20/09/2026
Ada masa lalu yang tidak bisa kita ubah, sekeras apa pun kita ingin mengulanginya.
Ada kesalahan orang lain yang meninggalkan luka.
Ada p**a kesalahan diri sendiri yang terus kita sesali.
Namun hidup tidak akan berjalan maju jika hati terus tinggal di tempat yang sama.
Belajarlah ikhlas dan ridha terhadap takdir Allah yang telah terjadi.
Bukan berarti membenarkan kesalahan atau melupakan begitu saja, tetapi menerima bahwa sesuatu yang sudah Allah takdirkan terjadi tidak mungkin kita putar kembali.
Jika orang lain pernah menyakiti kita, belajarlah memaafkan.
Bukan karena mereka selalu layak mendapatkan maaf, tetapi karena hati kita layak mendapatkan ketenangan.
Jika kita sendiri pernah salah, belajarlah memaafkan diri sendiri.
Akui kesalahan, bertaubat, perbaiki apa yang masih bisa diperbaiki, lalu jangan terus menghukum diri dengan masa lalu.
Allah berfirman:
“...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Apa yang terjadi mungkin bukan sesuatu yang kita inginkan. Tetapi kita tidak pernah tahu seluruh hikmah yang Allah simpan di baliknya.
Jangan habiskan hari ini untuk terus menangisi sesuatu yang sudah menjadi kemarin.
Masa lalu adalah tempat mengambil pelajaran, bukan tempat menetap.
Maafkan orang yang pernah menyakiti.
Maafkan diri yang pernah keliru.
Lepaskan penyesalan yang tidak lagi bisa mengubah keadaan.
Dan mulai berdamai dengan apa yang telah terjadi.
Karena mungkin yang perlu kita lakukan bukan kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya, tetapi melangkah ke depan dengan hati yang lebih matang, lebih tenang, dan lebih dekat kepada Allah.
Semoga Allah memberikan kita hati yang lapang untuk menerima takdir-Nya, kekuatan untuk memaafkan, dan kemampuan untuk berdamai dengan masa lalu tanpa kehilangan harapan terhadap masa depan. 🤲
Yang telah berlalu, serahkan kepada Allah.
Yang sedang dijalani, perbaiki.
Yang akan datang, tawakkalkan kepada-Nya.
Jiwa Tenang
Pendampingan Menuju Jiwa Yang Tenang