29/03/2017
Kista, Tumor Jinak di Organ Reproduksi Perempuan ::
Dewi, 39, sering merasakan nyeri di sekitar perutnya. Nyeri itu kadang hilang lalu muncul lagi. Selain rasa nyeri, pramugari pada sebuah perusahaan penerbangan swasta itu pun merasakan perutnya agak membesar.
Suatu hari ia memeriksakan diri ke spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter mengatakan ibu yang memiliki seorang putri itu menderita kista di rahim dan harus dioperasi karena sudah sebesar kepalan tangan pria dewasa.
Dewi pun menjalankan operasi di sebuah rumah sakit swasta di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Operasi berjalan lancar, dan dokter berhasil mengeluarkan benda seperti balon diisi air itu.
Saat ini jumlah perempuan yang terkena kista semakin meningkat dari hari ke hari. Dokter Widiyastuti, ahli kebidanan dan kandungan (ginekolog), menuturkan sebenarnya peningkatan jumlah perempuan terkena kista saat ini lebih dikarenakan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran mereka untuk memeriksakan diri.
''Ketika merasakan adanya kelainan pada tubuhnya, mereka segera memeriksakan diri dan berusaha mengantisipasinya dengan bantuan dokter,'' kata Widiyastuti kepada Media di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, spesialis dari Rumah Sakit Bersalin Astanaanyar Bandung itu menjelaskan, dibandingkan jenis tumor ovarium (indung telur) lainnya, kista paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada p**a yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.
Kista, lanjutnya, termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kump**an sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.
''Tetapi berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak,'' jelasnya.
Widiyastuti menjelaskan, selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di va**na dan di daerah v***a (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah va**na, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah v***a, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.
Kista, lanjut Widiyastuti, umumnya tidak disertai keluhan dan gejala. Keluhan baru muncul jika ukurannya sudah membesar, atau letaknya mengganggu organ lain di sekitarnya. ''Jika menekan saluran kemih, usus, saraf atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, tumor akan menimbulkan keluhan susah kencing, gangguan pencernaan, seperti tidak bisa buang air besar, kesemutan, atau kaki sering bengkak.''
Harus operasi
Sementara itu, spesialis kandungan dan kebidanan dr Hardi Susanto dari RS Graha Medika Jakarta, mengatakan 20-30% kista berpotensi menjadi ganas. Tandanya, terjadi pembesaran dalam waktu singkat sehingga memicu tumbuhnya kanker.
Hingga saat ini, lanjut Hardi, kista masih menjadi misteri dalam dunia kebidanan. Pasalnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab tumbuhnya kista dalam tubuh seorang wanita. Karena itu, cara pencegahannya pun belum terungkap secara jelas.
''Tetapi dalam literatur ada yang menyebutkan penyebab kista ovarium karena gagalnya sel telur (folikel) berovulasi.''
Seperti diketahui, lanjut Hardi, dalam siklus reproduksinya, satu sel telur dalam ovarium wanita setiap bulan akan mengalami ovulasi. Yakni, keluarnya inti sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap serabut fimbria dan ditempatkan di saluran ovarium (tuba falopii), dan siap dibuahi jika bertemu sperma. Sedang folikel yang sudah kehilangan inti sel telur disebut corpus luteum..
Mari cegah sedini mungkin dengan menjaga kesehatan organ intim kita
Konsultasi: WhatsApp 085233603747