28/04/2026
Ikan patin merupakan salah satu hidangan favorit yang banyak dibudidayakan, terutama di Bogor, dengan sentra produksi terbesar tersebar di Sumatra dan Pulau Jawa. Sebagai sumber protein hewani (protein lengkap), penentuan porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian.
Dalam praktik penyediaan makanan (misalnya katering), pemenuhan protein hewani dan nabati sering dibagi dalam proporsi tertentu, seperti 50:50, 70:30. Sebagai contoh 65:35, untuk kebutuhan protein harian 70 g, maka satu porsi makan (±30%) menargetkan sekitar 21 g protein. Penyajian ikan patin sebanyak 1½ URT (±90 g) sudah mampu memenuhi sekitar 64% kebutuhan protein per porsi dan memberikan kontribusi energi sekitar 27% AAE pada porsi makan besar.
Referensi lengkap akan mimin sematkan pada bagian “Ikan Patin” selanjutnya.