15/06/2026
π MENDAHULUKAN ILMU YANG PALING DIBUTUHKAN
π Dalam menuntut ilmu, seorang muslim hendaknya mempelajari berbagai cabang ilmu syariat; seperti akidah, fikih, hadis, tafsir, dan ilmu-ilmu Islam lainnya sesuai kemampuan yang Allah karuniakan.
Namun ada satu kaidah penting:
β οΈ Jangan belajar tanpa urutan dan prioritas.
Karena ilmu yang paling utama dipelajari adalah ilmu yang paling dibutuhkan oleh seorang hamba untuk mengenal Rabb-nya dan memperbaiki ibadahnya.
π Urutan Prioritas Menuntut Ilmu
1οΈβ£ Akidah dan Tauhid
Fondasi seluruh agama.
Dengan tauhid seseorang mengenal Allah, memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, serta selamat dari syirik dan penyimpangan.
2οΈβ£ Ilmu Ibadah Harian
Pelajari perkara yang setiap hari wajib diamalkan:
β Tata cara wudhu yang benar
β Tata cara shalat sesuai sunnah
β Bacaan Al-Fatihah dan maknanya
β Dzikir setelah shalat
β Dzikir pagi dan petang
β Adab-adab harian seorang muslim
3οΈβ£ Ilmu Fikih dan Cabang Syariat Lainnya
Setelah dasar-dasar agama kuat, barulah seseorang memperluas ilmunya kepada:
β Fikih muamalah
β Fikih nikah
β Faraidh (warisan)
β Ushul fikih
β Tafsir
β Hadis dan cabang-cabangnya
β οΈ Yang Perlu Dihindari
Jangan sampai seorang pemula sibuk mempelajari masalah-masalah besar dan rumit sementara ia belum memahami tauhid, belum memperbaiki shalat, atau belum menguasai perkara-perkara dasar agamanya.
Metode seperti ini tidak sesuai dengan manhaj para ulama salaf dalam menuntut ilmu.
β¨ Kaidah Emas
Mulailah dari ilmu yang paling dibutuhkan untuk beribadah kepada Allah.
Kemudian naiklah setahap demi setahap hingga Allah membukakan pintu-pintu ilmu yang lebih luas.
π€ Barang siapa memperbaiki pondasi agamanya, Allah akan memudahkan baginya bangunan ilmu yang kokoh.
βοΈ Rizqi Mujahid Fillah, B.A