Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. SBT

Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. SBT Penyakit Menular dan tidak menular di Kab. SBT

πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈHappy World Aids Day πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ"Mari Berhenti Melihat penderita HIV-AIDS sebagai Aib dan Nista mereka layak menyambung hid...
01/12/2020

πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈHappy World Aids Day πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ

"Mari Berhenti Melihat penderita HIV-AIDS sebagai Aib dan Nista mereka layak menyambung hidup dan berdaya dengan dukungan kita"

Tahun ini, Hari AIDS Sedunia jatuh pada Selasa 1 Desember 2020.

Peringatan Hari AIDS Sedunia telah menjadi hari kesehatan internasional yang paling diakui.

Selain bentuk dukungan untuk para penderita, Hari AIDS sedunia juga menjadi momentum mengenang mereka yang kehilangan nyawa karena AIDS.

Orang Dengan HIV-AIDS atau ODHA merupakan orang yang terinfeksi virus HIV dan memiliki AIDS. Terkadang masyarakat melabeli ODHA dengan negatif sehingga ODHA pun merasa dikucilkan. Padahal sebenarnya dengan ODHA tidak akan bisa menularkan virus HIV hanya dari sentuhan, kontak langsung seperti bersalaman, ataupun dengan beraktivitas bersama. Kurangnya pengetahuan mengenai HIV-AIDS yang membuat ODHA sering kali dikucilkan, untuk itu sokongan atau motivasi yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

1.Memberikan dukungan terutama dari orang terdekat dan keluarga agar ODHA mau berobat dan tetap menjalankan aktvitas sehari-hari sebagaimana biasanya.

2.Memberi dukungan agar menghindari kebiasaan sendiri atau mengurung diri.
3. Menjadi teman bicara agar ODHA dapat menyalurkan masalah yang dihadapi dan memberi dukungan agar rasa stres dapat disalurkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
4. Memberikan pengertian dan pengetahuan pada orang disekitar mengenai ODHA dan HIV-AIDS agar stigma negatif bisa dihindari.
5. Membentuk grup atau kelompok komunitas sesama ODHA agar dapat berbagi pengalaman sehingga dapat mencurahkan rasa tidak nyaman dan bisa saling memotivasi satu sama lainnya.
6. Memberikan dukungan agar lebih mendekatkan diri pada tuhan
Untuk itu Anda juga bisa mencoba menghubungi beberapa yayasan atau organisasi yang fokus untuk urusan HIV-AIDS untuk berbagi pengalaman seputar ODHA seperti komunitas AIDS Indonesia, ODHA Indonesia, yayasan spiritia, yayasan AIDS Indonesia dan lainnya.


.SERAM.BAGIAN.TIMUR
.Aids.Sedunia

.pencegahan.dan.pengendalian.penyakit

Door to Door Pre TAS Filaria Yang Dilakukan Pada Malam Hari Pukul 22.00 - 02.00 Di desa DANAMA SELESAI Juga Di Hari Ke-4...
19/09/2020

Door to Door Pre TAS Filaria Yang Dilakukan Pada Malam Hari Pukul 22.00 - 02.00 Di desa DANAMA SELESAI Juga Di Hari Ke-4 πŸ€—πŸ’ͺπŸ™

Tim Gabungan Kemenkes RI subdit Filaria, BTKL PP Maluku, Dinkes Provinsi Maluku, Dinkes Kab. SBT (P2P), Puskesmas Perawatan Air Kasar dan Perangkat Desa. Terima Kasih Atas kerjasamanya semua masyarakat Desa Danama Kecamatan Tutuk Tolu.
Semoga SBT Bebas Filariasis (Kaki Gajah)

Salam Ita Wotu Nusa ( Salam Negeri Tata Nusi)Setelah Beberapa Bulan Dihadapkan dengan Wabah Covid-19 yang begitu menduni...
11/08/2020

Salam Ita Wotu Nusa ( Salam Negeri Tata Nusi)

Setelah Beberapa Bulan Dihadapkan dengan Wabah Covid-19 yang begitu mendunia, Kita semua berada dalam keterpurukan dalam waktu yang begitu lama.
Namun dengan segala upaya yang dilakukan akhir nya Bumi ita wotu Nusa Seram Bagiam Timur dapat melewati masa-masa itu.

Terima Kasih Untuk semua masyarakat Seram Bagian Timur yang telah membantu Tim Gugus Tugas Dalam Upaya Melakukan Pencegahan dengan taat sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Atas kerjasamanya dari kasus yang ada hanya tersisa Nol kasus. Semoga angka NOL ini selalu dipertahankan Sampai Seram Bagian Timur, Maluku, Indonesia dan semua belahan Negara in the world dinyatakan Aman Dari Wabah Covid-19 ini.

Namun, Pada Pencapaian Yang Sekarang Ini Kami tetap mengingat kan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan seperti jarak sosial, cuci tangan, hingga pemakaian masker.

Upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan merespons secara cepat setiap gejala terkait dengan COVID-19. Orang-orang yang mengalami gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas, wajib melapor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, seluruh perjalanan yang masuk ke zona hijau, wajib diperiksa. Jika terbukti ada yang reaktif atau positif COVID-19, maka dia wajib dikarantina selama masa intervensi sebelum dipersilakan masuk ke zona hijau.



Salah satu kegiatan skring yang dilakukan di beberapa titik oleh dinkes sbt dan puskesmas setempat serta beberapa instan...
24/06/2020

Salah satu kegiatan skring yang dilakukan di beberapa titik oleh dinkes sbt dan puskesmas setempat serta beberapa instansi lainnya,,

Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berlaku sejak 16 Maret 2020, kelompok yang perlu dilakukan skrining adalah kategori orang tanpa gejala, pelaku perjalanan dari negara/wilayah terjangkit COVID-19, serta pelaku perjalanan dari negara/daerah transmisi lokal COVID-19.

So, What is the meaning Skrining? πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”

Ok baiklah......☺️

Skrining adalah penerapan serangkaian tes atau prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan atau penyakit tertentu pada seseorang. Tujuan dari tes skrining adalah deteksi dini untuk mengurangi risiko penyakit atau memutuskan metode pengobatan yang paling efektif.

Skrining COVID-19 pada individu asimtomatik dilakukan pada orang tanpa gejala, pelaku perjalanan dari negara/wilayah terjangkit COVID-19, serta pelaku perjalanan dari negara/wilayah dengan transmisi lokal COVID-19.

Orang tanpa gejala merupakan kontak erat dengan kasus terkonfirmasi COVID-19 (kasus yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan RT-PCR). Jadi, semua orang yang berada dalam radius 1 meter dari kasus terkonfirmasi COVID-19 sejak 2 hari sebelum kasus muncul gejala hingga 14 hari setelah muncul gejala termasuk dalam kategori ini.

Tenaga kesehatan yang kontak dengan kasus terkonfirmasi COVID-19 tanpa menggunakan alat pelindung diri sesuai standar pedoman juga termasuk dalam kategori ini.

Follow up hasil skrining dilakukan berdasarkan ada tidaknya gejala dan hasil pemeriksaan RT-PCR. Jika hasil pemeriksaan RT-PCR positif, maka pasien dikategorikan sebagai kasus terkonfirmasi COVID-19. Sementara itu, jika hasil pemeriksaan RT-PCR negatif, maka pasien bukan kasus COVID-19.

Apabila Berdasarkan gejala yang muncul, statusnya orang tanpa gejala atau pelaku perjalanan dapat dinaikkan menjadi orang dalam pemantauan atau pasien dalam pengawasan.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutuskan tali penyebaran virus corona atau COVID-19. Salah satuny...
24/06/2020

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutuskan tali penyebaran virus corona atau COVID-19. Salah satunya adalah dengan contact tracking.

Contact tracking merupakan salah satu cara untuk mengendalikan wabah yang tengah terjadi yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

Contact tracking dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang telah bertemu dengan penderita covid19, yang juga akan memudahkan petugas kesehatan untuk mengambil tindakan agar virus ini tidak menyebar semakin luas.

Ayo semua masyarakat Mari Bersama2 Menjadi Garda terdepan agar covid19 ini cepat berakhir . . . . . . . . . .

πŸͺ Bula Barat, Banggoi.

Address

Amurang
95936

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. SBT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share