20/03/2019
SURAT CINTA UNTUK YANG NGAKU PEJUANG KELUARGA
Bismillah....
Sudah beberapa bulan ini setiap habis Subuh alhamdulillah bisa baca Quran dengan terjemahannya. Lagi mendawamkan.
Jujur, saya belum pernah baca terjemahannya sampai tuntas dari Al-Fatihah sampai An-Naas. Ada yang sudah?
Pada setiap terjemahan ayat yang dibaca, selalu saja ada yang menarik dan nyangkut sesuai dengan realita hidup yang saya jalani.
Termasuk pagi ini. Saya disuguhkan dengan ancaman ayat-ayat tentang riba.
Duh, beneran ini bikin baper. Sejak digaungkannya tentang riba, saya masih nolak. Alasannya gini:
"Zaman now gimana mau lepas dari riba? Bank, sistemnya ribawi. Investasi dengan prosentase tetap juga ribawi. Bagaimana bisa lepas dari pusaran ini?"
Ngomong kayak gini dengan hati yang sok bener. Padahal benar apa yang dikatakan.
Terbukti, bisnis saya justru malah bikin saya kayak ORANG GILA.
Persis, sesuai dengan yang dikatakan Allah dalam Quran yang saya baca pagi ini.
"Orang-orang yang memakan harta riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah MENGHALALKAN JUAL BELI dan MENGHARAMKAN RIBA." (QS. Al baqarah:275)
Ada yang nggak sependapat dengan saya? Saya sih peduli amat, toh saya yakin bagi yang ngejalaninnya pasti ngerasain hal yang sama. Sehebat apapun dia ngomong tentang "Zaman sekarang mah susah keluar dari riba."
Selesai sampai disini? Nggak. Di ayat selanjutnya Allah bilang gini:
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang dalam kekafiran dan bergelimang dosa." (QS. Al-Baqarah:276)
Saya nggak tahu tafsir ayat di atas. Tapi kalimatnya jelas, Allah memusnahkan riba. Saya mikir, pantas saja semua usaha saya dalam membangun bisnis dengan dimulai dari pinjaman hancur. Ini tho, Allah musnahin siapa saja yang mainan riba. Allah...
Selesai? Belum juga. Allah memang tahu orang-orang bebal seperti saya harus dihajar habis-habisan.
Ayat 278 Allah bilang:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman."
Deg, ayat ini diawali dengan kalimat sapaan "wahai orang-orang yang beriman..." Duh, saya ingin berada dalam barisan orang-orang yang beriman ini. Tapi sisa riba masih ada.
Dari ayat ini, jelas saya belum benar-benar beriman. Kenapa? Sisa riba masih ada... hiks...
Saya merasakannya 5 tahunan yang lalu. Bisnis hancur.
Maka di K-LINK Indonesia ini saya berusaha menebus kesalahan saya di masa lalu, Saya hanya ingin membisniskan sesuatu karena nilai manfaatnya dan jauh dari riba.
Hal ini tercermin dari Tagline K-LINK Indonesia, K-Link Solusi Hidupmu Bisnis K-LINK Patuh Syariah
KEBERMANFAATAN SECARA ILMU KEBERMANFAATAN SECARA FINANSIAL.
Manfaat ilmu, karena saya yakin hidup ini sesaat. Allah yang tahu kapan saya meninggal, sementara saya nggak tahu. Maka salah satu caranya mewakafkan ilmu-ilmu praktis Digital Marketing dengan pola pola yang sudah terbukti menghasilkan.Juga ilmu ilmu lainya.
Selanjutnya:
KEBERMANFAATAN SECARA FINANSIAL.
Kita sadar, bahwa hidup butuh finansial. Sayangnya sering kali kita lupa bahwa finansial ini seharusnya menjadi "alat perang kita" untuk akhirat kelak.
Kuncinya NIATKAN ketika menjadi PEJUANG KELUARGA BERSAMA K-LINK INDONESIA adalah karena kita sedang BERJIHAD untuk keluarga kita dan kita sedang MEMBANTU ORANG LAIN BERJIHAD memenuhi kebutuhannya,menjadi solusi atas masalah mereka.
Dengan begitu kita mendapatkan dua hal. Membantu mencukupi kebutuhan orang lain dengan cara mengajak mereka menjadi PEJUANG KELUARGA BERSAMA K-LINK & K-SYSTEM INDONESIA dan menjadi penyambung ilmu-ilmu yang ketika ilmu itu massive dan viral, janji Allah, ia akan menaungi kita ketika sudah meninggal. Aamiin...
Terakhir, saya nggak perlu ngasih Anda motivasi, karena saya yakin ketika mendengar PEJUANG KELUARGA, maka Anda akan teringat bahwa Keluarga KITA memang layak mendapatkan yang terbaik dari diri kita seutuhnya. Aamiin...
Selamat Liburan..