07/04/2022
Assalamu'alaikum buibu π
Siang itu cuaca panas menyengat, aku seakan tergesa-gesa mencari sesuatu yang ingin ku beli di pasar. Hah.. kemana dia? Aku yakin meletakkannya disini. bergegas berlari sana-sini berharap aku lupa meletakkannya, meski mustahil. Berhenti sebentar Ya Allah gak ada (dalam hati), seketika suasana hatiku berubah kacau seperti klakson yang saling bersaut. Jadi beneran HILANG ini hmmm.. π
"Sabar ya, Insya Allah akan diganti Allah dengan yang lebih baik. Ikhlaskan, semua yang kita punya kan hanya titipan,β begitu ujar bapak paruh baya penjaga toko langgananku untuk sedikit menenangkan dan menghibur.
Kalimat penghibur yang "standart" (ketus ku dalam hati) π€
Tapi memang begitulah sebenarnya kan?
Semua orang tahu pasti bahwa apa yang kita miliki sejatinya hanyalah titipan, tapi tetap kehilangan karena dicuri itu menyebalkan bukan? Hahaha ππ
Setelah meraung-raung histeris, yang pernah merasakan kehilangan pasti tahu rasanya ya buibu. Saat kita sudah yakin bahwa semua yang kita punya hanyalah titipan, sudah seharusnya juga kita siap bahwa suatu saat sang pemilik akan mengambilnya kembali. Soal kapan, dimana, dan dengan cara apa diambil masih misteri yang kita tidak pernah tahu.
Ketika sang pemilik mengambil kembali apa yang dititipkan pada kita, barang harus dikembalikan. reaksi yang dititipin pun bermacam-macam.
ada yang ikhlas, was-was, bahkan tidak ikhlas.
Mereka yang mampu ikhlas ketika barang titipannya diminta kembali, merekalah orang sudah paham konsep titipan. Jadi, ketika kehilangan itu datang, dia akan mengembalikannya dengan ikhlas, bersyukur dan berterima kasih karena selama ini telah dipercaya untuk dititipi.
Kehilang disini bukan dimaksud soal barang semata yaa buibu, anak yang kita sayangi, pendamping kita (suami/istri), orang tua kita, jabatan, kendaraan, dll.
Allah memberikan musibah tersebut bukan tanpa alasan atau sebab. Semata, Allah ingin umatnya untuk selalu mengingatNya, berdoa dan mendekat padaNya. Oleh sebab itu, meskipun dipenuhi dengan perasaan kecewa karena kehilangan, tapi jangan sampai hal itu membuat kita membenci atau marah kepada Allah. Sebaliknya, semakin sabar dan bertawakkal kepada Allah SWT