04/09/2020
β€οΈ MEMORANDUM β€οΈ
1 Bulan yang lalu, 5 Agustus jam 17:51 K'Uti (kupanggil begitu) menyapa via WA. Waktu itu berasa ga enak, dan kuabaikan dengan membahas seputaran cokelat. Hanya dalam waktu yang ga sampai 4 menit, sapaan itu berubah menjadi kabar duka. Kaget? Pasti!
Chat terus berlanjut, tapi otakku langsung menjelajah ke ingatan sebelumnya.
1. Yang kutahu (dengan perkiraan sendiri), K'Uti memang sedang sakit dan saat itu dalam masa pemulihan. Nampak jelas dalam tiap chatnya: berasa semangatnya, aku sembuh.
2. Rutin membelikan chocolate bin buat anaknya (Emma yang berusia 4th, yg s**a menyanyi & menari), yang dijatah 8 bean/ hari. Dengan komposisi 60:40.
Selain itu juga penggemar Coreng untuk konsumsi pribadi.
3. Beberapa waktu yang lalu (sebelum ada kabar duka), K'Uti sempat mengungkapkan kebingungannya "kapan" bisa order coklat lagi buat Emma, katanya: "aku bingung..."
Dan..begitu tidak pekanya aku jawab:
Tenang aja' Kak.. Kan Kakak sudah kasih alamat yang baru.
Ya' itu jawaban yang keluar dengan spontannya, mengingat karena Covid K'Uti jadi tinggal lama di Sukoharjo. Dan awal Juli mengabarkan akhirnya bisa p**ang ke Jakarta.
K'Ita (mommy Emma), Adik K'Uti mengabarkan berita duka itu dengan 's**acita' (kuartikan secara pribadi begitu): K'Uti sudah p**ang ke rumah Bapa dengan senyum di bibirnya. Iya, K'Uti tersenyum. Aku percaya π
K'Ita menanyakan orderan cokelat yang slama ini sudah menjadi ritual K'Uti. Ya, K'Ita melanjutkan 'tugas' K'Uti untuk membelikan coklat buat Emma. Sekedar cokelat... Mungkin orang lain menganggap hal yang sepele. Tapi jauh dari hal sepele... Jika yang dianggap hal sepele saja begitu rumit memilih nya, apalagi yang utama: Emma.
Dari hasil ngobrol dengan K'Ita, ternyata Emma memanggil mamanya (K'Uti) dengan panggilan: mama auntie. Dan memanggil K'Ita: mommy.
Wow... Suatu hal luar biasa yang sudah direncanakan dengan matang untuk masa depan Emma.
Sampai jumpa dirumah Bapa di sorga K'Uti. Sudah sebulan ini kakak meninggalkan dunia ini & menjadi balerina di sorga.
Maafkan aku yang tidak peka.
Terimakasih sudah memberi contoh hidup yang sederhana namun nyata & terus berdampak.