24/05/2026
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau sering disebut penyakit asam lambung adalah gangguan pencernaan kronis di mana asam lambung atau isi lambung sering naik kembali (refluks) ke kerongkongan (esofagus). Aliran balik asam ini mengiritasi lapisan kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kondisi ini terjadi ketika otot berbentuk cincin di bagian bawah kerongkongan (Lower Esophageal Sphincter atau LES) melemah atau mengalami gangguan. Dalam kondisi normal, otot ini akan terbuka agar makanan masuk ke lambung dan langsung menutup rapat. Pada penderita GERD, otot ini tidak menutup dengan benar, sehingga isi lambung bisa merembes naik.
Gejala Umum GERD
Heartburn: Sensasi perih, panas, atau terbakar di area dada yang terkadang menjalar hingga ke leher. Gejala ini biasanya memburuk setelah makan atau saat berbaring.
Regurgitasi: Cairan lambung terasa naik hingga ke pangkal tenggorokan atau mulut, meninggalkan rasa asam atau pahit.
Disfagia: Merasa kesulitan menelan atau seolah ada benjolan yang mengganjal di tenggorokan.
Gejala Pernapasan & Tenggorokan: Batuk kering kronis (terutama di malam hari), suara serak (laringitis), atau radang tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
Faktor Pemicu yang Umum
Berbagai kebiasaan sehari-hari atau kondisi tertentu dapat memperparah GERD:
Makanan dan Minuman: Makanan pedas, gorengan atau berlemak tinggi, buah jeruk, saus tomat, cokelat, kafein (kopi/teh), minuman bersoda, dan alkohol.
Gaya Hidup & Pola Makan: Makan dalam porsi terlalu besar, langsung tidur setelah makan, atau merokok.
Kondisi Medis: Obesitas atau kelebihan berat badan (memberikan tekanan ekstra pada perut), serta kehamilan.
Pakaian: Memakai pakaian, sabuk, atau celana yang terlalu ketat di area perut.
Cara Mengelola dan Mengatasi
Sebagian besar kasus GERD dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, antara lain:
Beri Jeda Setelah Makan: Tunggu minimal 3 jam setelah makan sebelum Anda berbaring atau tidur di malam hari.
Tinggikan Kepala Saat Tidur: Gunakan bantal khusus (wedge pillow) atau ganjal bagian kepala ranjang agar lebih tinggi sekitar 15–20 cm. Ini memanfaatkan gravitasi untuk menahan asam lambung