Gubuk Sedekah

Gubuk Sedekah Menjual kosmetik branded

Reaksi Kimia yang muncul  Dalam Tubuh Saat BersedekahManusia yang telah berproses ke arah lebih baik pada akhirnya akan ...
12/01/2018

Reaksi Kimia yang muncul Dalam Tubuh Saat Bersedekah

Manusia yang telah berproses ke arah lebih baik pada akhirnya akan menemukan bahwa memberi lebih membahagiakan ketimbang menerima.

Dalam sebuah riset di Amerika Serikat beberapa tahun lalu, sejumlah peneliti mengumpulkan sejumlah orang.

Masing-masing peserta diberi uang AS$5 (sekitar Rp73 ribu).

Mereka diberi 2 pilihan, membelanjakannya untuk diri sendiri atau memberikannya ke orang lain.

Setelah diteliti, grup yang memilih untuk memberikan ke orang lain merasa lebih bahagia.

Apa yang terjadi pada tubuh manusia saat ia berbagi?

Syaraf kesenangan di otak menyala, seolah-olah kita menjadi pihak penerima, bukan pemberi.

Hormon endorphin (zat kimia yang berkorelasi dengan rasa senang dan imunitas) dalam tubuh terpacu.

Tubuh melepaskan oksitosin, biasa dikenal sebagai hormon cinta karena sering muncul saat kita berhubungan intim dan efektif meredakan stres.

Kadar oksitosin yang dilepaskan tubuh akan membuat kita makin berempati kepada orang lain dan ini menular (ke pihak penerima). Setidak-tidaknya hingga 2 jam ke depan.

Itulah kenapa, orang yang menerima kebaikan biasanya ingin membalas kebaikan yang diterimanya atau melakukan kebaikan juga ke orang lain.

Berdasarkan riset, satu pemberian/kebaikan akan menginspirasi banyak kebaikan lain laiknya efek domino.

Orang yang rutin menolong teman/tetangganya memiliki risiko kematian yang lebih rendah dalam periode 5 tahun ketimbang yang tidak.

Orang yang rutin berbagi mempunyai daya tahan tubuh lebih bagus dalam menghadapi penyakit kritis, termasuk HIV dan serangan jantung.

Sekitar 76% orang yang aktif dalam kegiatan sosial mempunyai kesehatan yang lebih bagus dibanding yang tidak.

Sebaliknya dengan perilaku pelit.

Perilaku pelit akan meningkatkan hormon pemicu stres di dalam tubuh.

Wallahua'lam bisshowab

Yuk....Jumat sedekah, bikin hidup makin berkah...
15/12/2017

Yuk....Jumat sedekah, bikin hidup makin berkah...

Sebagian Harta Kita Ada Hak Orang-orang MiskinKita merasa punya uang itu biasa... Kita merasa bisa makan apa saja itu bi...
11/12/2017

Sebagian Harta Kita Ada Hak Orang-orang Miskin

Kita merasa punya uang itu biasa...
Kita merasa bisa makan apa saja itu biasa...

Tapi untuk sebagian saudara kita, memegang uang Rp 100.000 saja sudah hal yg besar...
Bisa makan tiap hari untuk mereka adalah hal yg luar biasa...

Mari kita keluarkan zakat kita untuk mereka, karena ada hak mereka di harta-harta kita...
Hanya 2,5% dari harta kita...
Mari kita keluarkan...
⚖ Sebagai hujjah kita ketika menghadap Allah SWT...

📚 عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ مُعَاذًا رضي الله عنه إِلَى اَلْيَمَنِ ) فَذَكَرَ اَلْحَدِيثَ, وَفِيهِ: ( أَنَّ اَللَّهَ قَدِ اِفْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ, تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ, فَتُرَدُّ فِي فُقَرَائِهِمْ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيّ ِ

Dari Ibnu Abbas r. bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengutus Mu'adz ke negeri Yaman --ia meneruskan hadits itu-- dan didalamnya (beliau bersabda): *"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka."* (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari).

Yuk selalu sisihkan sebagian hartamu untuk membantu saudara2 kita yang membutuhkan. Insya Allah kita selalu dicukupkan r...
10/12/2017

Yuk selalu sisihkan sebagian hartamu untuk membantu saudara2 kita yang membutuhkan. Insya Allah kita selalu dicukupkan rezekinya oleh Allah dan berkah hidup kita.

~ RAHASIA SUJUD KETIKA SHALAT ~Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, iaitu: - dahi- hidung- kedua te...
08/12/2017

~ RAHASIA SUJUD KETIKA SHALAT ~

Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, iaitu:
- dahi
- hidung
- kedua telapak tangan
- lutut
- kedua ujung kaki (jari).

Sujud adalah konsep merendahkan diri, memuji Allah SWT dan meminta segala macam permintaan kepada Allah swt.

Sekaligus, mengikis sifat tercela seperti sombong, riya', ujub, takabur dll.

Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University, telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.

Dalam kajiannya ditemukan bahwa
ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yg tidak dimasuki darah dan urat ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud.

Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja.
Iaitu pada waktu-waktu sholat yang telah ditetapkan (subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan Isya').

SubhanAllah...

Jadi, siapa yang tidak sholat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.

Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak sholat saat ini.

Kerana letak otak di atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu membekalkan 20% darah ke otak manusia,
maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar menambah kekuatan aliran darah ke otak.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.

Manfaat sujud berlama-lama ini adalah untuk:

1. Menolak pening

2. Jauhi migrain

3. Segarkan otak

4. Tajamkan akal fikiran (peka)

5. Legakan sistem pernafasan

6. Betulkan pundi peranakan yang jatuh

7. Betulkan dan kukuhkan kedudukan bayi dalam kandungan

8. Elak kandungan songsang dll.

Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang sedang sujud...

SUBHANALLAH..........

SEMOGA BERMANFAAT....
AMINN

SEDEKAH RAHASIA... Semua masalah yang hadir di kehidupan kita wajib dipandang dari sisi spiritual. Apakah ini ujian atau...
07/12/2017

SEDEKAH RAHASIA...

Semua masalah yang hadir di kehidupan kita wajib dipandang dari sisi spiritual. Apakah ini ujian atau azab?

Ujian jika masalah itu membuat kita makin dekat dengan ALLAH, dan akhirnya ALLAH bukakan banyak pintu kemudahan sesudahnya.

Azab jika masalah itu membuat kita makin jauh dari ALLAH, periode lebih lama, dan kuncinya kalau gak segera taubat maka akan makin menghancurkan kehidupan kita.

Bisnis hancur, keluarga sakit, kecelakaan, utang macet, kisruh rumah tangga, musibah beruntun, bawaannya sial terus...
ambil kaca, apakah ada dosa-dosa masa lalu yang belum bener-bener kita minta ampun pada ALLAH?
Jika hati kita menemukannya, waspadalah.. bisa jadi itu adalah azab dunia yang sedang ALLAH timpakan pada hidup kita.

Dalam beberapa hadist Nabi mengingatkan untuk mengangkat masalah kita dengan sedekah... giving! Memberikan hartamu untuk orang lain, atau untuk kepentingan agama.

Allah mengirimkan malaikat untuk mendoakan kebaikan orang-orang yang bersedekah, dan ALLAH juga mengirimkan malaikat untuk melaknat orang-orang yang kikir dengan hartanya. Seolah tidak puasss menumpuk harta.. rakuss ingin punya semua, tapi ada saudara dan tetangganya lapar dia tutup telinga.

Sedekah tidak harus dengan uang, bisa dengan perbuatan baik yang membuat orang lain bahagia. Dan godaan yang kita hadapi di “zaman now” adalah... berhentilah mengeluarkan kamera!

Ada momen ketika sedekah bareng-bareng harus difoto untuk bukti kepada donatur, niatkan hati untuk syiar.. tangan kanan sedekah, tunjukkan ke tanan kiri agar ikutan. Makin banyak yang sedekah, makin banyak hasil yang di bisa dibagikan..

“Ayo kawan bantu adik-adik di panti asuhan ini, mereka butuh sepeda untuk sekolah. Setiap hari mereka berjalan kaki 5 kilometer, dengan sedekahmu kita ringankan beban mereka..”
boleh! Ajak kawan-kawan ikut dalam kebaikan.

Namun ada waktunya tangan kanan memberi, tangan kiripun tidak tau. Hati takut riya’ muncul sehingga sedekah itu tertolak. ALLAH tidak ridho karena yang dicari adalah pujian, label ahli sedekah, label orang dermawan, dan tentu biar eksis di sosial media..

Dijaga bener agar sedekahnya memang niat mencari ridho ALLAH, hanya dia dan ALLAH yang tau, jika ada orang lain yang tau bukan karena kita upload, tapi karena dia ditunjukan oleh ALLAH dengan apa yang dia lakukan.

Ada yang tiap hari membagi nasi bungkus memberikan langsung kepada mereka yang bekerja di jalanan.

Ada yang menyapu halaman rumah tetangganya tiap usai subuh sehingga bersih..

Ada yang hobinya menyelipkan uang setiap bertemu simbah-simbah tua di jalan

Ada yang tiap gajian membelikan beras satu karung yang dia antarkan langsung ke panti asuhan

Ada pemburu anak yatim, tiap bulan mencari anak-anak yatim untuk disantuni, dibayari sekolahnya, dibelikan tas dan sepatunya..

Ada yang rutin membelikan 10 sandal jepit dan dia drop di berbagai masjid.

Ada yang seminggu sekali mengambil sabun dan sikat, meluangkan waktunya membersihkan kamar mandi dan tempat wudhu tanpa perlu takmir masjidnya tau.

Ada yang mencuci sarung, mukena dan sajadah masjid hingga wangi, diam-diam rutin dilakukan

Ada yang mewakafkan waktunya menyopiri ambulance di gerakan sedekah. Wira wiri membawa orang sakit dan jenazah..

Masya ALLAH begitu banyak ladang kebaikan bisa dilakukan...
Cukup engkau dan ALLAH yang tau..
simpanlah saja kameramu..

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”
(QS. Al-Munafiqun: 10)

Ternyata orang matipun ingin bisa kembali ke dunia agar bisa bersedekah..

Karena apa?
Ini kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.”
(HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Mumpung masih ada waktu kawan..
Mumpung masih sehat..
Mumpung masih bisa bergerak..
Mumpung masih di dunia..

Kenapa sedekah rahasiamu harus ditunda-tunda?

💞Prioritas dalam sedekah💞Tidak ada yang menjamin bahwa keadaan kita senantiasa dalam keadaan lapang, sehingga mudah meng...
06/12/2017

💞Prioritas dalam sedekah💞

Tidak ada yang menjamin bahwa keadaan kita senantiasa dalam keadaan lapang, sehingga mudah mengeluarkan sedekah. Dalam keadaan sempit, hendaknya kita pintar dalam menempatkan prioritas pos-pos pengeluaran keuangan kita sehingga dalam keadaan ini kita masih tetap bisa bersedekah.

- Yang wajib didahulukan dari yang sunah

Sesuatu yang wajib tentu lebih utama dan lebih penting dari sesuatu yang sunah. Dan dalam masalah keuangan, ada banyak hal yang wajib kita keluarkan terlebih dahulu sebelum kita mengeluarkan sedekah yang bersifat sunah. Seperti misalnya, memberi nafkah kepada keluarga yang kita tanggung sehingga mereka tidak meminta-minta, membayar hutang, sedekah wajib seperti zakat misalnya, dan lain sebagainya. Pos pengeluaran yang wajib ini tentu lebih diprioritaskan sebelum sedekah yang bersifat wajib.

- Sedekah didahulukan kerabat terdekat

Ketika kita ingin bersedekah dan kita memiliki beberapa pilihan objek sedekah, maka lebih diutamakan orang yang memiliki kedekatan dengan kita, terutama karib kerabat. Karena dengan bersedekah kepada karib kerabat ada dua keutamaan yang kita peroleh; keutamaan sedekah dan keutamaan menyambung kekerabatan (silaturahim).

- Sedekah dilihat mana yang paling membutuhkan

Demikian juga ketika kita mendapati beberapa pilihan objek sedekah yang berbeda-beda dalam hal kebutuhan mereka, maka tentu saja kita pilih orang yang lebih membutuhkan untuk diberi.

Karena dengan memprioritaskan demikian, sedekah kita akan lebih besar manfaatnya, insyaallah.
Semoga bermanfaat.
💦〰〰〰〰〰〰〰
aminnnnnn....

SEDEKAH MEMBAWA BERKAHDikisahkan dalam Kitab Min ‘Ajaa’ibish Shadaqah, suatu malam ada orang fakir mengetuk pintu rumah ...
05/12/2017

SEDEKAH MEMBAWA BERKAH

Dikisahkan dalam Kitab Min ‘Ajaa’ibish Shadaqah, suatu malam ada orang fakir mengetuk pintu rumah seorang ulama, lalu orang alim itu bertanya kepada istrinya tentang sesuatu yang dimilikinya.

Sang istri berkata, “Kita tidak memiliki apa-apa selain sepuluh butir telur ayam.”

Suaminya berkata, ”Berikanlah telur-telur itu kepadanya.” Maka telur itu diberikannya kepada si fakir, dan disisakan satu butir telur untuk anaknya tanpa sepengetahuan suaminya. Tak lama kemudian, datang seorang tamu mengetuk pintu dan membawa rejeki yang diperuntukkan untuk keduanya sebanyak 90 dinar.
Lalu orang alim itu bertanya kepada istrinya, ”Berapa telur yang kamu berikan kepada si fakir?” Istrinya menjawab, ”sembilan butir.” Lalu beliau berkata, ”Kita mendapatkan 90 dinar, setiap kebaikan dilipatkan sepuluh kali.”

Kisah ini hanyalah contoh tentang sedekah yang membuahkan keberkahan. Qadarullah, Allah berkehendak menjadikan berkah tersebut begitu nyata dan dapat dihitung dengan rumus matematika, Allah menggantinya dengan sepuluh kali lipat.
Meski tentunya tak selalunya ’reward’ itu bisa diindera sedemikian rupa.

Yang pasti, seseorang akan mendapatkan hasil lebih banyak dari apa yang ia sedekahkan karena Allah. Penderma Lebih Butuh dari Penerima Sekilas, tatakala seseorang mendermakan hartanya kepada orang fakir, maka si fakirlah yang mendapat manfaat dari sedekah itu. Namun sejatinya, keuntungan yang didapatkan oleh penderma, jauh lebih banyak dan lebih besar. Tidak berlebihan jikalau disimpulkan bahwa kebutuhan kita untuk bersedekah itu lebih besar dari kebutuhan orang fakir terhadap harta yang kita sedekahkan.

Bukankah Allah telah berfirman, ”Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka (faedahnya) itu untuk kamu sendiri.” (QS. al-Baqarah: 272)

Begitupun dengan firman-Nya, ”In ahsantum ahsantum li anfusikum”, jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk diri kamu sendiri. Ini menjadi kaidah umum untuk seluruh kebaikan. Adapun kebaikan berupa sedekah sangat nyata dirasakan pengaruhnya oleh orang yang pernah mengalaminya. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah meyakinkan kita, bahwa harta tidak berkurang dengan disedekahkan, “Tidaklah berkurang harta yang disedekahkan.” (HR Muslim)

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Muslim, bahwa maksud tidak berkurang itu mengandung dua pengertian. Pertama bahwa harta itu diberkahi dan dengannya madharat bisa tercegah, sehingga berkurangnya harta secara fisik tergantikan dengan keberkahan, dan ini bisa dirasakan dan terbukti sebagaimana pengalaman yang bisa disaksikan. Yang kedua, meskipun secara dzatnya berkurang, namun dari sisi pahala lebih banyak dari harta yang berkurang.”

Ada hadits lain yang menguatkan bahwa, setiap sedekah yang kita keluarkan, pasti akan mendapatkan ganti. Sebagai pengabulan doa dari para malaikat sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, Tiada datang waktu pagi melainkan ada dua malaikat yang turun atas manusia, lalu satunya berdoa, “Ya Allah, Berilah ganti bagi yang bersedekah.” (HR. Bukhari)

Allah tidak akan menjadikan orang yang berdema menjadi pailit. Bahkan sebaliknya, berkah yang melimpah akan disandang oleh para dermawan. Logika iman mengajarkan, bahwa sedekah berarti investasi kepada Allah yang pasti untung dan mustahil merugi.

Jika seseorang atau badan usaha yang profesional, datang kepada kita dengan cashflow yang menjanjikan keuntungan, ditambah lagi dengan kemungkinan minimnya resiko, lalu menawarkan saham untuk kita, tentulah kita akan bergegas untuk menyambutnya, dan menanamkan modal demi keuntungan yang besar.

Meskipun keuntungan itu masih bersifat asumsi maupun prediksi. Masih ada resiko kerugian, atau bahkan kebangkrutan. Baik disebabkan oleh keteledoran dalam mengelola usaha, atau adanya faktor eksternal di luar perhitungan. Anehnya ketika tawaran itu datang dari Dzat yang menjanjikan keuntungan jauh lebih tinggi, Dia juga Maha Menepati janji, dan Mahakuasa membagi rejeki, masih ada orang yang meragukan untuk menyambut tawaran-Nya. Masih berfikir jikalau investasi itu akan berujung pada kerugian dan kemiskinan. Alangkah buruk persangkaan mereka kepada Allah.

Bagaimana mungkin akan merugi, investasi usaha yang dikelola oleh Allah yang Maha Mengatur segala alam semesta? Mari kita simak, jaminan keuntungan yang Allah janjikan bagi siapapun yang berkenan menanam investasinya kepada-Nya, ”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (QS. al-Hadiid: 11)

Adakah yang lebih layak dipercaya selain Allah, yang Mahakaya, dan Maha Berkuasa atas segalanya? Bagaimana mungkin orang yang berakal ragu untuk menitipkan investasinya kepada Allah? Allah subhanahu wa ta’ala pun telah berjanji dalam hadits qudsi, “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Berinfaklah wahai Anak Adam, niscaya Aku akan berinfak untukmu.” (HR al-Bukhari)

Pun begitu, ganti yang dijanjikan itu belum tampak di depan mata. Hanya orang yang yakin dan tawakal yang berani mengambil keputusan. Toh, fakta menunjukkan, tak ada cerita orang yang miskin lantaran over dosis dalam berderma. Keberkahan sedekah tak hanya mengundang datangnya kemaslahatan yang diharapkan, tapi juga mencegah kemadharatan yang ditakutkan. Sedekah yang kita lakukan seakan menjadi tebusan hingga di kemudian hari kita aman dari suatu bahaya yang mengancam.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan tentang Yahya bin Zakariya yang memerintahkan Bani Israil dengan lima hal, salah satunya adalah, “Aku memerintahkan kalian untuk bersedekah. Karena perumpamaan sedekah itu seperti seseorang yang ditawan musuh, lalu tatkala musuh sudah memegang leher dan hendak menebasnya, tiba-tiba dia berkata, ”Aku menebusnya dari kalian dengan harta sedikit dan yang banyak.” Maka iapun berhasil membebaskan diri dari mereka.” (HR Tirmidzi, beliau mengatakan, ”hadits hasan shahih”)

Ibnu Syaqiq bercerita, bahwa Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seseorang tentang luka di lututnya yang terus mengeluarkan nanah sejak tujuh tahun. Dia juga sudah berusaha menempuh berbagai macam pengobatan, pergi ke tempat para tabib, namun juga belum menunjukkan hasilnya. Maka Ibnul Mubarak menyarankan, ”Pergilah dan buatkanlah sebuah sumur di tempat perkampungan yang membutuhkan air, saya berharap air bisa mengalir di sana, dan ketika itu lukamu akan sembuh. Orang itupun melakukan saran beliau dan kemudian sembuh.

Buah Sedekah di Akhirat
Begitulah keajaiban faedah sedekah di dunia. Sedangkan faedah sedekah di akhirat lebih hebat lagi. Karenanya, Andai saja manusia setelah mati dikembalikan ke dunia, maka yang ingin mereka lakukan adalah bersedekah, ”Wahai Rabbi, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh” (QS. al-Munaafiqun: 10)

Ini menunjukkan betapa mereka melihat bahwa di akhirat sedekah sangat bermanfaat. Orang yang bersedekah akan tahu, bahwa harta sejati yang menjadi miliknya adalah harta yang disedekahkannya. Sedangkan harta yang tersisa, atau telah dipergunakan itu akan fana. Ketika ummul mukminin ditanya oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang kambing yang disembelih, adakah masih tersisa? Aisyah menjawab, ”Telah habis dibagi, hanya tersisa sebelah bahunya saja.” Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”(yang benar), masih utuh semua, kecuali sebelah bahunya.” (HR Muslim)

Yang dibagi-bagikan itulah hakikat harta yang sebenarnya, sedangkan yang tersisa itu bukanlah menjadi miliknya selain hanya sementara saja. Kemurahan Allah yang melipatkan pahala sedekah hingga 700 kali lipat dan bahkan masih lebih banyak lagi. Kedermawanan akan mendekatkan pelakunya menuju jannah, sekaligus membentengi dan menjauhkan pelakunya dari neraka. Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat bakhil. Amin.

Jangan lupa infaq kan sebagian harta mu pada jum'at yang penuh berkah ini.
01/12/2017

Jangan lupa infaq kan sebagian harta mu pada jum'at yang penuh berkah ini.

10 keutamaan sedekah :1.☞sedekah membawa keberkahan pada harta yang dimilikirosulullah saw bersabda☝"harta tidak akan be...
30/11/2017

10 keutamaan sedekah :

1.☞sedekah membawa keberkahan pada harta yang dimiliki

rosulullah saw bersabda☝
"harta tidak akan berkurang dengan sedekah. dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan allah tambahkan kewibawaannya baginya" (Hadist Muslim)

2.☞sedekah bisa menghapus dosa

rosulullah saw bersabda☝
"sedekah bisa menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api" (Hadist Tirmidzi)

3.☞pahala orang yang bersedekah akan dilipatgandakan

allah swt berfirman☝
"sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak" (QS. AL-HADID:18)

4.☞orang yang bersedekah akan mendapat naungan dihari akhir

"seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amal itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya" (Hadist Bukhari)

5.☞bukti keimanan kita kepada allah swt

"bersuci adalah separuh keimanan, ucapan alhamdulillah akan memenuhi ruangan bumi dan langit, salat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti" (Hadist Muslim)

6.☞sedekah mampu mencegah maksiat dalam jual beli

"wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual beli. maka hiasilah jual beli kalian dengan sedekah

7.☞tersedia pintu surga khusus bagi orang yang bersedekah

8.☞sedekah bisa membebaskan dari siksa kubur dan api neraka

9.☞sedekah memberikan pahala yang terus berkembang

10.☞sedekah akan mendatangkan kelapangan dada dan kebahagiaan

CARA ROSULULLAH MEMPERLAKUKAN PENGEMISDizaman Rasulullah, seorang pernah datang kepada beliau meminta sedekah karena dia...
28/11/2017

CARA ROSULULLAH MEMPERLAKUKAN PENGEMIS

Dizaman Rasulullah, seorang pernah datang kepada beliau meminta sedekah karena dia tidak punya uang untuk makan kelaurganya. Kepadanya Rasulullah SAW bertanya, “Barang-barang apa yang kamu miliki di rumah?” Orang itu menjawab, “Ada tempat air untuk minum keluarga dan beberapa lembar selimut tebal untuk menahan dingin.”

Rasulullah SAW menyuruhnya mengambil barang-barang itu dan membawanya kepada beliau.
Setelah seseorang itu datang dan membawa barang-barang tersebut, lalu Rasulullah SAW melelang barang-barang itu kepada masyarakat.

Itulah lelang umum pertama dalam Islam.
Hasil penjualan sebesar dua dirham.
Satu dirham dibelanjakan makanan untuk keluarganya dan satu dirham lainnya untuk membeli kapak.

Rasulullah SAW membuatkan gagang kapak dari kayu dan berkata, “Pergilah mencari kayu dan jangan menampakkan wajahmu kepadaku kecuali sesudah lima belas hari.” Setelah lima belas hari, Inilah yang terjadi.. Gak disangka..
Sesudah berlalu lima belas hari, lelaki itu datang menghadap Nabi dengan membawa uang sebesar lima belas dirham, sisa dari uang yang telah dibelanjakan untuk kebutuhan hidup keluarganya. Itulah uang hasil mencari dan menjual kayu selama lima belas hari, suatu hasil yang tidak sedikit.

Dia menghadap dan melapor kepada Rasulullah SAW dengan wajah cerah penuh percaya diri. Rasulullah tersenyum dan berkata kepadanya, “Ini lebih baik bagimu daripada kelak kamu datang pada hari kiamat dan bayangan minta-minta tergambar dalam wajahmu.”

Inilah pendidikan Rasulullah SAW dalam Islam. Orang yang tidak mendapat pekerjaan harus dibantu dan ditolong.
Jangan kita biarkan mereka larut dalam keadaan yang mencekam hidupnya, hingga memilih untuk mencari jalan termudah tanpa usaha, yakni meminta-minta.

Berbeda halnya antara memberi pekerjaan dengan mendorong orang untuk mengadakan lapangan pekerjaan. Karena yang kedua ini lebih baik.

Address

Jalan Lembing 4
Bekasi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gubuk Sedekah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share