Bekam Sinergi Yumeiho

Bekam Sinergi Yumeiho Melayani terapi bekam dan yumeiho

APA ITU MERIDIANTeori meridian merupakan jalur yang digunakan qi (baca Chi) atau energy untuk bergerak melintasi seluruh...
17/01/2015

APA ITU MERIDIAN

Teori meridian merupakan jalur yang digunakan qi (baca Chi) atau energy untuk bergerak melintasi seluruh tubuh dan berguna untuk mengusir penyakit agar tubuh kita kembali normal (Yin Yang).

Meridian Dalam pengobatan tradisional Tionghoa, meridian atau bahasa Cinanya Jing Luo merupakan jaringan jalan Qi (baca Chi) atau energy yang tersebar di dalam tubuh. Jika darah mempunyai jaringan sirkulasi darah, dan syaraf mempunyai jaringan syaraf, maka energy juga mempunyai jaringannya sendiri yaitu meridian.

Teori meridian atau saluran dan kolateral berkaitan erat dengan teori tentang organ tubuh. Meridian adalah saluran qi (chi) dan darah dalam tubuh ma**sia, berperan menghubungkan bagian dalam dan luar seluruh tubuh. Dalam kondisi patologis, kalau fungsi system meridian mengalami perubahan, akan menunjukkan symptom dan tanda fisik yang bersangkutan. Dengan meneliti gejala – gejala itu akan dapat mendiagnosa penyakit organ dalam tubuh.

Meridian adalah jalur lalu lintas energy dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian ada jalur / jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir dan sebagainya. Jika jalan energy pada meridian lancer, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan kesehatan.

Yang membedakan meridian dengan jaringan lain dalam tubuh adalah jaringan dan syaraf dapat terlihat oleh mata, sedangkan jaringan meridian tidak terlihat walaupun nyata. Dalam ilmu kedokteran modern, rahasia teori jalur energy meridian masih belum terungkap karena saat ini belum ada alat yang bisa mendeteksinya, akan tetapi teori ini sudah dibuktikan manfaatnya selama ribuan tahun.

Fenomena teori meridian mungkin sama dengan keberadaan nyawa pada makhluk hidup. Keberadaan nyawa sangat penting bagi kehidupan tapi belum ada yang bisa mengungkap rahasia keberadaannya. Jadi keberadaan meridian belum dapat dibuktikan secara fisik menurut ilmu kedokteran, walaupun riset telah menunjukkan bagaimana transmisi dari informasi qi (chi) dapat berhubungan di bagian – bagian internal ma**sia.

Fungsi :

Penghubung bag tubuh sebelah atas dan tubuh sebelah bawah
Penghubung bag tubuh sebelah kanan dan tubuh sebelah kiri
Penghubung organ – organ dalam dengan permukaan tubuh
Penghubung organ – organ dalam dengan alat gerak
Penghubung organ – organ dalam dengan organ – organ dalam lainnya
Penghubung organ dalam dengan jaringan penunjang tubuh
Penghubung jaringan penunjang tubuh dengan jaringan penunjang tubuh lainnya

Hubungan ini terbentuk menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang beraksi bersamaan terhadap rangsangan yang berperan dalam pertahanan tubuh. Akan tetapi, jika ada penyakit masuk ke dalam meridian, maka meridian bisa menjadi jalur penyakit untuk menyebar ke dalam tubuh. Karena itu kita harus merangsang titik – titik akupunktur pada meridian untuk mengusir penyakit.
Letak Meridian terletak di dalam tubuh, letaknya bervariatif tergantung jalurnya. Jalur meridian ada yang melewati sela – sela tulang, ada yang berada di sela – sela otot, dank arena wujudnya tidak nyata ada juga yang menembus atau menyelimuti organ. Sebagian organ muncul dekat dengan permukaan kulit.

Macam meridian

1. Meridian Paru (11 titik Akupunktur)
2.Meridian Usus Besar (20 titik Akupunktur)
3. Meridian Lambung (45 titik Akupunktur)
4. Meridian Limpa (21 titik Akupunktur)
5. Meridian Jantung (9 titik Akupunktur)
6. Meridian Usus Kecil (19 titik Akupunktur)
7. Meridian Kandung Kemih (67 titik Akupunktur)
8. Meridian Ginjal (27 titik Akupunktur)
9. Meridian Perikardium (9 titik Akupunktur)
10. Meridian San Ciao (23 titik Akupunktur)
11. Meridian Kandung Empedu (44 titik Akupunktur)
12. Meridian Hati (14 titik Akupunktur)
Meridian lain
1. Meridian Ren (24 titik Akupunktur)
2. Meridian Du (28 titik Akupunktur)

Meridian | Spirit of Acupuncture
https://spiritofacupuncture.wordpress.com

KHASIAT BEKAM BAGI PENDERITA DIABETDiabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit/ gangguan metabolisme yang ditandai dengan ...
16/01/2015

KHASIAT BEKAM BAGI PENDERITA DIABET

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit/ gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh kurangnya produksi atau gangguan kerja (penurunan efektifitas) hormon insulin atau karena kedua-duanya. Penyakit DM dibagi dalam dua jenis. Pertama, DM tipe 1 atau yang disebabkan oleh rusaknya sel β (Beta) pankreas sebagai “pabrik” pembuat insulin. Kedua, DM tipe 2, tipe ini merupakan gangguan yang sifatnya heterogen, pada beberapa kasus akibat gangguan fungsi sel β, namun paling banyak disebabkan oleh gangguan kerja (resistensi) insulin pada sel-sel dalam jaringan tubuh.

Keberadaan penyakit diabetes tidak lepas dari peran zat besi (Fe) dalam darah. Sifat molekul besi yang tidak stabil berpotensi menghasilkan berbagai bentuk radikal bebas yang membahayakan atau merusak sel-sel tubuh. Hasil pengamatan terhadap peningkatan frekuensi penyakit diabetes pada orang-orang yang menderita hemochromatosis menunjukkan bahwa kelebihan (overload) besi dalam tubuh berperan dalam muncetuskan penyakit diabetes.Hemochromatosis adalah suatu kelainan genetik yang mengakibatkan kelebihan besi dalam tubuh. Akan tetapi, apa pun penyebab dari overload besi, baik karena penyakit genetik atau pun bukan, ternyata menyebabkan peningkatan diabetes.

Peran besi dalam menyebabkan penyakit diabetes ditunjukkan oleh dua hal,Pertama: terjadinya peningkatan kejadian diabetes pada orang-orang yang kelebihan besi, apapun penyebabnya. Kedua: adanya perbaikan penyakit diabetes setelah membuang kelebihan besi dengan obat-obatan yang dapat mengikat besi.

Orang-orang yang sering menjalani transfusi darah karena penyakit tertentu, seringkali mengalami overload besi dalam tubuhnya. Pada kelompok ini terdapat peningkatan kejadian diabetes. Walau mekanisme zat besi dapat mempercepat terjadinya diabetes belum diketahui secara pasti, namun dugaan tersebut kemungkinan berhubungan dengan tiga mekanisme kunci, yaitu:

1. Defisiensi (kekurangan insulin)

2. Resistensi insulin (gangguan kerja insulin).
Maksudnya, meskipun insulin terdapat dalam darah dalam jumlah yang cukup, akan tetapi tidak mampu mendorong glukosa dalam darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah tetap tinggi. Sebaliknya, apabila suatu sel sangat berespon tarhadap adanya insulin, maka kondisi ini disebut dengan “sensitif” terhadap insulin (insulin sensitivity).

3. Disfungsi (kerusakan) hati (hepar).

Overload besi dan munculnya radikal bebas akan menyebabkan kerusakan sel β pankreas yang berfungsi menghasilkan hormon insulin. Akibatnya, terjadi penurunan produksi insulin. Karena produksinya berkurang, maka otomatis sekresi (pengeluaran) ke dalam darah juga berkurang.

Adapun mekanisme terjadinya resistensi insulin, diduga terjadi secara langsung atau melalui rusaknya fungsi hepar (hati). Selain itu, adanya pengendapan besi dalam otot akan menurunkan penyerapan glukosa karena terjadi kerusakan pada otot tersebut. Sebaliknya, insulin justru meningkatkan penyerapan besi, sehingga terjadilah lingkaran yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Selain bertanggung jawab pada terjadinya penyakit diabetes, besi juga bertanggung jawab pada timbulnya berbagai komplikasi penyakit diabetes, diantaranya penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskuler.

“Keberadaan penyakit diabetes tidak lepas dari peran zat besi (Fe) dalam darah. Sifat molekul besi yang tidak stabil berpotensi menghasilkan berbagai bentuk radikal bebas yang membahayakan atau merusak sel-sel tubuh.”

Penelitian hasil kerjasama dua institusi pendidikan kedokteran di Spanyol, yaituUniversity Hospital of Girona “ Dr. Josep Trueta” dan University Miguel Hernandez mencoba menilai sensitifitas insulin dan sekresi (pengeluaran) insulin setelah dilakukan pembekaman dengan interval empat bulan pada pasien diabetes tipe 2 yang memiliki kadar serum feritin (besi yang tersimpan dalam sel tubuh) berkadar tinggi, yaitu kadarnya > 200 ng/ mL.

Penelitian menitikberatkan untuk melihat pengaruh hijamah (bekam) terhadap control metabolic, sekresi insulin, dan kerja insulin pada pasien diabetes dengan kadar feritin yang tinggi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dilihat efek pembuangan besi (iron depletion) terhadap parameter-parameter tersebut.

Pasien dibagi dalam dua kelompok, pertama (grup 1) yang berjumlah 13 pasien, dilakukan pembekaman dengan jangka waktu 2 minggu, setiap kali pembekaman diambil 500 mL darah. Total pembekaman yang dilakukan terhadap grup 1 sebanyak 3 kali. Kedua (grup 2) yang berjumlah 15 pasien adalah kelompok kontrol yang tidak mendapatkan Diterapi pembekaman. Seluruh pasien (grup 1 dan grup 2) tetap mendapatkan terapi seperti biasanya dengan insulin, obat-obat anti-diabetes, dan olah raga selama periode penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum feritin, transferin (protein yang berfungsi untuk mengikat atau membawa besi di dalam darah), saturation index, dan kadar hemoglobin turun pada pasien yang mendapatkan terapi hijamah (grup 1). Selain itu, kadar HBA1C juga turun secara bermakna pada pasien grup 1. Didapatkan p**a peningkatan sensitivitas insulin pada grup 1 dibandingkan grup 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijamah dapat berperan sebagai terapi tambahan pada pasien diabetes tipe 2 dengan peningkatan konsentrasi serum feritin.

Penelitian lainnya dari institusi yang sama dengan penelitian sebelumnya, yaitu untuk menguji hipotesis bahwa pembuangan besi yang bersirkulasi dalam darah dengan hijamah akan memperbaiki kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes tipe 2 dan pada pasien dengan peningkatan konsentrasi serum feritin.

Pada penelitian ini, pasien diabetes dengan kadar serum feritin > 200 ng/ mL dibagi dalam 2 kelompok seperti pada penelitian sebelumnya. Reaktivitas pembuluh darah dinilai pada awal penelitian, serta pada 4 dan 12 bulan berikutnya.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuangan besi dengan hijamah dapat memperbaiki kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes tipe 2 dengan kadar serum feritin yang tinggi. Perbaikan ini sejalan (paralel) dengan penurunan kadar besi dalam tubuh yang ditandai dengan turunnya kadar serum feritin pada pasien grup 1.

Penjelasan efek hijamah ini menunjukkan bahwa kelebihan besi menyebabkan perubahan dini pada struktur dan fungsi pembuluh darah ma**sia, yang ditandai dengan hipertrofi (penebalan) dinding pembuluh darah. Hipertofi ini dapat diperbaiki dengan menurunkan kadar besi dalam darah melalui proses hijamah. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya peningkatan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah setelah kadar besi diturunkan dengan hijamah. Sehingga, pembuangan besi dapat meningkatkan kelenturan (distensibilitas) pembuluh darah.

Penelitian yang hampir sama dengan 2 penelitian di atas juga dilaksanakan institusi lain di Eropa oleh para peneliti dari San Filippo Neri Hospital (Italia), Bambino Gesu Hospital dan Research Institute (Italia) yang berlangsung selama dua tahun.

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek hijamah terhadap sekresi dan sensitivitas insulin, parameter-parameter dalam darah, kadar besi dalam hati (liver ion content/ LIC), dan perubahan kerusakan jaringan hati. Subjek Penelitian adalah pasien yang baru saja terdiagnosis diabetes yang memiliki kelainan genetik tertentu yang menyebabkan tingginya kadar besi dalam tubuh.

Hijamah dilakukan setiap dua minggu, masing-masing dengan mengeluarkan darah sebanyak 450 mL. Volume darah dikembalikan ke jumlah semula dengan memberikan larutan fisiologis. Data sebelum dan sesudah dua tahun terapi dengan hijamah diambil untuk dibandingkan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan dalam beberapa parameter metabolisme. Kadar feritin dan besi turun. Parameter lain seperti kadar kolesterol, trigliserida (Lemak), glukosa puasa, kadar enzim-enzim tertentu seperti lactate Dehydrogenase (LDH), aspartate aminotransferase (AST) atau yang lebih dikenal dengan glutamic-oxaloacetate transaminase (SGOT),alanine aminotransferase (ALT) atau yang lebih dikenal dengan glutamic-pyruvate transaminase (SGPT), dan gamma-glutamyltransferase (γ-GT) dimana enzim-enzim ini merupakan penanda terjadinya kerusakan pada hati, juga mengalami perbaikan dengan peningkatan sekresi insulin, peningkatan pengambilan glukosa oleh sel-sel tubuh, dan peningkatan sensitifitas terhadap insulin.

Dari penelitian-penelitian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa terapi hijamah bermanfaat terhadap pasien diabetes mellitus, terutama yang memiliki kadar besi yang tinggi. Penelitian-penelitian ini telah membuka suatu harapan baru di masa mendatang akan meningkatnya penerimaan masyarakat secara umum terhadap bekam serta memberi harapan baru bagi pasien diabetes mellitus.

Oleh: dr. M. Saifudin Hakim (Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi, FAKULTAS KEDOKTERAN UGM, Yogyakarta)

Disarikan dari: Tabloid Bekam Edisi III/2011 Cetak Ulang (Siapa Bilang Diabet Tak Bisa Sembuh?)

15/01/2015
15/01/2015

HATI-HATI ..!!

Apakah Habatus Sauda’ Menyembuhkan Segala Penyakit..?
Dr. `Abduljawwâd Ash-Shôwî berkata :

Kaum muslimin mempercayai hadits-hadits tentang habbatus sauda’. Para ulama berbeda-beda dalam menjelaskan hadits-hadits tersebut :

Sebagian ulama berkata bahwa keumuman penyembuhan yang meliputi segala penyakit, sebagaimana yang bisa dipahami dari redaksi hadits-hadits tersebut secara zhohir, bukanlah yang dimaksudkan, akan tetapi habbatus sauda’ itu menyembuhkan sebagian penyakit saja.

Hadits tersebut menggunakan gaya ungkapan yang bisa dikategorikan sebagai Al-`âm yurôdu bihi `l-khôsh (kalimat umum, tetapi dimaksudkan untuk makna khusus).

Sebagian ulama lain mengatakan : Pada dasarnya, kalimat yang bersifat umum, seharusnya kita pahami sesuai dengan keumumannya, selama tidak ada korelasi kuat yang memalingkan dari makna tersebut. Karena itu, para ulama yang berpendapat demikian menguatkan khasiat habbatus sauda’ dalam penyembuhan segala jenis penyakit.
Berbagai riset modern membuktikan bahwa sistem kekebalan mampu memberikan penyembuhan yang akurat dan spesifik bagi setiap penyakit yang menyerang tubuh, dengan cara mengaktifkan kekebalan spesifik yang terdapat di sel-sel limphoid (limfosit) yang memproduksi antibodi dan sel-sel pembunuh spesifik untuk setiap penyakit.
Adapun habbatus sauda’ memiliki pengaruh kuat dalam mengaktifkan dan menguatkan sistem kekebalan ini, sehingga dengan demikian habbatus sauda’ bisa menyembuhkan segala macam penyakit.
Dengan demikian, kita bisa memakai makna zhohir dari nash-nash hadits tersebut tetap pada keumuman maknanya.

Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan beberapa penjelasan para ulama kita terdahulu mengenai hadits-hadits ini, kemudian penjelasan ringkas mengenai sistem kekebalan, didukung dengan ringkasan beberapa hasil eksperimen mengenai pengaruh habbatus sauda’ terhadap sistem kekebalan tubuh ini, kemudian menjelaskan sisi kemukjizatan ilmiah yang terkandung dalam hadits-hadits ini.

Nash-Nash Yang Meriwayatkan Pemakaian Habbatus Sauda’
Bukhôrî meriwayatkan dari Aisyah s bahwa ia pernah mendengar Nabi n bersabda :
[Khat] 192
“Sungguh, dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sâm.” Saya bertanya : “Apakah as-sâm itu?” Beliau menjawab : “Kematian.”
Dalam riwayat Muslim :
[Khat] 192
“Tidak ada satu pun penyakit, kecuali obatnya terdapat pada habbatus sauda’, kecuali kematian.”

Penjelasan Para Ulama Terhadap Hadits-Hadits Tentang Habbatus Sauda’
Para ulama muslim terdahulu berbeda pendapat dalam menafsiri hadits-hadits ini, sesuai dengan pengetahuan yang ada pada masa mereka. Sebagian ulama mengatakan : Yang dimaksud bukan makna umum, melainkan dimaksudkan untuk makna khusus.

Munawi berkata : “Ia menyembuhkan segala penyakit yang timbul karena adanya unsur basah (ruthûbah). Tetapi, habatus sauda’ tidak dikonsumsi sendirian sebagai obat, melainkan kadang-kadang digunakan campuran obat lain dan kadang-kadang digunakan sendiri tanpa campuran, tergantung kebutuhan penyakit.”

Ibnu Hajar Al-`Asqolânî juga berkomentar seperti di atas, hanya saja menambah komentar mengenai “setiap penyakit”. Kata beliau : “Maksudnya setiap penyakit yang bisa diobati dengannya, karena sesungguhnya habbatus sauda’ ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit yang disebabkan unsur dingin (bârid). Adapun penyakit-penyakit yang disebabkan oleh unsur panas (hârr), tidak bisa.”
Khothobi berkata : “Itu termasuk kategori kalimat umum, tetapi dimaksudkan untuk makna khusus. Sebab, tidak ada tumbuhan yang memiliki bersifat menghimpun segala karakter yang bisa menghadapi segala karakter lain dalam mengobati semua penyakit dengan kebalikannya. Tetapi, yang dimaksudkan adalah penyembuh segala penyakit yang terjadi disebabkan oleh adanya unsur basah (ruthûbah).

Abu Bakar bin Al-`Arobi berkata : “Menurut para dokter, madu lebih mendekati untuk dikatakan ‘bisa menyembuhkan segala macam penyakit’, dibandingkan habbatus sauda’. Jika firman Allah mengenai madu ‘di dalamnya terdapat kesembuhan’ dimaksudkan untuk sebagian besar penyakit, maka habbatus sauda’ pun lebih tepat bila ditafsiri demikian.”

Adapun penulis kitab Tuhfatu `l-Ahwadzî yang tetap menafsiri hadits-hadits di atas sesuai dengan keumuman maknanya, mengatakan : “Hadits-hadits Nabi tersebut harus dipahami sesuai dengan keumumannya, karena dalam hadits tersebut terdapat sabda beliau ‘kecuali kematian’.
Seperti firman Allah : ‘Demi masa. Sungguh, ma**sia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling berwasiat dengan kebenaran, dan saling berwasiat dengan kesabaran.’”
Kemudian ia berkata lagi : “Abu Muhammad bin Abi Hamzah berkata : ‘Banyak orang memperbincangkan makna hadits ini. Mereka mengkhususkan keumuman maknanya, dengan mengikuti pendapat para pakar kedokteran dan ahli eksperimen. Tidak diragukan, pendapat seperti itu keliru. Sebab, jika kita percaya kepada pakar kedokteran –sedangkan kebanyakan ilmu mereka didasarkan pada eksperimen, yang berlandaskan dugaan kuat (hipotesis)-, maka mempercayai Nabi yang tidak pernah berbicara berdasarkan hawa nafsu, melainkan berdasarkan wahyu yang diwahyukan kepada beliau, lebih tepat daripada mempercayai pendapat mereka.’”

08/01/2015

12 Gejala Pengentalan Darah

Pernah mendengar penyakit pengentalan darah?
Penyakit ini dikenal juga dengan nama sindrom Hughes atau sindrom ACA (Antibodi Anticardiolipin) atau dalam bahasa medis dikenal sebagai Antiphospholipid Syndromes (APS).

Yang jelas,yang jarang sekali minum air putih dengan cukup, perlu waspada! Semoga ulasan singkat berikut ini bermanfaat, inilah 12 gejala pengentalan darah:

1. Sakit kepala atau migrain

Penderita sering migrain atau sakit kepala di usia muda. Ini merupakan salah satu tanda penting dari sindrom Hughes. Sakit kepala akan meningkat ketika dilakukan pengobatan. Merasa limbung ketika berjalan dan seperti melihat kilatan cahaya juga menyertai sakit kepala yang dirasakan penderita.

2. Merasa mabuk atau seperti mabuk

Disebabkan pasokan oksigen ke otak yang berkurang akibat pengentalan darah sehingga terjadi gangguan keseimbangan. Banyak penderita yang mengeluh merasa seperti mabuk atau sering mereka sebut vertigo. Jika hal ini terjadi dapat mengakibatkan berbagai kecelakaan pada penderita.

3. Hilang ingatan

Terjadi penurunan ingatan atau daya ingat. Menurunnya atau bahkan kehilangan daya ingat karena suplai oksigen yang dibawa oleh darah ke otak berkurang. Banyak penderita yang lupa nama teman atau keluarga, hal-hal yang harus mereka lakukan atau lupa apa yang baru saja dikatakan. Biasanya daya ingat akan meningkat setelah diterapi.

4.Air seni berwarna kemerahan

Saat melewati Ginjal (tempat menyaring racun dari darah), ginjal akan bekerja ekstra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus. Akibatnya air seni akan berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus dapat merusak fungsi ginjal yang dapat mengakibatkan darah tercampur dengan urin, sehingga harus dilakukan cuci darah (hemodialisa) terus menerus seumur hidup.

5. Gangguan penglihatan

Penderita dapat mengalami pandangan ganda, berbayang, bahkan sama sekali tidak melihat. Hal ini terjadi karena pasokan darah ke jaringan arteri dan vena mata mengalami hambatan akibat darah mengental.

6. Gangguan kulit

Banyak penderita sindrom darah kental mengeluhkan gangguan kulit berupa noda disekitar lengan dan kaki (istilah medisnya livedo reticularis) berupa bercak merah kebiruan di kulit yang disebabkan gangguan pembuluh darah.

7. Trombosis

Trombosis atau darah menggumpal terjadi jika sindrom ini tidak ditangani secara serius. Trombosis dapat terjadi pada organ mana saja, termasuk yang vital seperti mata, hati dan ginjal.

Trombosis adalah proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah.

Trombosis dapat terjadi di pembuluh darah arteri, kondisi ini berhubungan dengan elektrostatis yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah vena. Terjadinya proses trombosis dimulai dengan terbentuknya trombus (gumpalan bekuan darah).

Pembentukan trombus dimulai dengan melekatnya trombosit-trombosit pada permukaan endotel pembuluh darah atau jantung. Darah yang mengalir menyebabkan makin banyak trombosit tertimbun pada daerah tersebut. Jika aliran darah cepat maka trombus ini dapat terlepas dari dinding pembuluh darah kapiler, yang dapat menyebabkan sumbatan.

Bila sumbatan ini terjadi di pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke; bila terjadi di pembuluh darah jantung dapat terjadi serangan jantung; bila terjadi di pembuluh darah ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal; bila terjadi di pembuluh darah di mata dapat terjadi kebutaan.

8. Serangan jantung

Sindrom darah kental dapat memicu serangan jantung dan masalah pada katup jantung serta menimbulkan penggumpalan pada serambi atas jantung.

Semua ini berawal dari adanya trombus. Trombus dapat terjadi di pembuluh darah jantung (arteria coronaria) maupun di organ jantung sendiri, biasanya di katup-katup jantung. Bila trombus menyumbat pembuluh darah koroner maka dapat timbul serangan jantung, dan bila tertimbun di katup jantung dapat menyebabkan gagal jantung.

9. Stroke

Penyakit yang paling ditakuti akibat penggumpalan darah adalah stroke, yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Stroke dapat terjadi bila trombus yang timbul menyumbat pembuluh darah otak sehingga menyebabkan gangguan suplai nutrisi dan oksigen ke sel otak.

10. Penyumbatan paru

Penyumbatan pada paru terjadi bila pembuluh darah yang mengalir ke paru-paru tersumbat akibat darah menggumpal. Gumpalan darah pada paru-paru menimbulkan nyeri di dada, napas pendek atau tersengal. Penyumbatan paru yang sudah parah dapat berakibat fatal.

11. Gangguan pada usus

Sindrom darah kental dapat mempengaruhi aliran darah ke usus sehingga menyebabkan sakit pada bagian perut, demam ataupun pendarahan pada a**s ketika duduk.

12. Keguguran berulang

Sindrom Hughes ini jika menimpa ibu hamil dapat menyebabkan keguguran. Karena itu, bagi yang pernah keguguran, ada baiknya secara rutin memeriksakan diri ke dokter.

Mengentalnya darah dapat mengganggu sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin. Semakin kental darah, asupan makanan ke janin rentan terhenti, akibatnya janin bisa meninggal atau gugur. Tak hanya mengenai bayi, sindrom ini juga bisa berdampak buruk bagi ibu yang mengalami keguguran.

Nah, saat darah kental mengalir lewat pembuluh darah otak, perjalanannya juga akan terhambat. Darah yang terhambat perjalanannya dapat mengalami pembekuan, sehingga suplai darah dan nutrisi untuk sel-sel otak dapat terganggu, karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Bila keadaan ini berlangsung lama dapat menyebabkan kematian sel-sel otak sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Manifestasi yang terjadi adalah kondisi Stroke !

Meski tidak ada obat untuk menyembuhkannya secara total karena penyebabnya autoimun, penyakit ini sangat bisa dikontrol dengan memberi agen pengencer darah. Orang yang terkena Penyakit Pengentalan Darah pun bisa hidup normal. Namun harus diingat untuk tetap berolahraga teratur sesuai kemampuan dan tidak merokok.

Dengan berbekam rutin InsyaaAllah resiko pengentalan darah semacam ini bisa diminimilisir.

07/01/2015

Musim hujan ini dominasi penyakit pasien angin, lembab dan dingin. penyakit sekitar perut / limpa dan anggota gerak serta persendian. Serta masuk angin. baik angin dingin yang berudah jadi angin panas.

Secara medis ini unsur tersebut membuat banyak peradangan pada saluran pernapasan atas dan myalgia serta artritis.

so ....bekam dengan berbagai kombinasi diperlukan sesuai dengan unsur yang masuk didalam tubuh kita...

03/01/2015

Manfaat Bekam dan Efek Bekam

A. Efek Bekam Terhadap Kulit
1. Bekam berperan menstimulasi folikel rambut dengan meningkatkan sirkulasi darah ke kulit sehingga meningkatkan suplai nutrisi yang baik untuk rambut dan akar rambut. Pernah dilakukan suatu eksperimen pembekaman terhadap seorang pria yang berusia 35 tahun, terlihat bulu-bulu halus yang mirip dengan bulu punggung tumbuh pada bagian yang dibekam. Bulu ini bertambah panjang dan lebat sehingga mencapai 1,5 cm setelah dilakukan 140 kali pembekaman kering.
2. Suhu kulit meningkat dan sebuah kawasan berwarna merah terbentuk. Ini menunjukkan terjadinya peningkatan metabolisme makanan di kulit dan kemanfaatan yang diperoleh sel-sel kulit dari darah yang sampai kepadanya.
3. Aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar lemak meningkat. Pori-pori kulit membuka setelah dilakukan pembekaman.
4. Peranan bekam tidak terbatas pada pembersihan darah yang mengendap (stagnant blood) dari kulit, namun juga menghilangkan zat-zat berbahaya yang mengendap di bawah permukaan kulit.

B. Efek Bekam Terhadap Otot
1. Bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah di otot sehingga menghilangkan kekejangan otot.
2. Isapan bekam mengeluarkan gumpalan darah yang terdapat di dalam otot sebagai akibat memar di kulit.
3. Bekam berperan mengantarkan oksigen yang dibutuhkan oleh serat-serat otot, meningkatkan penyerapan oksigen oleh sel-sel setelah pembekaman, sehingga menguatkan dan memperbaiki fungsi otot.
4. Bekam berperan mengeluarkan zat asam laktat (lactic acid) dari otot sehingga menghilangkan kelelahan dan sumbatan otot.

C. Efek Bekam Terhadap Tulang
1. Bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah di dalam persendian sehingga mengurangi sakit yang disebabkan oleh penyakit rematik dan lain-lain.
2. Zat nitrit oksida (NO) berperan mengurangi bengkak dan tertahannya cairan di persendian akibat pembengkakan.
3. Bekam berperan menstimulasi membrane synovial (synovial membrane) untuk mengeluarkan zat minyak atau cairan synovial ( synovial fluid) yang berfungsi mengurangi pergesekan sendi, memudahkan gerak, dan pada akhirnya juga mencegah terjadinya kekakuan sendi.
4. Dengan isapan yang kadang-kadang mencapai 10 cm di dalam tubuh, bekam berperan meningkatkan rangsangan terhadap selaput di sekeliling tulang (periostium) untuk membangun tulang dan meningkatkan kadar kalsium tulang.
5. Bekam berperan mengeluarkan zat-zat berbahaya yang mengendap di persendian seperti Kristal-kristal asam urat yang menyebabkan penyakit gout dan kekuatan sendi.

D. Efek Bekam Terhadap Sistem Pencernaan
1. Kuatnya isapan alat bekam mengatur sekresi asam lambung dan enzim pencernaan yang ada di lambung, sehingga meningkatkan kualitas pencernaan dan penyerapan makanan.
2. Bekam berperan mengatur gerakan usus (intestinal motility) melalui kuatnya isapan langsung atau melalui stimulasi saraf, terutama saraf vagus (nervus vagus) yang terhubung dengan usus melalui beberapa bagian di punggung.
3. Bekam juga berperan menstimulasi sel hati dan pankreas serta memperbaiki fungsinya.

E. Efek Bekam Terhadap Darah
1. Bekam menstimulasi sirkulasi darah di tubuh secara umum melalui zat nitrit oksida (NO) yang berperan meluaskan pembuluh darah. Profesor Kentaro Takagi, dosen di Universitas Nagoya, menegaskan bahwa semua terapi yang menstimulasi dan mengaktifkan sirkulasi darah di kulit, bermanfaat untuk meningkatkan respon system peredaran darah dan pembuluh darah di dalam tubuh secara umum. Efek serupa juga ditimbulkan oleh kuatnya isapan yang ditimbulkan oleh bekam terhadap bagian yang diterapi.
2. Bekam berperan mengurangi darah dan cairan yang menyertai proses peradangan dengan cara mengeluarkan cairan-cairan ini dari celah-celah antarsel. Begitu p**a zat-zat pemicu peradangan juga ikut dikeluarkan, misalnya histamine.
3. Bekam juga berperan:
a. Meningkatkan jumlah sel darah merah
b. Meningkatkan jumlah sel darah putih
c. Mengubah darah yang terlalu asam menjadi proporsional
d. Membersihkan darah, sebagaimana dikatakan oleh Dr. Katashi, dosen di Universitas Osaka.

F. Efek Bekam Terhadap Sistem Saraf
1. Bekam berperan menstimulasi ujung saraf sensori di kulit sehingga berakibat mengurangi rasa sakit melalui mekanisme Gate Control Theory yaitu menyibukkan jalur-jalur saraf yang mengirim sinyal rasa nyeri dengan stimulus rasa nyeri yang lebih ringan (bekam), sehingga sinyal rasa nyeri semula tidak sampai ke otak. Bekam tidak hanya mengatasi rasa nyeri pada bagian yang diterapi, akan tetapi efeknya mencapai bagian-bagian lain yang berhubungan dengan saraf-saraf ini.
2. Bekam berperan mengatur sinyal dan meningkatkan kecepatan sampainya sinyal saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang yang berhubungan dengan seluruh organ tubuh sehingga mengatur kerja organ-organ tersebut.
3. Bekam berperan mengatasi berbagai masalah sistem saraf simpatik yang timbul karena kecemasan, takut, dan depresi. Problem-problem ini diantaranya berupa sakit kepala kronis, kelelahan, dan tekanan darah tinggi. Caranya dengan mengatur sinyal saraf pada system saraf simpatik.
4. Sekalipun pasien merasakan sedikit rasa sakit ketika melakukan terapi bekam, namun banyak pasien dan anak-anak yang tidur ketika menjalani terapi bekam. Ini bisa dianggap sebagai efek bekam terhadap sistem saraf, meski sampai sekarang belum diketahui bagaimanakah proses terjadinya efek tersebut.

Semoga manfaat

Address

Jalan Gunung Bawang No. 9 BSD
Bontang
75312

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bekam Sinergi Yumeiho posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share