03/08/2026
Salah memberikan kejut listrik (shock)! β‘οΈ Berapa banyak kesalahan yang dilakukan di sini? β Coba beri tahu apa saja yang menurut Anda salah dalam tindakan ini. πββοΈ Saya mulai terlebih dahulu:
β
Langkah pertama dalam pelatihan CPR dasar adalah melakukan penilaian dengan cermat terhadap kesadaran pasien dan apakah pasien masih bernapas secara normal sebelum memulai CPR.
π¨ Melakukan CPR pada seseorang yang masih memiliki denyut nadi atau sebenarnya tidak memerlukan CPR dapat membahayakan pasien. Hal ini dapat menyebabkan cedera fisik, tekanan psikologis, membuang waktu, serta berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
π Secara khusus, CPR dan defibrilasi, meskipun merupakan tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa, juga memiliki risiko.
Selama CPR, risiko yang paling umum adalah patah tulang rusuk dan tulang dada (sternum) akibat tekanan kompresi dada yang kuat, terutama pada orang lanjut usia. Cedera tersebut dapat menyebabkan cedera paru-paru, seperti pneumotoraks (paru-paru kolaps), atau kerusakan organ dalam, termasuk hati dan limpa, yang dapat mengakibatkan perdarahan internal. Selain itu, kompresi dada yang dilakukan dengan teknik yang tidak tepat juga dapat mengurangi aliran darah ke organ-organ vital.
Defibrilasi, yang digunakan untuk mengembalikan irama jantung normal, dapat menyebabkan luka bakar pada kulit akibat bantalan (pad) atau paddle defibrilator. Penggunaan defibrilator yang tidak tepat, misalnya memberikan kejut pada pasien yang tidak memiliki irama jantung yang dapat diberi kejut (shockable rhythm), justru dapat memperburuk kondisi jantung.
Selain itu, terdapat risiko tersengat listrik secara tidak sengaja bagi penolong maupun orang di sekitar apabila prosedur keselamatan tidak dipatuhi.
Kedua tindakan tersebut memang sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, tetapi harus dilakukan dengan benar dan hati-hati agar risiko-risiko tersebut dapat diminimalkan.
Reposted from IG @ medicaltalks