21/08/2026
Bertahan empat hari di bawah reruntuhan rumah sendiri.
Itulah yang dialami Paulina Pobi, nenek berusia 84 tahun di Desa Nitunglea, Pulau Palue.
Saat gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus, rumah Paulina runtuh. Ia yang sudah tidak bisa melihat maupun berjalan tak mampu menyelamatkan diri.
Selama berhari-hari, Paulina bertahan di bawah reruntuhan.
Warga di sekitar terus berusaha membantunya dengan mengirimkan makanan dan minuman melalui celah yang ada.
Tapi bantuan tak bisa datang dengan cepat.
Akses menuju Nitunglea tertutup longsoran, batu besar, dan pohon tumbang. Untuk mencapai desa dari dermaga saja, warga harus berjalan kaki sekitar tiga jam.
Baru pada 18 Agustus, Paulina akhirnya berhasil dievakuasi.
Lemah, tapi selamat.
Ia kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis.
Kisah Paulina menjadi pengingat bahwa di balik berita tentang gempa, ada orang-orang yang masih berjuang untuk bertahan dan bangkit.
And they still need our support. 💛
Donasi sekarang melalui: https://empower.amartha.com/campaign/solidaritasntt/