13/01/2021
KONSEP IMUNITAS TUBUH
Hingga saat ini, sudah banyak vaksin yang ditemukan, namun beberapa dari sekian banyak vaksin tersebut sudah masuk di Indonesia, diantaranya Bio Farma, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer. Tertanggal 11 Januari 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis bahwa vaksin Sinovac aman digunakan dengan efikasi 65,3% begitupun dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa nomor 02 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin COVID-19 yang menyatakan bahwa vaksin Sinovac dan Bio Farma halal untuk digunakan oleh Umat Muslim di Indonesia.
Lantas bagaimana Vaksinasi dapat menimbulkan kekebalan tubuh manusia dari virus dan semacamnya?
Awal terjadinya proses reaksi imunitas yaitu mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan setiap benda asing masuk ke dalam tubuh, sejumlah sel darah putih (limfosit) yang disebut dengan sel memori segera berkembang menjadi limfosit yang mempunyai kemampuan membuat zat kekebalan yang bertahan lama (long lasting immunity).
Benda asing tersebut bisa berupa bakteri, virus, organ transplantasi dll. Apabila suatu sel atau jaringan seperti bakteri atau organ tubuh ditransplantasikan ke dalam tubuh seseorang maka tubuh orang tersebut akan menolaknya karena benda asing tersebut dianggap bukan sebagai bagian dari jaringan tubuh mereka. Benda asing tersebut dianggap sebagai pendatang (invader) yang harus diusir. Jadi secara sederhana dapat didefinisikan kembali bahwa sistem kekebalan (immune system) ialah mekanisme tubuh manusia untuk melawan/ mengusir benda asing yang masuk kedalam tubuh mereka.
Pertama-tama, sel memori berupaya mengenal benda asing yang masuk dan disimpan dalam “ingatan” sel memori ini. Ini disebut dengan reaksi imunitas primer. Apabila benda asing yang sama masuk lagi ke dalam tubuh orang tersebut untuk kedua kali dan seterusnya, maka sel memori ini dengan lebih cepat dan sangat efektif akan merangsang sistem imunitas untuk mengusir dan melawan benda asing yang sudah dikenal tersebut. Reaksi tubuh akan lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan dengan reaksi saat perjumpaan untuk pertama kalinya dengan benda asing tersebut.
Dalam hal ini, antigen COVID-19 yang ada pada vaksin akan berikatan dengan antibodi pada tubuh manusia sehingga menimbulkan sel imunitas memori yang akan bereaksi cepat ketika terpapar oleh antigen yang sama yakni antigen yang berasal dari SARS-CoV 2. Kemudian bagaimana dengan hasilnya? ketika tubuh terpapar oleh virus SARS-CoV 2, tubuh yang telah memiliki antibodi dari virus tersebut akan bereaksi cepat terhadap virus tersebut serta gejala-gejala yang ditimbulkan akan menjadi ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Hal ini akan membuat kita kebal dari COVID-19.
REFERENSI
Immunology Abbas 4th Edition
World Health Organization/dasar-dasar keamanan Vaksin on https://in.vaccine-safety-training.org/how-the-immune-system-works.html