Terala Foundation

Terala Foundation Terala Foundation aims to:
(1) train disabilities and woman head-of-family to be empowered/become skilled person.

(2) encourage companies to be inclusive
(3) encourage companies to provide inclusive workplace and hire sustainable empowered disabilities

Setiap orang memiliki hak yang sama untuk menatap masa depan, bermimpi, dan berkembang, tanpa terkecuali.Bagi rekan-reka...
01/06/2026

Setiap orang memiliki hak yang sama untuk menatap masa depan, bermimpi, dan berkembang, tanpa terkecuali.

Bagi rekan-rekan penyandang disabilitas, harapan itu hanya bisa terwujud nyata jika kita semua berkomitmen untuk membuka pintu kesempatan lebar-lebar melalui kesetaraan akses. Baik itu akses terhadap pendidikan yang inklusif, fasilitas publik yang ramah, hingga peluang kerja yang adil.

Mewujudkan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas bukan sekadar aksi sosial, melainkan perwujudan luhur dari Sila ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Mengapa kesetaraan akses ini menjadi pilar keadilan sosial?

Hak Hidup yang Setara: Keadilan sejati baru tercapai ketika setiap warga negara, terlepas dari keterbatasan fisiknya, mendapatkan hak dan perlakuan yang setara untuk mandiri dan berkarya.

Meruntuhkan Hambatan: Menyediakan aksesibilitas berarti kita sedang menghapus batasan lingkungan dan sosial yang selama ini menghalangi potensi hebat mereka.

Gotong Royong Inklusif: Negara yang maju adalah negara yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang. Pembangunan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di Terala Foundation, kami mempercayai bahwa keberagaman adalah kekuatan. Mari bersama-sama kita runtuhkan stigma, bangun fasilitas yang aksesibel, dan ciptakan lingkungan yang mendukung ruang gerak tanpa batas bagi teman-teman disabilitas.

Sebab, ketika semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk melihat ke atas dan melangkah maju, di sanalah keadilan sosial yang sesungguhnya sedang kita wujudkan.

Bagaimana langkah kecil yang sudah Anda lakukan untuk mendukung lingkungan inklusif di sekitar Anda? Ceritakan di kolom komentar, yuk! πŸ‘‡

Keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan Nabi Ismail AS adalah pengingat abadi bagi kita semua: bahwa hal terbaik yang k...
27/05/2026

Keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan Nabi Ismail AS adalah pengingat abadi bagi kita semua: bahwa hal terbaik yang kita miliki adalah apa yang siap kita bagikan untuk kemaslahatan sesama. 🐏✨

Di hari yang suci ini, mari kita ketuk pintu hati untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Karena sejatinya, kebahagiaan sejati tumbuh saat kita mampu mengukir senyum di wajah orang lain.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H dari kami di Terala Foundation.

Semoga keberkahan, kedamaian, dan kesehatan selalu menyertai langkah kita semua dalam menebar kebaikan. Taqabbalallahu minna wa minkum. πŸ™βœ¨

25/05/2026

Alhamdulillah Terala Foundation menginjak tahun keempat berdaya, tepat tanggal 20 Mei yang lalu. Sebagai ucapan syukur, kami mengadakan pelatihan Safeguarding internal, serta syukuran sekaligus peresmian Terala Training Centre (TTC).

Inginnya mengundang semua Teman Terala yang sudah berjumlah 300 an orang, tapi apa daya, Training Centre yang moengil ini tempatnya terbatas.

Dalam kesempatan ini kami ingin berterima kasih untuk para rekan, relawan, donor, dan setiap tangan yang sudah ikut menopang perjalanan kami 4 tahun ini.

Semoga Terala Foundation dapat terus mendampingi langkah teman disabilitas dan kelompok rentan lainnya setiap saat, setiap hati.

Frida Kahlo (Seniman Legendaris)Sepanjang hidupnya, pelukis legendaris asal Meksiko ini hidup dengan disabilitas fisik d...
18/05/2026

Frida Kahlo (Seniman Legendaris)

Sepanjang hidupnya, pelukis legendaris asal Meksiko ini hidup dengan disabilitas fisik dan rasa sakit kronis (chronic pain) yang sangat memengaruhi karya-karya seninya.

Frida menderita penyakit Polio di Masa Kecil: Pada usia 6 tahun, Frida tertular penyakit polio. Penyakit ini menyebabkan pertumbuhan kaki kanannya terhambat, sehingga menjadi lebih kecil dan lebih pendek daripada kaki kirinya. Untuk menutupi hal ini, ia sering mengenakan rok panjang khas Meksiko (Tehuana).

Pada usia 18 tahun (tahun 1925), Frida mengalami kecelakaan hebat saat bus yang ditumpanginya bertabrakan dengan sebuah trem. Sebuah tiang besi menusuk pinggul dan rahimnya, tulang belakangnya patah di beberapa tempat, serta kaki kanannya mengalami fraktur yang parah.

Akibat kecelakaan tersebut, Frida harus menjalani lebih dari 30 operasi sepanjang hidupnya, menggunakan berbagai macam korset medis (penyangga punggung) dari besi maupun gips, dan bahkan pada akhir hayatnya, sebagian kaki kanannya harus diamputasi karena infeksi gangren.

Kondisi disabilitas inilah yang justru melahirkan bakat melukisnya. Saat harus terbaring di tempat tidur selama berbulan-bulan pasca-kecelakaan, ibunya memasang sebuah cermin di langit-langit tempat tidur. Dari sanalah Frida mulai melukis dirinya sendiri (self-portrait) dan menuangkan rasa sakit fisik, trauma, serta ketegaran jiwanya ke dalam kanvas.

Salah satu kutipannya yang paling terkenal dan menggambarkan cara ia memandang keterbatasan fisiknya adalah:

"Feet, what do I need them for if I have wings to fly?"

, cara kita memandang diri sendiri menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah (atau terbang!).

Jangan biarkan apa pun membelenggu kreativitas dan semangatmu minggu ini ya.

Siap Membawa Dampak Inklusif bagi Organisasi Anda? Kenalan yuk dengan Rahmat Fahri Naim, seorang profesional lulusan Psi...
08/05/2026

Siap Membawa Dampak Inklusif bagi Organisasi Anda?

Kenalan yuk dengan Rahmat Fahri Naim, seorang profesional lulusan Psikologi Universitas Brawijaya yang berdedikasi tinggi dalam menciptakan perubahan sosial.

Fahri bukan sekadar pekerja, ia adalah seorang penggerak dengan pengalaman nyata.

Di Bidang Penulisan Konten
- Fahri telah menulis 30+ artikel tentang autisme, invisible disability, dan inklusi sosial.
- Penulis buku "Lantun 3 Derau" dan kontributor berbagai publikasi riset internasional.
- Ahli dalam menerjemahkan isu kompleks menjadi narasi yang mudah dipahami dan menggugah audiens.

Di Bidang Manajemen Program:
- Berpengalaman sebagai Program Officer di SIGAB, mengelola program dari perencanaan hingga evaluasi (M&E).
- Menjadi fasilitator untuk kegiatan YSEALI dan pelatihan menjadi advisory CBM dimana salah satu skill yang diajarkan adalah teknik2 fasilitasi.
- Memiliki kemampuan koordinasi stakeholder yang luar biasa, mulai dari organisasi disabilitas hingga mitra strategis.

Saat ini, Fahri sedang mencari peluang baru sebagai Content Writer atau Program Officer untuk terus berkontribusi sekaligus mendukung kesejahteraan keluarganya.

Jika perusahaan Anda mencari rekan tim yang solutif, komunikatif, dan memiliki perspektif lived experience yang mendalam, Fahri adalah orangnya!.

Tertarik bekerja sama?Langsung hubungi Fahri di slide terakhir ya.

Mari bantu Fahri menemukan rumah baru untuk bertumbuh! 🀝✨

Terala Foundation dengan bangga mempersembahkan serangkaian usaha inspiratif yang dikembangkan oleh para penyandang disa...
08/05/2026

Terala Foundation dengan bangga mempersembahkan serangkaian usaha inspiratif yang dikembangkan oleh para penyandang disabilitas peserta pelatihan Skill for Future. Program dari The British Council ini dirancang khusus untuk memberikan keterampilan praktis, pendampingan intensif, dan dukungan penuh bagi para penyandang disabilitas agar mampu menciptakan usaha mandiri yang berkelanjutan.

Melalui Skill for Future, Terala Foundation tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga membangun mentalitas wirausaha, meningkatkan rasa percaya diri, dan menciptakan ekosistem dukungan yang memungkinkan para penyandang disabilitas untuk tampil mandiri dan berkontribusi aktif dalam masyarakat.

Peserta pelatihan Skill for Future sedang mengikuti sesi pembelajaran
Setiap usaha yang akan kami persembahkan bukan sekadar bisnis biasa, melainkan cerita perjuangan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah yang menjadi bukti nyata bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan.

Mari kita dukung dan apresiasi karya-karya luar biasa mereka dengan cara memanfaatkan produk dan jasa yang mereka tawarkan.

future

04/05/2026

Halo Tetra, kami dengan bangga memperkenalkan berbagai usaha luar biasa yang didirikan dan dikelola oleh para penyandang disabilitas yang merupakan alumni program pelatihan "Skill for Future" Terala Foundation.

Dari keahlian memijat yang menenangkan hingga kreativitas tanpa batas di dunia digital, mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mandiri dan berkarya.

Yuk, kita dukung kemandirian mereka!

Geser ke kiri πŸ‘ˆ untuk melihat 5 UMKM inspiratif ini:

πŸ’†β€β™‚οΈ Jasa Pijat Refleksi Ahmad (Depok): Solusi tepat untuk badan pegal dan kaku.

πŸŽ™οΈπŸŽ¨ Kamir Creative Support (Bekasi Utara): Teman cerita, voice over, MC, dan ilustrator berbakat.

🌿🀝 Mindfuls Peer Counselor: Pendengar setia untuk ketenangan pikiran Anda.

β˜•πŸ€Ÿ Warkop Mamba Sunyi (Karang Tengah): Nikmati kopi enak dalam kehangatan interaksi bahasa isyarat.

πŸ“ΊπŸ”§ Nico Gadget (Malang): Pasang Set Top Box TV digital untuk siaran jernih tanpa semut.

Mari kita menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kemandirian ekonomi.

Satu bentuk dukungan kecil dari kita, berarti besar bagi masa depan mereka.

Terala Foundation - Memberdayakan Keterbatasan, Mewujudkan Masa Depan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, tanpa kecuali. Namun, sudahkah sistem ...
02/05/2026

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, tanpa kecuali. Namun, sudahkah sistem pendidikan kita benar-benar merangkul semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus?

Di Terala Foundation, kami percaya bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang menempatkan anak dengan disabilitas di kelas reguler, tapi tentang menciptakan lingkungan yang mendukung potensi unik setiap anak agar mereka bisa mandiri dan berkarya.

Mari kita pastikan tidak ada anak yang tertinggal di belakang hanya karena keterbatasan akses fisik maupun kurikulum. Karena setiap anak Indonesia berhak atas ilmu yang akan menjadi bekal masa depan mereka.

Selamat Hari Buruh! Hari ini bukan sekadar tentang perayaan para pekerja, tapi tentang merenungkan kembali: Apakah makna...
01/05/2026

Selamat Hari Buruh!

Hari ini bukan sekadar tentang perayaan para pekerja, tapi tentang merenungkan kembali: Apakah makna "kerja layak" sudah dirasakan oleh semua orang?

Bagi kawan-kawan penyandang disabilitas, akses ke dunia kerja bukan hanya soal mencari nafkah, tapi soal martabat, aktualisasi diri, dan kemandirian. Di Terala Foundation, kami percaya bahwa hambatan fisik atau sensorik tidak seharusnya membatasi kontribusi seseorang bagi bangsa.

Mari jadikan momen 1 Mei ini sebagai pengingat untuk membangun ekosistem kerja yang inklusif. Karena setiap tangan punya keahlian, dan setiap individu punya hak yang sama untuk berkarya.

Sudahkah tempat kerjamu inklusif hari ini? πŸ’Όβ™ΏοΈ

Address

Graha STR 3rd Fl Suite 306 Jalan Ampera Raya No. 11B, Jakarta
Jakarta
12550

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Terala Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Terala Foundation:

Share