03/03/2020
WASPADA KOLESTEROL TINGGI !!!
Kolesterol Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Kronis...
Bila kandungan kolesterol dalam kondisi tinggi serta tidak lekas diatasi, bisa memicu bertumpuknya plak di pembuluh darah.
Plak ini bisa membuat arteri menyempit serta mengakibatkan kondisi yang disebut atherosclerosis yang nanti akan batasi saluran darah serta beresiko membuat gumpalan darah.
Oleh karena itu kandungan kolesterol dalam darah harus terus dijaga dalam kondisi normal yang berkisar pada 240 mg/dL.
Jika kadar kolesterol sudah berlebih, dapat mengakibatkan beberapa penyakit beresiko seperti :
1. Stroke
Plak yang menumpuk karena kandungan kolesterol tinggi bisa membuat kamu beresiko serius alami kekurangan atau memotong pasokan darah ke bagian utama di otak. Bila hal itu berlangsung, dapat mengakibatkan stroke.
Ada gejala-gejala stroke yang bisa kita cermati, seperti mendadak limbung, pusing, muka tampak asimetris (kelopak mata turun atau mulut bergerak di satu sisi), satu anggota badan tidak dapat berjalan atau mati rasa.
2. Serangan Jantung
Bila plak yang tercipta memecah, gumpalan darah bisa terjadi pada tempat itu hingga menutup saluran darah. Masalah ini dapat mengakibatkan menyusutnya kandungan oksigen serta nutrisi yang disebut dengan ischemia atau iskemik. Serangan jantung atau bahasa medisnya myocardial infarction akan muncul karena situasi tersebut .
Gejalanya ditandai dengan perasaan sesak serta ngilu di dada atau lengan, sulit bernapas, perasaan mual atau mulas, serta kelelahan akut. Serangan jantung berlangsung mendadak serta tiada tanda-tanda awal mulanya, serta jadi pemicu kematian yang cukup besar bahkan juga bagi orang yang masih tetap muda sekalipun.
3. Hipertensi
Waktu arteri menebal serta menyempit karena plak kolesterol atau atherosclerosis, jantung harus berupaya keras untuk memompa darah melaluinya.Dan oleh karena itu, tekanan darah jadi tinggi dengan cara abnormal.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat juga jadi salah satu pemicu dari beberapa jenis permasalahan atau penyakit jantung.
4. Jantung Koroner
Sebuah penyakit utama yang dikarenakan oleh kolesterol tinggi. Kolesterol Jahat (Low Density Lippoprotein atau LDL) yang tinggi akan menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri, hingga mengakibatkan plak yang disebut aterosklerosis.
Plak ini mengakibatkan arteri jadi sempit, hingga saluran darah juga melambat serta menurunkan konsumsi darah ke jantung, yang menyebabkan tanda-tanda ngilu dada (angina). Bila kandungan kolesterol tidak diturunkan, plak bisa menumpuk bertambah banyak hingga kemudian menutup total pembuluh darah jantung, serta mengakibatkan serangan jantung.
Kolesterol Tinggi Picu Kematian Mendadak
Mentang-mentang masih muda banyak orang yang lantas tak peduli dengan makanan yang diasup. Padahal, tanpa disadari kadar kolesterol jahat dalam darah sudah tinggi.
Maka dari itu, jangan segan melakukan cek kolesterol.
Kolesterol merupakan molekul sejenis lemak dalam aliran darah. Dalam kadar normal, kolesterol adalah sahabat bagi sistem tubuh manusia.
"Kolesterol diperlukan untuk membentuk membran sel, membentuk hormon, juga sumber energi," kata dr.P.Tedjasukamana, Sp.JP, ahli jantung.
Ia menjelaskan, ada dua jenis kolesterol, yakni low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat.
LDL berfungsi mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Kelebihan LDL menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri.
Sementara itu jenis lemak lain adalah high density lipoprotein (HDL), yang memiliki fungsi berlawanan dengan LDL.
"HDL atau kolesterol baik ini berfungsi membuang kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dan mencegah penumpukan," kata dr.Tedja
Kadar LDL yang berlebih akan menyebabkan penumpukan di pembuluh darah.. lama kelamaan akan menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya adalah serangan jantung atau STROKE.
Kematian mendadak akibat serangan jantung ini harus diwaspadai karena angkanya terus meningkat. "Jantung koroner merupakan penyakit pembunuh yang paling ditakuti.
Sekitar 80 persen meninggal secara mendadak," katanya.
Ada beberapa faktor risiko penyebab kolesterol yang tidak bisa diubah, yakni faktor usia, ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, dan jenis kelamin. Pria beresiko tinggi menderita penyakit jantung koroner, namun risikonya sama pada wanita yang sudah menopause.
Gaya hidup merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Konsumsi makanan tinggi lemak, kurang berolahraga, serta merokok, memicu naiknya kadar kolesterol.
"Makanan yang tinggi lemak dan kolesterol yang kita asup akan menambah jumlah kolesterol dari hati. Karena itu batasi jumlah kalori yang diasup sesuai kebutuhan energi kita," kata dr.Endang Darmoutomo, Sp.GK, dalam kesempatan yang sama.
Makanan sumber kolesterol antara lain telur, udang, jeroan, dada ayam, sirloin steak, dan masih banyak lagi. "Kolesterol hanya dihasilkan oleh sumber protein hewani. Makanan yang tidak mengandung kolesterol pun jika diolah dengan minyak jenuh akan menjadi lemak yang akan diubah menjadi kolesterol," paparnya..
Bersihkan plak kolesterol yang menyempitkan pembuluh darah dengan minum pil hitam Neosaipress dan Biosaipress cair.