26/09/2024
PENTING DAN BERMANFAAT HARGA BARU
Red propolis hub 081233972786 call n wa 0341322767 .1 botol 10 ml = Rp 200.000,- 1 paket isi 10 botol 10ml =
RP1.800.000, sabun Rp 20.000,-
MANFAAT RED PROPOLIS
Propolis oleh lebah madu digunakan sebagai lem untuk sarangnya, dimana dia merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu. Lebah mengumpulkan bahan ini dari pucuk daun daun yang muda dan kemudian dicampurkannya dengan air liurnya. Lebah madu menggunakan zat ini untuk menambal dan mensterilkan sarang.
Propolis lebah madu bersifat anti bakteri atau disinfektan yang membunu
h semua kuma
n penyakit yang masuk ke sarang lebah. Berdasarkan banyak karya ilmiah disebutkan bahwa lebah meliputi sarangnya dengan zat ini untuk perlindungan semua yang ada didalam sarang tersebut (mulai dari ratu lebah, lebah jantan dan pekerja, telur, bayi, madu dan sebagainya) dari kuman, virus dan bakteri.
Disinfektan alami dalam salah satu produk lebah ini sangat ampuh dalam membunuh kuman dimana pernah ditemukan seekor tikus dalam sarang lebah yang telah mati selama kurang lebih 5 tahun dan tidak membusuk.
[Apa] saja Kegunaan Propolis bagi Manusia? Kegunaan salah satu produk lebah madu ini diantaranya adalah :
* Sebagai Suplemen; yakni mengandung banyak zat yang dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar Thymus. Zat zat yang terkandung adalah semua vitamin (kecuali vitamin K), semua mineral kecuali sulfur, 16 rantai asam amino essensial yang sangat berguna untuk regenerasi sel, Bioflavonoid atau zat anti oksidan. Perlu diketahui bahwa Bioflavonoid pada satu tetes propolis kurang lebih setara dengan dari yang dihasilkan 500 buah jeruk.
*Sebagai bahan pengobatan alami. Produk lebah madu ini mengandung beberapa zat aktif yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit, yakni mengandung antibiotik, antiviral dan antifungal tanpa efek samping dibandingkan dengan bahan kimia. Adapun penyakit atau bakteri yang bisa diobati dengan propolis diantaranya typhus, diare, muntaber, bau ketiak yang mengganggu karena jamur yang menyebabkan bau, penyakit yang berhubungan dengan virus (demam berdarah, flu, TBC, dsb), penyakit karena jamur (misal panu, eksim, ketombe, keputihan, dsb), anti peradangan atau infeksi dan luka (misal maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, luka bakar, dsb), sebagai anti kanker, asam urat, kolesterol, darah tinggi dan sebagainya.
Propolis mengandung zat besi, vitamin B kompleks, pro vitamin A, vitamin C, vitamin E, asam amino, mineral, dan bermacam-macam bioflavonoid.
Propolis berfungsi juga untuk memberi perlindungan bagi tubuh. Propolis dapat mengaktifkan kelenjar timus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh, menghalangi infeksi virus, jamur, dan parasit lainnya ke dalam tubuh. Dengan kata lain, propolis bekerja untuk membangun benteng pertahanan alami tubuh.
Propolis juga bersifat sebagai antiseptik, antibiotik, antijamur, antiradang, dan bermanfaat sebagai detoksifikasi. Selain itu penelitian ilmiah membuktikan propolis efektif melawan bakteri patogen seperti Staphylococcus sp. (penyebab infeksi saluran kencing), Clostridium sp. (penyebab gangguan pencernaan), Corynebacterium diphtheriae (penyebab dipteri), Streptococcus sp. (penyebab infeksi tenggorokan dan sinus), Klebsiella pneumonia (penyebab pneumonia dan bronchitis), dan Pseudomonas sp. (penyebab infeksi pada luka).
Dengan kemampuannya menyembuhkan luka, propolis juga dapat membantu penyembuhan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme pada sistem pernafasan, seperti radang paru basah, pneumonia, asma, sinusitis, dan TBC.
Propolis juga dapat digunakan untuk membasuh mulut. Propolis dapat menghentikan pertumbuhan bakteri dalam mulut penyebab kerusakan gigi dan radang gusi. Propolis juga mengandung antioksidan dalam bentuk flavonoid quercetin, kaemferol, epigenin, dan luteolin. Menurut penelitian, kandngan flavonoid pada satu tetes propolis setara dengan flavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.
Propolis memiliki sifat antikanker, dan menghambat replikasi virus HIV. Propolis tersedia di pasaran dalam bentuk tablet, kapsul, atau cairan. Penggunaan propolis sebagai suplemen makanan cukup satu atau dua tablet / kapsul sehari. 1 tablet / kapsul propolis sama dengan 250 mg
Kediaman Lebah Sebagai Antibiotik dan Anti Kanker
Propolis adalah sejenis resin yang karena bentuknya lengket seperti lem, disebut sebagai bee glue. propolis sebenarnya dihasilkan lebah dengan cara mengumpulkan resin-resin dari berbagai macam tumbuhan, kemudian resin ini bercampur dengan saliva dan berbagai enzim yang ada pada lebah sehingga menjadi resin yang berbeda dengan resin asalnya.
Karena sumbernya bermacam-macam, maka warna, komposisi, dan khasiat propolis bisa bervariasi. propolis bisa berwarna kuning sampai coklat tua, bahkan ada yang transparan. Komposisi kimia propolis terdiri dari flavonoid yang meliputi hampir 50 % dari komposisi propolis, asam kafeat, asam ferulat, dan mineral dalam jumlah kecil.
Penggunaan propolis sebagai obat sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke 12. Orang-orang Yunani dan Romawi telah menggunakan propolis untuk mengobati bengkak. Orang mesir selain menggunakan propolis sebagai obat, juga memakainya sebagai perekat pada pembuatan kano. Bagi lebah sendiri propolis berfungsi melindungi seluruh sarang dan tempat lebah ratu menyimpan telurnya dari hama yang menyebabkan kebusukan telur-telurnya yaitu Bacillus larvae.
Hal inilah yang mendasari digunakannya propolis sebagai antibiotik. Kemudian dilakukan berbagai penelitian mengenai efek antibiotik propolis terhadap berbagai mikroba. Hasil penelitian yang dimulai Karimova sejak tahun 1975 terhadap Bacillus de koch dan kemudian diikuti peneliti-peneliti lain menunjukkan, propolis memiliki efek bakterisidal terhadap Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Streptococcus, Streptomyces, Streptomyces sobrinus, Saccharomyces cerevisiae, Escherichia coli, Salmonella dan Shigella, Giardia lambia, Bacteroides nodocuc, Klebsiella pneumoniae, selain itu juga efektif sebagai fungisida pada Candida albicans, Aspergillus niger, Botrytis cinerea dan Ascosphaera apis. Uniknya hasil penelitian menunjukkan, propolis lebih efektif bila diuji efeknya secara in vivo daripada in vitro. Hal ini disebabkan karena propolis bisa berfungsi sebagai imunostimulan, yang merangsang fungsi berbagai organ dan menginduksi sistem pertahanan tubuh menjadi lebih kebal terhadap kuman penyakit.
Kelebihan propolis dibanding antibiotik lainnya adalah efek sampingnya yang kecil. Satu-satunya efek samping yang terjadi dan itu pun jarang yaitu timbulnya reaksi alergi bila digunakan secara lokal. Sedangkan bila diberikan per oral tidak ada efek samping yang terjadi. Kelebihan lain yaitu tidak menimbulkan resistensi. Antibiotik seperti pen*silin dapat menimbulkan resistensi karena bakteri bisa memperbaharui diri menjadi lebih kebal terhadap pen*silin. Tetapi bakteri ataupun virus tidak bisa menjadi kebal terhadap propolis. Selain itu, propolis sebagai antibiotik memiliki selektifitas yang tinggi.
Propolis hanya membunuh kuman penyebab penyakit saja sedangkan mikroba yang berguna seperti flora usus tidak terganggu oleh propolis. Zat aktif yang diketahui bersifat antibiotik pada propolis adalah asam ferulat. Zat ini efektif terhadap bakteri gram positif dan negatif. Asam ferulat juga bersifat agglutinating (berperan dalam pembekuan darah), sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengobati luka dan diberikan dalam bentuk salep.
“Propolis” sebagai antikanker
Berdasarkan penelititan yang dilakukan S. Scheller, dkk yang menguji efektifitas antikanker dari ekstrak etanol propolis (EEP) pada mencit yang diinduksi dengan ehrlich carcinoma cells menunjukkan, mencit yang bisa bertahan hidup lebih banyak setelah diberi EEP. Efek antikanker EEP terhadap Ehrlich Carcinoma cells ini berkaitan dengan kandungan flavonoid pada propolis. Flavonoid mempengaruhi tahapan metabolisme sel kanker misalnya dengan cara menghambat penggabungan timidin, uridin, dan leucin dengan sel kanker tersebut sehingga dapat menghambat sintesis DNA sel kanker. Peranan flavonoid sebagai antikanker juga diperkuat oleh eksperimen lain yang menggunakan hidrokarbon aromatic polisiklik sebagai penginduksi kanker.
Mekanisme penghambatan terhadap hidrokarbon aromatic polisiklik berkaitan dengan penghambatan stimulasi metabolik yang diinduksi oleh hidrokarbon aromatic polisiklik dan memengaruhi aktivitas beberapa sel promoter. Flavonoid ini merupakan suatu zat yang banyak terdapat pada tumbuhan, tetapi dalam propolis berada dalam bentuk terkonsentrasi.
Dengan sistem metabolismenya, lebah membuat flavonoid dari tumbuhan itu lebih efektif. Jadi lebah seolah-olah menjadi perantara flavonoid dengan manusia dan hewan. Senyawa flavonoid yang ditemukan pada EEP antara lain betulinol, quersetin, isovanilin, galangin, isalpinin, kaemferol, rhamnetin, isohmnetin, pinocembrin, pinostrobin dan pinobaksin.
Cara Mengonsumsi/Pemakaian Propolis Sco
1. Diminum : teteskan propolis dengan ¼ gelas air putih ( 50ml ) lalu dikocok
• Orang sehat : 3-5 tetes, 2-5 kali sehari
• Orang sakit : 5-7 tetes, 4-5 kali sehari
2. Penyembuhan luar:
Oleskan Propolis Sco secara merata pada bagian tubuh yang luka atau sakit
3. Propolis Sco dapat dikonsumsi dengan obat-obat lainnya tanpa ada efek samping.
berminat hubungi kami : 081233972786 office 0341322767