01/10/2022
Mau ngejar-ngejar rezeki, apa dikejar rezeki? π
Mau ngejar-ngejar duit, apa dikejar duit? π
Maunya dikejar kan? Simak deh kisah berikut. π
Akhir pekan, seorang anak ngumpul di rumah ibunya yang lumayan berumur. Sang ibu pun ditanya-tanya sama anaknya, terutama soal pernikahan. Kebetulan saat itu sang ayah berada di luar rumah.
Tanya si anak, βMenurut Mama, apakah Papa ada kekurangannya?β
Jawab sang ibu, βWah, banyak banget! Sebanyak bintang di langit! Nggak sanggup Mama ngitungnya!β
Kaget, si anak nanya lagi, βTerus, apakah kebaikan Papa juga banyak?β
Kembali sang ibu menjawab, βNggak, justru sedikit sekali! Bagai matahari di langit! Semua orang juga tau jumlahnya!β
Penasaran, si anak kembali bertanya, βTerus kenapa Mama sanggup hidup bersama Papa selama puluhan tahun dan tetap rukun?β
Sambil senyum, sang ibu menjawab, βKarena begitu matahari terbit, semua bintang di langit nggak lagi kelihatan.β
Si anak ikut tersenyum dan bergumam, βO begitu rupanya.β
πππ
Kekurangan pasangan kadang menimbulkan kekesalan. Akan tetapi, besarnya rasa sayang bisa menutupi kekurangan dan kekesalan itu, yang pada akhirnya sebuah pertengkaran berhasil dihindari. Tetap rukun jadinya. Inilah salah satu tips agar pernikahan tetap langgeng dan dikejar-kejar rezeki.
Kalau rukun dan guyub, insya Allah rezeki akan lancar. Beneran.
Sebaliknya, kalau gaduh, wah rezeki bisa mandek dan mentok.
Begitu juga dalam bisnis. Ada kemiripan. Sebisa-bisanya, jangan pernah bertengkar sama partner. Kalaupun ada kekurangan partner (tentunya pasti ada), coba renungkan juga kebaikannya. Sekali lagi, kalau rukun dan guyub, insya Allah lancar-lancar rezeki. Bahkan dikejar-kekar rezeki. Duit? Otomatis!
Kalau kita bawa ini dalam konsep berbangsa dan bernegara, hal serupa juga terjadi. Kalau rakyat rukun dan guyub, ini akan mengundang rahmat Allah.
Nah, sekarang kita sudah tahu ilmunya. Pilihan pun ada di tangan kita. Apa pilihan teman-teman? Tetap rukun atau selalu gaduh?
πππ