21/07/2019
Hi, Cablin is here. Apa kabar, Para LAKI? It’s been a while, eh? ⠀
⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Saya punya cerita, tentang seorang kawan yang merasa dikecewakan oleh hidungnya sendiri. Dia sulit menerima bahwa parfum barunya bisa berubah aroma ketika bersentuhan dengan kulitnya. Padahal, dia telah merogoh kantongnya cukup dalam demi parfum mahal itu karena aromanya yang sangat memikat di tubuh temannya. ⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Apa yang salah? Kenapa aroma parfum bisa berubah ketika digunakan oleh orang berbeda? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Well, I hate making assumptions. So, I did my research. ⠀ ⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Ada 4 jawaban untuk tanya itu. Semuanya saling terkait, menyumbang efek ke kondisi kulit. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Apa saja? (1) Jenis kulit, (2) PH kulit, (3) Lingkungan, dan (4) Lifestyle ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Ingin tahu detailnya? Bare with me. Cablin akan kembali di postingan selanjutnya! ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
------------
PS: Lu Laki, kan?! Grab your LAKI signature today. Klik link di bio. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀