17/04/2020
Bahaya Toksin Pada Tubuh
Dalam kehidupan sehari-hari, kita terpapar banyak toksin atau zat racun. Disadari atau tidak, toksin hadir dalam makanan, udara, tanah, dan air. Toksin juga bisa ada dalam bahan perawatan tubuh, kosmetik, bahkan pada produk pembersih rumah.
Seiring waktu, toksin dapat menumpuk dan pada akhirnya merusak seluruh tubuh, termasuk fungsi otak. Efek toksin pada otak termasuk ingatan dan konsentrasi yang buruk, perilaku tidak menentu, gangguan suasana hati, sakit kepala, dan vertigo.
Keberadaan racun dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang menyebabkan oksigen dan pengiriman nutrisi menjadi tidak efisien.
Dampak lain adalah penurunan produksi dan fungsi dopamin, senyawa kimia dalam otak yang berfungsi sebagai penghubung sesama sel saraf dan sel otot.
Toksin juga dapat menurunkan fungsi dan kadar serotonin, yang dikenal sebagai hormon bahagia.
Lebih dari itu, toksin pun dapat menyebabkan berkurangnya kejernihan mental, membuat orang gelisah, sulit memproses hal-hal baru, merasa sedih, lebih tidak sabar, mudah marah, kurang motivasi, dan mengalami penurunan kognitif.
Ada beberapa toksin yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
· Bisphenol A (BPA), ditemukan dalam plastik dan kaleng.
· Phthalates, ditemukan pada mainan, sikat gigi, kemasan makanan, pewangi sintetis, sampo, dan sendok plastik.
· Paraben, ditemukan pada sampo, losion, krim, termasuk produk perawatan anti penuaan.
· Triclosan, ditemukan pada sabun dan pasta gigi antibakteri.
· Arsenik, racun yang mengintai makanan dan air minum.
Tanda tubuh terpapar toksin
Ada beberapa tanda tubuh telah terpapar toksin, misalnya kelelahan konsisten. Bahkan ketika semalam tidur nyenyak, pagi harinya Anda bisa merasa begitu lelah. Ini bisa jadi tanda bahwa tubuh bekerja terlalu keras untuk membuang racun.
Tanda lain adalah kesulitan menurunkan berat badan. Bahkan, ketika Anda sudah berolahraga dan mengurangi kalori, berat badan pun tetap sama.
Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh masalah hormonal. Namun, fungsi hormon alami pun dapat dipengaruhi oleh racun dalam makanan dan produk perawatan pribadi.
Jika Anda sering merasa bau mulut, bisa jadi tubuh telah terpapar toksin. Bau mulut sering dikaitkan dengan masalah pencernaan, tetapi bisa juga berarti bahwa hati sedang berjuang menyingkirkan racun dalam tubuh.
Tanda paparan toksin selanjutnya adalah sembelit. Usus membuang banyak racun setiap hari dalam tubuh. Selain sakit perut, sembelit dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri, dan kelelahan.
Sembelit terjadi bila Anda sering mengonsumsi banyak makanan olahan dengan bahan kimia, pestisida, dan makanan berpengawet.
Akibat toksin, Anda pun bisa jadi lebih sensitif terhadap aroma. Namun, bukan hanya lebih peka terhadap bau, Anda pun bisa jadi sakit kepala atau sakit perut hanya karena bau tertentu.
Kemudian, tanda lain ialah sering nyeri otot karena racun telah menyebar hingga ke otot dan persendian. Juga terjadi reaksi kulit, seperti jerawat dan ruam sebagai tanda kelebihan racun, yang bisa berasal dari makanan atau produk perawatan kulit.
Detoksifikasi racun dalam tubuh
Untuk membasmi toksin dalam tubuh, Anda bisa melakukan detoksifikasi, demi mengistirahatkan dan menghilangkan toksin dari dalam darah.
Detoksifikasi dapat membantu proses pembersihan alami tubuh dengan mengistirahatkan organ melalui puasa, merangsang hati untuk mengusir racun dari tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengisi bahan bakar tubuh dengan nutrisi sehat.
Detoks bisa dilakukan dengan yoga, meditasi, makan buah dan sayuran, hanya minum smoothie atau jus sehat, detoks dari gula, atau detoks hypoallergenic.
Anda juga bisa melakukan detoks dengan makanan kaya nutrisi, seperti minyak dan lemak, kacang-kacangan dan biji-bijian, protein, serta makan banyak buah dan sayur.
Konsultasi dan order hubungi : tlpn/wa 085 222 373 224