakukan, tetapi kalau kita lakukan dengan teratur dan ditingkatkan setahap demi setahap, hasilnya akan selalu kelihatan lebih baik. Perilaku sehat ini sebaiknya juga kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, diluar saat-saat berolahraga. Misalkan saja kita lebih senang naik tangga daripada naik lift ataupun escalator. Kita lebih senang berjalan kaki daripada naik kendaraan bermotor atau mobil, ketika menempuh jarak yang tidak terlalu jauh.
Satu hal yang tidak kalah penting, adalah membiasakan minum air putih setelah selesai berolahraga, jangan minum air manis ataupun makanan yang lain, walau perut terasa lapar sesudah berolahraga ini. Kalau anda terus makan selesai berolahraga, badan andapun akan bertambah dengan cepat p**a.
Sikap yang Selalu Optimis
Dalam menghadapi suasana kehidupan yang bagaimanapun kita harus tetap bersikap optimis. Bagaimanapun tetap ada hal yang positip dari setiap kejadian yang kelihatannya sangat merugikan. Sikap jiwa yang positip, seperti rasa ikhlas, sabar dan bersyukur menerima segala sesuatu perlu selalu dikembangkan dalam diri kita. Dengan demikian jiwa kita tidak akan selalu gelisah, yang akhirnya akan menjadikan kita stres.
Keadaan jiwa yang selalu tenang merupakan suatu perilaku yang harus dipertahankan agar kehidupan ini bisa dinikmati dalam keadaan tubuh kita yang sehat.