Citra Atindriya

Citra Atindriya Dunia reflektif sinematik tentang manusia biasa di tengah kelelahan modern — belajar memahami hidup dengan tenang, tanpa harus tahu semuanya.

Pagi belum benar-benar selesai, tapi dapur sudah berisik duluan.Ada suara minyak. Tutup panci yang dibuka tutup. Sendok ...
17/05/2026

Pagi belum benar-benar selesai, tapi dapur sudah berisik duluan.

Ada suara minyak. Tutup panci yang dibuka tutup. Sendok jatuh kecil ke lantai.

Ibu berdiri di situ hampir tiap hari, sementara orang rumah satu per satu bangun, ambil makan, lalu lanjut sibuk dengan urusannya masing-masing.

Kadang makanannya habis cepat. Kadang ada yang bilang, “ini lagi?”

Kadang ibu baru sempat makan setelah nasi tinggal sedikit dan lauknya sudah dingin.

Tapi besok pagi, dia masuk dapur lagi.

Bukan karena hatinya tidak capek. Kadang juga sedih. Kadang juga ingin didengar.

Cuma banyak ibu memang terbiasa diam.

Dan semakin dewasa, kita mulai sadar… ada orang-orang yang menjaga hidup tetap berjalan, tanpa banyak bicara tentang lelahnya.

Mereka tidak berhenti memberi, meski sering dianggap biasa.

Karena ternyata, yang membuat hati lebih tenang bukan saat semua orang membalas kebaikan kita.

Tapi saat perlahan kita belajar… bahwa tidak semua kebaikan harus kembali lewat yang diharapkan.

Hari ini mungkin kamu memikirkan banyak hal sekaligus.Tentang rumah yang harus tetap tenang.Tentang anak-anak yang masa ...
15/05/2026

Hari ini mungkin kamu memikirkan banyak hal sekaligus.
Tentang rumah yang harus tetap tenang.
Tentang anak-anak yang masa depannya belum terlihat jelas.
Tentang hati yang terus mencoba kuat meski lelah menyimpan semuanya sendiri.

Dan diam-diam, ada keinginan untuk tahu: apakah semuanya nanti akan baik-baik saja?

Tapi hidup memang tidak pernah memberi manusia kemampuan melihat seluruh masa depan.
Bahkan langit dan bumi pun tidak mengetahui perkara gaib selain Allah.

Maka mungkin… tenang bukan datang karena semua jawaban sudah terlihat,
melainkan karena akhirnya seseorang menerima bahwa tidak semua hal harus diketahui hari ini.

Kamu tidak harus memprediksi seluruh hidup agar bisa tetap berjalan.
Tidak harus memastikan semua kemungkinan agar bisa menjadi ibu yang baik.

Kadang yang dibutuhkan hanya: bangun pagi, menjalani yang bisa dijalani, menjaga yang masih bisa dijaga, lalu membiarkan waktu bergerak sebagaimana mestinya.

Karena banyak kelelahan lahir bukan dari kenyataan,
tetapi dari pikiran yang terlalu jauh mencoba mendahului takdir.

Dan mungkin hari ini… Rabb-mu tidak sedang meminta kamu mengetahui semuanya.

Hanya meminta kamu tetap lembut, tetap waras, dan tetap percaya, meski masa depan belum dibukakan seluruhnya.

Meja makan itu baru saja sunyi.Bekas piring yang belum sempat dicuci, sisa remahan makanan anak-anak, dan kursi yang mas...
14/05/2026

Meja makan itu baru saja sunyi.

Bekas piring yang belum sempat dicuci, sisa remahan makanan anak-anak, dan kursi yang masih berantakan adalah saksi bisu betapa "penuhnya" hari ini. Sebagai ibu, aku mahir memastikan meja itu penuh. Perut mereka penuh. Keperluan mereka penuh. Tapi anehnya, setelah semua itu selesai, aku justru merasa kosong.

Ternyata, sibuk mengurus rumah tidak otomatis berarti aku sedang membangun "rumah" di dalam hatiku sendiri.

Sekarang, duduk di sini—menatap keluar jendela yang bergerak cepat—aku melihat pantulan wajahku sendiri di kaca. Wajah yang terlihat kuat di depan anak-anak, wajah yang terlihat "berhasil" di unggahan media sosial, tapi wajah yang tampak asing saat ditatap lama-lama sendirian.

Benar kata tulisan itu:
“Tidak semua yang membuat kita sibuk… membuat kita sampai”.

Kita diajari cara menjadi ibu yang serba bisa, terlihat bahagia, dan selalu punya solusi. Tapi kita jarang diajari cara jujur mengakui lelah saat tidak ada yang melihat. Kita berlari sangat cepat mengejar standar "ibu sempurna", tapi ternyata kita hanya berputar-putar di tempat yang sama, kehilangan arah di tengah rutinitas yang itu-itu saja.

Ada langkah yang cepat, namun hanya mengejar validasi dunia yang tak pernah puas.
Dan ada langkah yang pelan, yang mungkin hanya sekadar duduk diam dan berbisik jujur kepada Rabb.

Maka di perjalanan ini, aku ingin memeriksa lagi: Ke mana sebenarnya langkah ini menuju?

Tak perlu jadi ibu yang paling hebat atau selalu terlihat "penuh" di mata manusia. Aku hanya ingin menjadi manusia yang berani berhenti pura-pura. Berhenti jadi "etalase" yang harus selalu nampak indah, lalu mulai melangkah dengan jujur—meski jalannya sunyi, meski geraknya lambat.

Sebab hidup bukan soal siapa yang paling rapi menata meja makan, tapi siapa yang tetap berjalan lurus saat semua lampu sorot sudah dipadamkan.

Tenangkan lagi niatmu. Luruskan langkahmu.
Pelan tidak masalah, yang penting kamu tahu ke mana hatimu akan pulang.

12/05/2026

Pagi datang terlalu cepat. Dan semua yang semalem terasa nyata… hilang lagi.

10/05/2026

Tak semua yang diam itu kosong. Ada yang sedang dipahami Rabb tanpa pernah terucap pelan.

08/05/2026

Paling sulit bukan merawat mereka, tapi menjaga nada suara kita.

08/05/2026

Mencari apa yang dicari, menunggu apa yang ditunggu. Aku merasa dikejar waktu

08/05/2026

Bukan mencari jawaban.
Tapi mencari sesuatu…
yang membuat dirinya terasa lebih tenang.

“Apa Yang Aku Cari”

Sebenernya ini bukan soal malas.  Anak cowok sering banget "prioritasin energi" ke hal yang bikin mereka semangat.  Nah,...
27/09/2025

Sebenernya ini bukan soal malas.
Anak cowok sering banget "prioritasin energi" ke hal yang bikin mereka semangat.

Nah, PR kita sebagai orang tua:
👉 Bikin mereka paham kalau bantu orang tua juga punya 'seru' dan 'bangga' tersendiri.

23/01/2025

Stylish, waterproof, dan ramah di kantong!

💼 Harga Slingbag mulai dari Rp65.000
👜 Harga Totebag mulai dari Rp77.000

🗓️ Close PO: Senin, 27 Januari 2025
📦 ETA Ready: Bertahap (estimasi lebih dari 30 hari)

📌 Kenapa harus PO sekarang?
• Material nylon waterproof yang halus dan tahan lama.
• Desain eksklusif dengan embos Djisoo dan flap kulit sintetis.
• Ringan dan multifungsi, cocok untuk kerja, kuliah, atau hangout.
• Harga grosir yang menguntungkan, cocok buat dijual lagi!

💡 Cara Order:
• DP hanya Rp20.000 untuk slingbag dan Rp25.000 untuk totebag.
• Pelunasan dilakukan setelah produk sampai di Indonesia.
• Biaya kirim akan dihitung saat produk siap dikemas.

📣 Jangan sampai kehabisan! Yuk, gabung di grup Citratindriya Hub untuk info lebih lanjut dan promo menarik!

Address

Jalan Gotong Royong I No. 29B, RT. 5/RW. 2, Ragunan, Kec. Ps. Minggu
Jakarta
12550

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6288908892772

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Citra Atindriya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Citra Atindriya:

Share