Afirmasi Positif

Afirmasi Positif Alhamdulillah ternyata saya kaya...
Saya memilih bahagia dan berkelimpahan.

24/02/2025

Awali setiap kegiatanmu dengan mengucap basmalah.

Dengan mengucap basmalah, artinya kita sedang menyamakan frekuensi kita dengan Allah.

wallahu a'lam bishawab.

15/04/2024

Memutus Pola Kecewa

https://chat.whatsapp.com/LHVR36PjaRK8EGRu65PqV1
https://chat.whatsapp.com/LHVR36PjaRK8EGRu65PqV1
https://chat.whatsapp.com/LHVR36PjaRK8EGRu65PqV1

Perhatikan analogi berikut ini,

1) Kertas disobek menjadi 2

2) paku dipotong dengan tang menjadi 2.

Dua benda, kertas dan paku, adalah objek. Sementara menyobek dan memotong adalah perlakukan. Kita memperlakukan setiap objek berbeda-beda, bergantung sifatnya.

Begitu p**a dengan manusia, meski sama-sama manusia tapi hati dan perasaannya berbeda, sehingga memungkinkan diperlakukan berbeda.

Orang dengan sifat tegas, cenderung disegani. Sementara orang dengan sifat toleran, gak enakan, cenderung mudah dibujuk.

Benar?

Lebih jauh, orang lebih "nyaman" pinjam uang kepada orang yang toleran dan gak enakan, bahkan menunda pembayaran karena orang seperti itu gak enakan, memilih diam daripada ribut.

Sampai disini, bila ada orang yang sering meminjamkan uang tapi gak dibalikin, bukan salah peminjam, melainkan salahnya sendiri.

Ada sifat tertentu yang membuatnya diperlakukan seperti itu. Termasuk sering dimanfaatkan, sering ditipu/diperdaya, sering didzalimi, bahkan, sering tidak mencapai goals.

Mau tahu lebih lanjut, tonton pembahasannya disini:

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://youtube.com/live/boXTaX4bZF8?feature=share

05/12/2023

Rahasia Afirmasi

"Pak, bagaimana afirmasinya agar punya uang? Ini saya ditagih pinjol sampai diteror, sementara penghasilan gak ada, suami pergi gak bertanggung jawab, untuk makan sehari-hari saja susah!"

Pertanyaan diatas adalah rekaan saya, tidak ada yang bertanya sepersis kalimat diatas. Tapi yang mirip-mirip kalimat diatas, banyak.

Polanya adalah bertanya cara afirmasi, lalu menceritakan betapa sulitnya hidup mereka. Pernah merasa seperti itu?

Sebenarnya kalimat afirmasi apa pun yang saya ajarkan, tidak akan pernah bisa berhasil karena....

Dia punya afirmasi negatif yang begitu kuat, sebab sudah sejak lama mendekam di pikiran, yaitu:

1) ditagih pinjol sampai diteror.
2) penghasilan gak ada.
3) suami pergi gak bertanggung jawab.
4) makan sehari-hari susah.

Mungkin Anda bertanya, bukankah hal diatas memang sedang terjadi sekarang? Kok disebut afirmasi negatif?

Nah kan.

Untuk memahami makna sekarang, mari kita bahas garis waktu: Kita semua berjalan menuju masa depan, benar?

Masa depan bersifat misteri, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi, benar?

Bila sebuah peristiwa terjadi di masa lalu, tidak berarti akan selalu terjadi di masa depan, benar?

Lalu...

Apa yang kita sebut SEKARANG ternyata terus bergerak ke masa berikutnya. Anda menyebut sekarang saat membaca sampai tulisan ini, maka detik berikutnya Anda sudah berpindah ke tulisan ini.

Jadi karena kita terus bergerak ke masa depan, mengatakan "saya gak punya uang sekarang" artinya terus membawa keyakinan "gak punya uang" ke masa berikutnya.

Paham?

Maka afirmasi negatif itu adalah seolah-olah hal berikut ini akan TERUS TERJADI di masa depan:

1) ditagih pinjol sampai diteror
2) penghasilan gak ada
3) suami pergi gak bertanggung jawab
4) makan sehari-hari susah.

Maka wajar saat membutuhkan uang, pikiran MENTOK. Karena memang keinginannya bertentangan dengan keyakinan diatas.

Beda kalau kita buat kalimat bertanya seperti ini:

Pak, bagaimana afirmasinya agar punya uang?

Beberapa waktu lalu saya ditagih pinjol sampai diteror, tapi itu beberapa waktu lalu ya. (Entah kalau nanti)

Sementara KEMARIN penghasilan gak ada. (Wallahu'alam kalau nanti)

Suami pergi gak bertanggung jawab, DULU. (Gak tahu deh kalau besok)

Untuk makan sehari-hari saja PERNAH susah, DULU. (Tapi nanti gak tahu ya)

Sampai disini dulu. Pikiran Anda pun bertanya "kalau nanti?" Artinya pikiran memiliki ruang kosong yang belum terjawab, artinya ada kemungkinan terjadi hal berbeda di masa depan.

Sehingga ketika saya memberi afirmasi baru, pikiran sudah siap menerima. Berikut beberapa model untuk membuat pikiran semakin terbuka mendapatkan gagasan positif.

1) Apa yang perlu saya lakukan agar memiliki uang untuk membayar hutang dan kebutuhan keluarga saya?

2) Ya Allah, apa yang perlu saya lakukan agar memiliki uang untuk melunasi hutang dan memenuhi kebutuhan keluarga saya dengan mudah dan menyenangkan?

3) Ya Allah yang telah memberi kerajaan kepada Sulaiman AS, Ya Allah yang telah menyelamatkan Musa AS dari kejaran pasukan Fir'aun, ya Allah yang telah memuliakan Yusuf AS dengan menjadikannya berkududukkan di kerajaan Mesir, apa yang perlu hamba lakukan agar bisa melunasi hutang dan memenuhi kebutuhan keluarga hamba ya Rabb?

Hamba bertanya kepadaMu sebab Engkau pemberi hidayah, Maha Pemberi Petunjuk, maka tunjukan hamba ya Rabb. Hamba serahkan hidup mati hamba kepadaMu, hamba pasrahkan kehormatan hamba kepadaMu.

Bagaimana, nyaman bukan? Jadi lebih tenang bukan?

Sekarang bagaimana kalau masih saja:

"Pak, bagaimana afirmasinya agar punya uang? Ini saya ditagih pinjol sampai diteror, sementara penghasilan gak ada, suami pergi gak bertanggung jawab, untuk makan sehari-hari saja susah!"

Lalu saya kasih jawaban:

Tulis kalimat ini!

"Apa yang perlu saya lakukan agar memiliki uang untuk membayar hutang dan kebutuhan keluarga saya?"

Asli tambah bingung pikiran, sebab isi pikiran sudah dipenuhi "gak ada uang, suami gak tanggung jawab, buat makan susah!"

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi

Ingin mendapatkan tulisan inspiratif setiap hari?

Yuk download dulu e-booknya... gratis lho...

Setiap ucapan bisa terucap karena ada di pikiran, tapi manakala terucap, ia didengar telinga artinya masuk lagi menjadi sugesti ke pikiran. Pun termasuk bicara dengan diri sendiri, meskipun dalam hati, tapi membuat pikiran menyusun gambar alias tersugesti juga. Maka memuji orang lain artinya menyusu...

20/07/2023

KONFLIK VALUE

Saya bahas tentang konflik saat mencapai goals.

Perhatikan situasi ini:

Ada seorang ayah yang sedang menganggur karena baru saja di PHK, ia melamar kerja kesana kemari tapi belum kunjung mendapatkan pekerjaan.

Untuk biaya hidup sehari-hari, terpaksa pinjam sana sini sampai nilainya sudah 3x gaji di perusahaan sebelumnya. Maklum anak-anak ada 3 yang masih sekolah dan istri sedang hamil besar. Ini adalah cerita rekaan ya, tapi simak sampai tuntas.

Suatu hari, sang ayah mendapatkan tawaran kerja di luar kota sebagai sopir pribadi direktur. Gajinya besar tapi berpotensi p**ang setahun sekali karena mengikuti jadwal direktur. Meski ada sopir lain, tapi bila sopir pribadi membuat nyaman direktur, bisa jadi orang kepercayaan dan karenanya terikat dengan pekerjaan selanjutnya.

Sang ayah tentu saja senang, sebab gajinya besar bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi dia ingat, istrinya sedang hamil besar dan 3 anak-anak masih kecil, masih sekolah, masih butuh bimbingan belajar setiap malam.

Lalu ada tawaran lagi, sebagai sopir mobil box mengantarkan catering setiap Sabtu dan Minggu, gajinya kecil tapi melayani mengantarkan catering wilayah kotanya saja.

Tentu saja ini kabar baik, sebab kerja tak perlu meninggalkan anak istri berhari-hari, bisa p**ang setiap hari meski mungkin larut malam.

Tapi di sisi lain, gajinya kecil.

Bagaimana ya?

Nah kasus diatas sangat mungkin dialami siapa saja dengan konflik berbeda-beda.

Ada orang yang merasa bimbang antara bertahan kerja kantoran tapi banyak sogokan, atau keluar mempertahankan kejujuran tapi berpotensi kerja serabutan.

Pada akhirnya setiap orang memiliki nilai-nilai yang paling dijunjung tinggi. Pada kasus pertama, nilai keluarga dan uang, pada kasus kedua, uang atau kejujuran.

Ketika Anda dibenturkan pada konflik diatas, Anda pun akan memiliki PRIORITAS nilai tertentu. Entah memilih uang mengorbankan keluarga, atau memilih keluarga mengorbankan uang. Bisa juga memilih uang mengorbankan kejujuran, atau memilih kejujuran meninggalkan uang.

Nilai-nilai itu disebut VALUE yaitu apa yang Anda anggap penting dan setiap kita memiliki urutan value dari yang paling penting sampai kurang penting.

Masalahnya disini:

Ada orang yang mengaku ingin punya income Rp 100 juta per bulan tapi dalam daftar value-nya, tidak ada uang sama sekali.

Artinya program bawah sadarnya menganggap uang tidak penting. Tapi secara sadar merasa butuh uang. Biasanya kasus ini terjadi karena seseorang membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sehingga dia menggunakan goals orang lain pada dirinya yang terikat dengan value tertentu. Padahal bisa jadi, goals orang lain atau kehidupan orang lain, terususun atas value yang berbeda dengannya.

Paham?

Sekarang saya tanya kepada para istri:

Lebih penting mana: suami memberi banyak uang atau suami setia dan romantis?

Inilah value.

Ada istri yang selalu khawatir: "kalau suamiku banyak uang, nanti dia selingkuh atau menikah lagi?"

Di sisi lain dia selalu mengeluh dengan ekonomi yang sulit, menyalahkan suami yang kerjanya serabutan, atau pagi-pagi tak ada uang sama sekali.

Orang yang tak mengenali value-nya sendiri terjebak membandingkan dirinya dengan orang lain, iri dengan kehidupan indah orang lain, lalu meratapi diri atau melabeli diri tak berguna.

Padahal kalau kenal value sendiri, fokus saja pada value tersebut lalu ketika hidup dengan value sendiri, syukuri dan bahagia.

Uang otomatis datang sendiri. Sebab keberlimpahan ada pada kebahagiaan dan kemiskinan ada pada kesedihan.

Belum lagi orang yang berusaha hidup seperti orang lain, memaksakan value orang pada pikiran dan perasaannya seperti memaksakan memakai baju ukuran orang lain ke badan sendiri.

Meskipun bisa, tak nyaman. Meskipun goals itu tercapai, tapi bertentangan dengan nurani sendiri, dengan value sendiri.

Akhirnya dilepas juga.

Pernah merasa mencapai goals lalu hidup terpuruk lagi? Sebab tak bisa menjaga bahagia karena konflik value, tak sadar.

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi

--------------------------------------------------------

Seminar Offline 20 Hari Membuka Rezeki : Panduan step by step selama 20 hari untuk membuka rezeki lebih banyak, lebih mudah, lebih berkah.

πŸ—“οΈ Sabtu, 22 Juli 2023
πŸ•— Pukul 08.00-17.00 WIB
πŸŽ™οΈ Ahmad Sofyan Hadi & Ustadz Rudi Wahyudi

🏑 Sentra Wiyataguna Kemensos RI
Jalan Pajajaran No. 50-53 Bandung

πŸ“Œ https://maps.app.goo.gl/nTQHxHKGX3aAKUYY9

πŸ™‹ Investasi:
Rp 1.500.000
Rp 499.000,-

🍽️ Fasilitas:
2x Snack
1x makan siang
Seminar kit
Kartu checklist amalan 20 hari

πŸ“ Materi:
Tafsir Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas
Menyusun Value Keberlimpahan
Menyelaraskan value dengan goals
Afirmasi, visualisasi, dan Yes Set
Program 20 Hari.

πŸ‘₯ Pendaftaran:
wa.me/62816973209

Address

Depok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Afirmasi Positif posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share