20/08/2026
Otot bukan sekadar untuk penampilan yang tampak kuat. Otot merupakan salah satu sistem pelindung utama tubuh terhadap risiko jatuh, patah tulang, dan hilangnya kemandirian seiring bertambahnya usia.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2019 yang mencakup 36 studi dengan lebih dari 52.000 lansia menemukan bahwa sarkopenia berkaitan dengan risiko jatuh dan patah tulang yang jauh lebih tinggi.
Lansia dengan sarkopenia memiliki risiko jatuh sekitar 60% lebih tinggi dan risiko patah tulang 84% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami sarkopenia.
Hal ini penting karena sarkopenia bukan sekadar kondisi "kurangnya massa otot". Kondisi ini biasanya mencerminkan kombinasi dari berkurangnya massa otot, penurunan kekuatan, performa fisik yang lebih buruk, reaksi yang lebih lambat, keseimbangan yang kurang baik, serta kapasitas gerak yang menurun.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat berarti kesulitan menopang tubuh saat tersandung, berkurangnya kemampuan meredam benturan saat jatuh, serta berkurangnya beban mekanis pada tulang seiring berjalannya waktu.
Otot melindungi kerangka tubuh melalui berbagai cara. Otot yang kuat meningkatkan keseimbangan dan kendali saat berjalan. Otot membantu Anda memulihkan posisi tubuh setelah terpeleset atau tersandung, serta berfungsi layaknya peredam kejut aktif saat bergerak.
Otot juga memberikan tekanan mekanis pada tulang, yang membantu menjaga kepadatan mineral tulang dan kekuatan strukturalnya. Ketika kondisi otot menurun, tubuh sering kali kehilangan kepercayaan diri dalam bergerak serta cadangan kemampuan fisik.
Ini bukan berarti patah tulang hanya berkaitan dengan otot semata. Kepadatan tulang, penglihatan, penggunaan obat-obatan, nutrisi, riwayat jatuh sebelumnya, fungsi saraf, dan lingkungan juga berperan penting.
Namun, bukti ilmiah menunjukkan bahwa sarkopenia merupakan faktor risiko utama karena kondisi ini melemahkan sistem yang membantu menjaga tubuh tetap tegak, stabil, dan tangguh.
Jadi membangun dan menjaga massa otot bukanlah sekadar saran tambahan dalam menjalani masa tua. Hal ini merupakan upaya pencegahan cedera dan risiko jatuh, serta langkah melindundungi kesehatan tulang.