18/04/2023
Tak Sama! Inilah Perbedaan Penyakit Fistula Ani dan Ambeien!
# Wasir atau Hemoroid
Wasir, sering disebut hemoroid atau ambeien adalah pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah di bagian paling ujung dari usus besar atau rektum, dubur, atau a**s. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi orang-orang berusia 50 tahun atau lebih ternyata lebih berisiko mengalami kondisi ini. Masalah kesehatan ini terjadi tanpa adanya keluhan, tetapi beberapa orang merasakan gatal pada a**s, sensasi tidak nyaman, hingga perdarahan pada bagian a**s.
Ambeien terbagi menjadi dua, internal dan eksternal. Pembengkakan pembuluh darah di bagian dalam a**s dan tidak tampak dari luar disebut dengan wasir internal. Sementara itu, jika pembengkakan terjadi pada bagian luar a**s atau dekat dengan lubang a**s dan memunculkan rasa nyeri serta terlihat dari luar, kondisi ini disebut wasir eksternal.
Tingkat keparahan wasir diklasifikasikan berdasarkan derajatnya. Derajat satu mengindikasikan pembengkakan berukuran kecil di bagian dalam dinding a**s dan tidak tampak dari luar. Derajat dua terjadi jika ukuran pembengkakan lebih besar dan keluar dari a**s ketika BAB, lalu masuk kembali setelah BAB selesai. Derajat tiga terjadi ketika ada satu atau lebih benjolan menggantung dari a**s, tetapi bisa didorong masuk kembali. Sementara derajat empat terjadi jika benjolan berukuran besar dan keluar dari a**s, tetapi tidak bisa didorong masuk kembali.
Gejala utama dari wasir adalah munculnya benjolan di bagian luar a**s. Biasanya, kondisi ini diikuti dengan rasa gatal atau nyeri pada bagian sekitar a**s, perdarahan yang terjadi setelah buang air besar, dan keluar lendir setelah buang air besar. Wasir seringnya dipicu oleh kondisi sembelit atau diare berkepanjangan, mengangkat beban terlalu berat, baru saja melahirkan, sedang hamil, atau terlalu lama duduk.
# Perbedaan fisura ani dan wasir
Mengetahui perbedaan fisura ani dan wasir penting untuk mengetahui penanganan yang tepat. Anda bisa membedakan fisura ani dan wasir melalui beberapa hal ini.
1. Kondisi a**s
Untuk mengetahui perbedaan fisura ani dan wasir, Anda harus memahami kondisi a**s pada kedua penyakit ini.
Fisura ani adalah robekan atau luka terbuka pada jaringan tipis (mukosa) yang melapisi a**s.
Sementara itu, wasir atau ambeien adalah pembengkakan pembuluh darah pada a**s dan rektum bagian bawah.
Ambeien sebenarnya serupa dengan varises, hanya saja terletak pada a**s dan rektum.
Pada fisura ani, luka atau robekan hanya muncul di bagian dalam a**s.
Namun, pembengkakan pembuluh darah pada wasir bisa terjadi pada rektum bagian dalam maupun kulit a**s terluar.
2. Gejala yang muncul
Selain membuat buang air berdarah dan nyeri pada dubur, fisura ani dan wasir juga menyebabkan benjolan atau tonjolan pada a**s.
Meski demikian, tetap ada gejala perbedaan fisura ani dan wasir yang cukup jelas.
Pada fisura ani, tonjolan ini hanya muncul pada bagian kulit dekat robekan. Benjolan ini muncul bila kondisi sudah parah dan tidak membaik selama lebih dari 6 minggu.
Sementara itu, tonjolan pada wasir biasanya muncul akibat a**s yang membengkak. Dalam kondisi yang lebih parah, tonjolan wasir muncul akibat rektum keluar dari a**s.
Gejala fisura ani lainnya adalah:
* nyeri, perih, dan sensasi terbakar saat dan setelah buang air besar,
* kesulitan buang air kecil atau terlalu sering buang air kecil,
* a**s terasa kencang saat buang air besar, dan
* terkadang menimbulkan cairan atau nanah yang berbau dari dubur.
Selain itu, gejala ambeien yang bisa Anda temukan di antaranya:
* a**s gatal,
* nyeri a**s, terutama saat duduk, dan
* buang air besar dan berdarah tanpa rasa nyeri yang berarti.
3. Penyebab
Fisura ani dan wasir memang memiliki salah satu penyebab yang sama yaitu konstipasi atau sembelit.
Namun, proses bagaimana sembelit akhirnya menyebabkan fisura ani dan wasir berbeda.
Pada fisura ani, konstipasi menyebabkan feses menjadi kering, keras, dan besar sehingga melukai jaringan mukosa pada dubur.
Nah, saat sembelit, akan ada kecenderungan mengejan lebih keras. Hal ini justru menekan pembuluh darah pada a**s dan rektum.
Akibatnya, pembuluh darah membengkak dan wasir pun timbul.
Penyebab fisura ani lainnya adalah:
* diare kronis,
* memasukkan benda asing ke dalam dubur atau seks a**l,
* melahirkan, dan
* gangguan otot pada a**s yang membuatnya terlalu kaku.
Beberapa pemicu wasir lainnya yang bisa Anda jumpai, seperti:
* duduk terlalu lama,
* mengangkat beban berat terlalu sering, dan
* tekanan panggul akibat pertambahan berat badan saat hamil.
4. Faktor risiko
Perbedaan fisura ani dan wasir juga bisa berasal dari faktor risikonya.
Umumnya, faktor risiko fisura ani adalah masalah kesehatan yang membuat a**s lebih rentan terluka.
Sementara itu, faktor risiko ambeien adalah keluhan yang memicu pembengkakan pembuluh darah a**s dan rektum.
Faktor lainnya yang meningkatkan risiko fisura ani, yakni:
* kanker a**s,
* penyakit Crohn atau sindrom iritasi usus besar,
* tuberkulosis,
* berkurangnya aliran darah menuju a**s, dan
* infeksi menular seksual, seperti sifilis, HIV, dan herpes.
Beberapa meningkatkan risiko seseorang terkena ambeien adalah:
* obesitas,
* melemahnya jaringan pada a**s dan rektum akibat usia,
* memiliki keluarga dengan ambeien, dan
* fungsi usus yang bermasalah akibat terlalu sering menggunakan obat pencahar atau prosedur e***a.
5. Cara penanganan
Pengobatan fisura ani dan wasir memang hampir sama, salah satunya yaitu pemberian krim anestesi lidocaine di a**s.
Meski demikian, tetap perbedaan fisura ani dan wasir dalam pengobatan yang lebih lanjut.
Menurut penelitian dalam jurnal Australian Prescriber, inilah penanganan fisura ani yang kerap dokter berikan.
* Nitrogliserin oles: untuk meningkatkan aliran darah agar luka cepat sembuh.
* Suntik botoks: untuk melemaskan otot a**s yang kaku.
* Obat tekanan darah: obat ini diberikan jika nitrogliserin tidak efektif.
* Operasi internal sphincterotomy: operasi fisura ani ini memotong sfingter a**s untuk mengurangi otot kaku dan mempercepat penyembuhan.
Mengutip studi dalam jurnal World Journal of Gastroenterology, berikut ini adalah beberapa pengobatan wasir.
1. Pemberian obat-obatan
Konsumsi obat minum, seperti obat flavonoid dan kalsium dobesilat mengurangi pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah a**s dan rektum.
Selain itu, dokter bisa memberikan obat oles kortikosteroid dan anti-inflamasi.
2. Tindakan nonbedah
Inilah beberapa tindakan nonbedah untuk menyembuhkan wasir.
* Skleroterapi: penyuntikan pembuluh darah pada a**s.
* Rubber band ligation: meletakkan karet di pangkal wasir agar menghentikan suplai darah ke pembuluh darah.
* Infrared coagulation menguapkan air di dalam sel a**s dan rektum agar wasir menyusut.
* Radiofrequency ablation: memberikan frekuensi radio pada a**s dan rektum agar darah mengental dan cairan di sel-sel a**s menguap.
* Cryotherapy: pengikisan jaringan wasir dengan suhu rendah.
3. Tindakan bedah
Inilah prosedur bedah untuk mengatasi wasir sudah cukup parah, terutama saat pengobatan sebelumnya tidak manjur.
* Hemoroidektomi: pemotongan wasir di bagian luar atau rektum yang keluar melalui a**s.
* Stapel wasir: menarik rektum yang keluar agar kembali ke dalam a**s atau menjepit benjolan dengan alat khusus.
Perbedaan fisura ani dan wasir yang cukup jelas adalah penyebab utamanya. Fisura ani muncul akibat luka, sedangkan wasir terjadi karena pembengkakan pembuluh darah.
Untuk mencegahnya, mulai jalani pola hidup sehat dengan konsumsi serat dan air putih yang cukup serta olahraga rutin 30 menit per hari.
Jangan lupa jaga kebersihan makanan dan minuman. Terapkan juga seks aman untuk mengurangi risiko infeksi penyebab diare dan infeksi menular seksual.
Konsultasi Dan Pemesanan Hubungi Customer Service Kami :
Telp/SmS :081238199078
WhatsApp :087719962236
( Fast Respon Online 24 Jam )