25/06/2026
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Oase Pagi...
DAHSYAT...
BERSYUKUR ADALAH CAHAYA, MENGELUH ADALAH KEGELAPAN
Bersyukur bagaikan lampu yang menyala. Ia menerangi hati, menenangkan jiwa, menguatkan langkah, dan menghangatkan orang-orang di sekitarnya. Semakin banyak bersyukur, semakin terang hidupnya, meski ujian belum berakhir.
Sebaliknya, mengeluh seperti lampu yang padam. Hatinya gelap, nikmat terasa hilang, masalah terlihat semakin besar. Orang lain pun perlahan menjauh, karena tidak ada cahaya yang dapat mereka rasakan darinya.
Lampu yang menyala mampu menerangi dirinya dan orang lain. Tetapi lampu yang padam, jangankan menerangi orang lain, dirinya sendiri pun tenggelam dalam kegelapan.
Maka jangan tunggu hidup sempurna untuk bersyukur. Bersyukurlah, niscaya Allah akan menyalakan cahaya di hatimu.
Dan ketika hati telah bercahaya, ujian sebesar apa pun tidak akan mampu membuatmu kehilangan arah.
"Alhamdulillah" adalah sakelar cahaya jiwa. Nyalakan ia setiap hari, sebelum hidupmu terasa gelap oleh keluhanmu sendiri. (Jhks)
Wallahu A’lam