14/06/2026
Belajar dari Pengalaman, Berusaha Mengurangi Trauma Anak Saat Khitan
Semua berawal dari pengalaman melihat kedua anak yang menjalani khitan dengan cerita yang berbeda, namun meninggalkan kesan yang sama: trauma.
Anak pertama yang setelah khitan harus menjalani masa pemulihan dengan alat yang masih menempel hingga berhari-hari. Selama alat tersebut belum lepas, rasa tidak nyaman dan ketakutan terus menghantuinya.
Anak terakhir yang menangis dan berteriak selama proses khitan berlangsung. Melihat ketakutan yang begitu besar pada seorang anak membuat hati ini bertanya, apakah tidak ada cara yang lebih nyaman dan ramah bagi mereka?
Dari situlah muncul keinginan untuk belajar lebih dalam dan menjadi bagian dari solusi. Bukan hanya melakukan tindakan khitan, tetapi berusaha menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi anak dan keluarganya.
Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan untuk mendampingi berbagai karakter anak, mulai dari bayi hingga usia remaja. Setiap anak mengajarkan kami bahwa khitan bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga tentang membangun rasa aman, kenyamanan, dan kepercayaan.
Hingga hari ini, kami terus belajar dan berinovasi agar anak-anak dapat menjalani khitan dengan lebih tenang, lebih nyaman, dan meninggalkan kenangan yang baik.
Karena bagi kami, keberhasilan khitan bukan hanya luka yang sembuh dengan baik, tetapi juga hati anak yang tetap tersenyum setelahnya.
β¨ Khitan nyaman, anak bahagia, orang tua pun lega.
SunatAnak KhitanTanpaTrauma HamizanModernKhitanCenter