02/09/2026
Pintu mana yang terbuka dan yang Tepat untuk anda ? “Sebaiknya saya mengambil DBA atau PhD?”
Semakin saya memikirkannya, semakin saya sadar bahwa kita mengajukan pertanyaan yang keliru.
Pertanyaan yang sebenarnya *bukanlah “Gelar mana yang lebih baik?*” melainkan *”Dampak seperti apa yang ingin Anda ciptakan?”*
Baru-baru ini, saya berkesempatan berbagi pandangan mengenai hal ini dengan University of Edinburgh Business School. Hal itu membuat saya merenungkan betapa berbedanya cara kedua perjalanan doktoral ini dalam mempersiapkan Anda menghadapi masa depan.
* Jika minat Anda terletak pada penemuan teori baru dan pengembangan ilmu akademis, PhD adalah jalur yang luar biasa.
* Namun, jika minat Anda bermula dari masalah bisnis nyata—seperti meningkatkan pengalaman pelanggan, mewujudkan AI yang lebih bertanggung jawab, mengurangi tingkat keluar-masuknya karyawan (*employee attrition*), mentransformasi layanan kesehatan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga, atau membangun organisasi yang lebih baik, maka DBA membekali Anda dengan sarana untuk meneliti masalah-masalah tersebut secara akademis sekaligus menciptakan dampak praktis didalam dunia usaha di dunia.
Perbedaannya bukan terletak pada gengsi, melainkan pada tujuannya.
* PhD mengajukan pertanyaan: “Apa yang belum diketahui oleh dunia?”
* DBA mengajukan pertanyaan: “Masalah apa yang dapat dipecahkan oleh organisasi usaha dengan lebih baik?”
* Keduanya menuntut penelitian yang mendalam dan cermat..
* Itulah sebabnya *kandidat DBA pada umumnya bukanlah seseorang yang bercita-cita menjadi akademisi.*
* Mereka adalah pemimpin, eksekutif, atau pemilik bisnis berpengalaman yang memiliki pengalaman nyata bertahun-tahun serta sebuah pertanyaan yang layak mendapatkan jawaban berbasis penelitian.
Putri Setiawan Theresa Learns Sherly Tjoanda Lidya Trisusilowati