Pusat Obat Cina Semarang

Pusat Obat Cina Semarang Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pusat Obat Cina Semarang, Medical and health, Jalan Pucang Adi V No. 32, Demak.

*PANKREATITIS KRONIS*Pankreatitis kronis adalah peradangan pada pankreas yang menyebabkan kerusakan permanen dan berhent...
01/10/2021

*PANKREATITIS KRONIS*

Pankreatitis kronis adalah peradangan pada pankreas yang menyebabkan kerusakan permanen dan berhentinya fungsi pankreas. Penyakit ini sering ditandai dengan nyeri perut berat yang timbul berulang. Nyeri perutnya juga bisa terasa seperti terbakar di bagian tengah atau kiri perut yang bisa menjalar sampai ke punggung.
Pankreas adalah organ yang terletak di belakang lambung dan berfungsi memproduksi enzim untuk mencerna makanan. Pankreas juga memproduksi insulin untuk membantu mengatur kadar gula di dalam darah.

Kerusakan permanen pada organ ini akibat pankreatitis kronis dapat mengganggu fungsinya untuk memproduksi dan mengalirkan enzim percernaan dan insulin. Hal ini kemudian membuat tubuh sulit untuk mencerna makanan dan mengendalikan kadar gula darah.
Pankreatitis kronis berbeda dengan pankreatitis akut. Peradangan pada pankreatitis akut terjadi tiba-tiba dan hanya berlangsung singkat, sedangkan peradangan pada pankreatitis kronis berlangsung selama bertahun-tahun.

*GEJALA PANKREATITIS KRONIS*
Gejala utama pankreatitis kronis adalah nyeri perut atas yang parah dan muncul berulang. Nyeri perut yang terasa seperti terbakar atau tertusuk ini muncul di bagian tengah atau kiri perut yang menjalar sampai ke punggung, dan bisa hilang-timbul selama beberapa jam sampai beberapa hari.
Gejala pankreatitis kronis dapat muncul tanpa dipicu oleh apa pun. Pada penderita pankreatitis kronis yang memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, dapat muncul nyeri perut yang ringan hingga sedang di antara dua episode nyeri perut yang parah.
Peradangan yang berlanjut akan semakin merusak kelenjar pankreas dan semakin mengganggu fungsinya dalam menghasilkan enzim pencernaan dan insulin. Pada tahap lanjut, akan muncul keluhan dan gejala berupa:
• Hilang nafsu makan.
• Mual dan muntah terus-menerus.
• Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
• Tinja berbau tidak sedap dengan tekstur berminyak.
• Kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning).
• Gejala diabetes, seperti sering merasa haus, mudah lelah, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil.

*PENYEBAB PANKREATITIS KRONIS*
Sebanyak 70% kasus pankreatitis kronis disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol selama bertahun-tahun. Berulangnya peradangan akut pada pankreas dapat memicu pankreatitis kronis.
Beberapa penyakit yang juga diduga dapat memicu pankreatitis kronis adalah:
• Defisiensi Alfa-1 Antitripsin.
• Penyakit autoimun yang menyerang pankreas.
• Penyumbatan saluran pankreas akibat batu empedu.
• Efek samping obat, seperti azathioprine, sulfonamide, dan thiazide.
• Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif (hiperparatiroidisme).
• Tingginya kadar trigliserida dalam darah.
• Riwayat pankreatitis pada keluarga.
• Cystic fibrosis.
Pankreatitis kronis dapat menyerang siapa saja. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia 30-40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki kebiasaan merokok.
Diagnosis Pankreatitis Kronis
Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Bila pasien diduga terkena pankreatitis kronis, dokter akan memastikannya dengan pemeriksaan penunjang, seperti:
• Tes darah, untuk mengukur kadar enzim dalam pankreas.
• Pemindaian dengan CT scan atau MRI, guna melihat kemungkinan adanya batu empedu dan memeriksa kondisi pankreas secara keseluruhan.
• Biopsi pankreas, yaitu pengambilan sampel jaringan pankreas untuk diteliti di laboratorium.

*PENGOBATAN PANKREATITIS KRONIS*
Tujuan pengobatan pankreatitis kronis adalah untuk meredakan nyeri, mengatasi penyebabnya, dan menangani gangguan akibat penurunan fungsi kelenjar ini.
Meskipun kerusakan pankreas tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan dapat mengurangi keluhan yang dialami oleh penderita dan mengatasi gangguan yang disebabkan oleh tidak berfungsinya pankreas.

Beberapa metode pengobatan pankreatitis kronis adalah:
Perubahan gaya hidup
berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok melalui konseling atau terapi.
Pemberian obat-obatan
Jenis obat yang diberikan meliputi:
• Obat pereda nyeri, mulai dari paracetamol, antiinflamasi nonsteroid, hingga obat golongan opiod, seperti codein atau tramadol.
• Tambahan obat untuk membantu mengurangi nyeri, seperti amitriptilin dan gabapentin.
• Suplemen pengganti enzim pankreas.
• Obat golongan steroid, pada pasien pankreatitis kronis yang disebabkan oleh penyakit autoimun.
• Insulin, bila pankreatitis kronis menyebabkan pasien diabetes.
Perubahan pola makan
Pankreatitis kronis akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan, sehingga pasien akan disarankan untuk banyak mengonsumsi kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, susu rendah lemak, makanan tinggi protein dan kaya antioksidan, serta menghindari makanan tinggi lemak dan gula.
Pengaturan diet atau pola makan ini akan dilakukan oleh dokter spesialis gizi dengan mempertimbangkan kondisi pasien.
Operasi
Kebanyakan pasien pankreatitis kronis tidak perlu menjalani operasi. Namun, bila nyeri perut semakin berat dan tidak membaik dengan pemberian obat-obatan, operasi dapat dilakukan untuk menyingkirkan bagian pankreas yang rusak, membuka sumbatan yang ada di saluran pankreas, atau mengalirkan cairan dari kista.

*KOMPLIKASI PANKREATITIS KRONIS*
Pankreatitis kronis berpotensi menimbulkan komplikasi, baik secara fisik maupun mental. Beberapa komplikasi tersebut adalah:
• Diabetes, akibat pankreas sudah tidak mampu lagi memproduksi insulin.
• Pseudocysts, atau munculnya kantung berisi cairan di permukaan pankreas.
• Malnutrisi, akibat gangguan penyerapan nutrisi karena ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi dan mengalirkan enzim pencernaan.
• Kanker pankreas, terutama pada penderita pankreatitis kronis berusia lanjut dan memiliki kebiasaan merokok.

*PENCEGAHAN PANKREATITIS KRONIS*
Seperti disebutkan di atas, kebanyakan kasus pankreatitis kronis disebabkan oleh kecanduan alkohol. Oleh sebab itu, pencegahan yang paling efektif adalah dengan membatasi konsumsi minuman beralkohol.
Upaya pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta menghentikan kebiasaan merokok.

*SOLUSI HERBAL*
SHUTANG dan DIACONT: mengaktifkan kerja pancreas
MUNCORD : mengurangi peradangan

Konsultasi gratis: https://bit.ly/Salsabillaanh

Semoga bermanfaat bapak ibu.. salam sehat penuh semangat ✊
29/09/2021

Semoga bermanfaat bapak ibu.. salam sehat penuh semangat ✊

*OBESITAS*Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena...
28/09/2021

*OBESITAS*

Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menambah berat badan hingga mengalami obesitas.
Masalah obesitas semakin meningkat di dunia. Hal ini menjadi tantangan yang besar dalam mencegah pertumbuhan penyakit kronis di dunia. Obesitas juga dipicu pertumbuhan industri dan ekonomi, serta perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan, atau diet dengan tinggi kalori.

Berdasarkan data WHO tahun 2016, sekitar 650 juta penduduk berusia dewasa mengalami obesitas, sedangkan 340 juta anak-anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun mengalami berat badan berlebih. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2010, diperkirakan terdapat 23% orang dewasa mengalami obesitas, dan wanita lebih banyak yang mengalaminya dibanding dengan pria.
Masalah obesitas ini terkait dengan peningkatan jumlah kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta beberapa penyakit kanker. Jumlah kematian penderita obesitas yang disertai sejumlah penyakit tersebut lebih banyak dibanding penderita dengan berat badan yang normal.

*PENYEBAB OBESITAS*
Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori, dengan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang sesuai. Kebutuhan rata-rata kalori bagi wanita dewasa yang aktif secara fisik per hari adalah sekitar 2000, sedangkan bagi pria dewasa yang juga aktif secara fisik adalah 2500 kalori.
Masalah berat badan berlebih atau obesitas timbul saat kita mengonsumsi makanan dengan kadar kalori dan lemak melebihi dari jumlah yang dibutuhkan. Kalori yang tidak berubah menjadi energi dan tidak terpakai tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh. Seiring waktu, penumpukan lemak ini menambah berat badan yang mengarah pada berat badan berlebih hingga obesitas.
Selain pola makan yang tidak sehat serta tubuh yang kurang aktif bergerak, obesitas juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lainnya, seperti:
• Keturunan atau genetik. Faktor ini dapat berpengaruh pada jumlah lemak yang diserap tubuh atau digunakan sebagai energi. Contoh masalah genetik yang langka adalah sindrom Prader-Willi.
• Efek samping obat-obatan. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan adalah antidepresan, antipsikotik, antikonvulsan, kortikosteroid, obat diabetes, dan obat penghambat beta.
• Kehamilan. Saat hamil, wanita akan membutuhkan banyak asupan nutrisi dari makanan. Namun tidak sedikit p**a dari mereka yang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya kembali setelah melahirkan.
• Kurang tidur. Perubahan hormon yang terjadi ketika kita kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan. Hal ini dapat mengarah kepada obesitas.
• Pertambahan usia. Makin tua usia kita, maka makin besar p**a risiko bertambahnya berat badan. Hal ini diakibatkan oleh metabolisme tubuh yang menurun dan massa otot yang berkurang.
• Penyakit atau masalah medis tertentu. Contohnya adalah sindrom Cushing dan hormon tiroid yang kurang dalam tubuh (hipotiroidisme ).

*DIAGNOSIS OBESITAS*
Seseorang dewasa dinyatakan mengalami obesitas, jika indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25. Perhitungan tersebut didapat dengan membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Nilai IMT ini digunakan untuk mengetahui berat badan seseorang normal, kurang atau berlebih, hingga obesitas.
Penanganan obesitas ditujukan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal dan sehat. Untuk mencapai tujuan ini, maka perlu dilakukan perubahan pola makan, melakukan beberapa cara menahan nafsu makan, dan peningkatan aktivitas fisik. Di samping itu, ada beberapa metode pengobatan lain untuk mengatasi obesitas, misalnya:
• Mengonsumsi obat penurun berat badan
• Mengikuti konseling dan support group untuk mengatasi masalah psikologis terkait berat badan.
• Menjalani operasi bariatrik untuk mengobati obesitas pasien.
Penurunan berat badan, meski dalam jumlah kecil, dan mempertahankannya secara stabil dapat mengurangi risiko seseorang mengalami komplikasi penyakit terkait obesitas. Selain dengan cara-cara tersebut, penurunan berat badan juga bisa dilakukan dengan cara tradisional.

*KOMPLIKASI OBESITAS
Sejumlah kondisi medis dapat muncul pada seseorang yang mengalami obesitas. Penderita obesitas dengan lemak tubuh yang banyak membuat beban terhadap tulang, sendi, dan organ internal bertambah berat. Selain itu, risiko peradangan dalam tubuh juga meningkat. Berikut ini sejumlah penyakit yang terkait obesitas, di antaranya:
• Diabetes tipe 2
• Sindrom metabolik, berupa tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta kadar trigliserida tinggi dan kadar kolesterol HDL yang rendah
• Stroke
• Gangguan jantung, seperti aritmia, serangan jantung, dan angina.
• Sleep apnea
• Asma
• Penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD)
• Gangguan kantong empedu, seperti kolesistitis dan batu empedu
• Gangguan ginjal
• Gangguan hati
• Gangguan kandungan, berupa infertilitas atau menstruasi yang tidak menentu
• Osteoarthritis
• Komplikasi kehamilan.
• Beberapa jenis kanker, seperti kanker rahim, usus, hati, pankreas, ginjal, dan prostat.

*SOLUSI HERBAL*
CHITOSAN & JIANGZHITEA : membuang lemak berlebihan dalam tubuh

https://youtu.be/c69yWNB9-ow

KONSULTASI GRATIS https://bit.ly/Salsabillaanh

Address

Jalan Pucang Adi V No. 32
Demak
59567

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Obat Cina Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share