05/12/2019
Mengapa terkadang sulit untuk hamil?
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan (kemampuan kita untuk hamil) bervariasi dan mungkin disebabkan oleh gaya hidup kita, kesehatan fisik atau emosi kita, atau kesalahpahaman sederhana tentang bagaimana sistem reproduksi kita bekerja.
Sangat penting untuk mempelajari semua hal yang dapat Anda lakukan tentang kehamilan bahkan sebelum Anda mencoba untuk hamil, jadi Anda dapat mempersiapkannya dengan baik dan memahami apa yang terjadi dengan tubuh Anda. Ini akan membantu menghilangkan harapan palsu yang mungkin mengecewakan Anda dalam jangka panjang.
Faktor-faktor umum yang mempengaruhi kesuburan wanita
Kontrasepsi: Wanita yang telah menggunakan kontrasepsi selama bertahun-tahun sering melaporkan harus menjalani periode penyesuaian setelah mereka berhenti, yang dapat memiliki dampak besar pada kesuburan dan waktu yang dibutuhkan untuk hamil. (mis. Seorang wanita yang menerima suntikan hormon harus menunggu 6-9 bulan setelah yang terakhir sebelum mencoba untuk hamil.)
Sistem reproduksi: Penelitian menunjukkan bahwa satu dari dua pasangan sebenarnya mencoba hamil pada waktu yang salah dalam sebulan. Ini tidak termasuk pasangan yang berpikir bahwa semakin banyak jenis kelamin yang Anda miliki, semakin besar peluang Anda untuk hamil (justru sebaliknya — terlalu banyak seks dapat mengurangi jumlah sperma dan, dengan demikian, kemungkinan hamil). Pasangan yang serius menginginkan anak perlu belajar semua yang mereka bisa tentang sistem reproduksi mereka dan siklus ovulasi.
Umur: Kesuburan kita mencapai puncaknya saat pubertas dan secara bertahap menurun seiring bertambahnya usia. Setelah 35, ia turun lebih cepat dan kualitas telur yang tersisa tidak begitu baik. Karena semakin banyak pasangan yang memilih untuk menunggu sebelum memulai sebuah keluarga, faktor ini menjadi semakin umum.
Gaya hidup: Sangat penting untuk memiliki gaya hidup sehat, tetapi ini menjadi lebih penting jika Anda berencana untuk membawa kehidupan di dalam diri Anda, karena organ seksual Anda harus berada dalam kondisi terbaik mereka. Pertahankan pola makan yang sehat, tetap pada berat badan yang sehat, masuk ke kebiasaan tidur yang baik, aktif dan kembangkan teknik manajemen stres yang baik. Tentu saja, jika Anda seorang perokok, atau jika Anda minum alkohol secara teratur, kebiasaan buruk ini akan berdampak negatif pada kesuburan Anda.
Ovulasi: Studi menunjukkan bahwa 33-50wanita yang memiliki masalah kesuburan sebenarnya memiliki masalah ovulasi. Siklus ovarium wanita sangat kompleks dan diatur oleh hormon yang dapat sulit diprediksi dan lebih mudah terpengaruh, yang pada gilirannya mempengaruhi kesuburan. Faktor-faktor seperti kenaikan berat badan (atau kehilangan), stres atau penyakit dapat mempengaruhi siklus dan membuatnya lebih sulit untuk hamil. Banyak wanita juga memiliki siklus alami yang tidak teratur karena sindrom ovarium polikistik, yang dengan sendirinya mengurangi kemampuan untuk hamil.
Masalah fisik: Sumbatan pada saluran telur yang menghalangi sperma mencapai telur, endometriosis atau fibroid uterus dapat mencegah kehamilan. Untuk mendiagnosis penyakit fisik dengan benar dan menerima perawatan yang sesuai, konsultasikan dengan dokter Anda untuk tes dan sumber daya yang tepat.
Keadaan emosional: Meskipun sulit untuk tidak mengontrol apa yang terjadi dengan tubuh Anda, penting untuk tidak menjadi obsesif. Ini mungkin mengganggu siklus ovarium Anda karena stres dan, dengan demikian, memperburuk keadaan.
Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan: Dalam kasus yang jarang terjadi, meskipun tes mengungkapkan tidak ada masalah fisik atau masalah kesuburan, beberapa wanita masih tidak dapat hamil. Ini bisa menjadi situasi yang sangat menegangkan dan membuat frustrasi bagi pasangan yang tidak tahu cara meningkatkan peluang kehamilan. Hanya sepertiga dari pasangan yang mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan akan hamil tanpa intervensi medis dalam jangka waktu tiga tahun, sementara yang lain akan menggunakan teknik reproduksi bantuan, seperti fertilisasi in vitro (IVF).