29/03/2026
Part 2: FISABILILLAH GELAR MULIA PENUNTUT ILMU (Pesan Almarhumah Ibunda)
Genap sudah 33 hari dikebumikan sosok yg paling saya hormati dan segani yaitu Direktur Utama (Dirut) Perusahaan kami (saat itu saya masih Karyawan). Rasa berduka tentu belum hilang dari hati dan ingatan kami (papa dan saya). Papa berpikir bahwa masih ada jalan memperjuangkan apa yg sudah menjadi keputusan dari Dirut yaitu beasiswa buat saya melanjutkan pendidikan D3 sesuai profesi saya.
Kamis adalah hari pilihan papa untuk menyambangi kantor PT, tepat 33 hari meninggalnya sang Dirut. Papa mesti pagi-pagi sekali berangkat dari kampung, agar bisa menemui pengganti Dirut agar tidak terlalu siang. Kesibukan Manajemen PT saat siang hari, bukan waktu yg tepat untuk memfasilitasi tamu yg tanpa schedule atau pertemuan yg sudah diatur janji sebelumnya. Namun tetap berusaha sebagai bentuk kesungguhan menjemput harapan.
Papa berangkat bukan dengan kendaraan sendiri, tetapi transportasi umum Minibus L300 (superband) satu-satu pilihan utama untuk menjangkau kota pekanbaru dari kampung. Usia 62 tahun tidak sekuat dan selincah saat masih aktif sebagai PNS yaitu menjabat Kepala SDN. Papa kemana-mana menaiki Vespa Putih yg menjadi kebanggaan keluarga kami. Ibunda dan kami anak-anaknya sudah tidak mengizinkan papa berkenderaan lagi, apalagi menempuh waktu lama dan jarak yg jauh. Kegiatan pagi itu, membuktikan kata-kata kegigihan dan nasehat papa bahwa "berjuang adalah kewajiban setiap manusia untuk merubah nasib, bukan takdir" Filosofinya sangat tepat:
"Tidak akan berubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berusaha untuk merubahnya"
Sampai di Pekanbaru, papa bergegas mengajak saya menjumpai pihak manajemen PT, karena pengganti Dirut masih menerima tamu, kami berdua menunggu di kursi tamu. Ada suatu hal yg berbeda, saat sang Dirut masih hidup. Biasanya setiap tamu yg menunggu, akan disuguhkan minuman, sembari menunggu waktu bertemu manajemen. Ini perasaan dan pandangan sekilas aja, atau memang kesibukan para staff setelah sang Dirut tidak memimpin perusahaan ini lagi.
21 menit lebih kurang kami akhirnya dipersilahkan memasuki ruangan pengganti Dirut. Ada sedikit kekakuan yg saya lihat. Papa akhirnya berkisah tentang pertemuan kami sebelum Almarhum Dirut berangkat ke Jakarta, yg mengeluarkan putusan memberikan beasiswa penuh pendidikan buat saya, dengan syarat masih pendindikan sesuai profesi (artinya tidak boleh menyimpang atau berseberang dengan profesi saya). Papa terlihat tenang dan rinci menceritakan, history yg menjadi dasar kedatangan kami menghadap pengganti Dirut.
Apakah tanggapan pengganti Dirut? Penasaran kan? 😆 Kita lanjutkan...tenang gak langsung ke Part 3.
Pengganti Dirut, seorang mubaliqh, mestinya melihat sebuah keputusan yg sudah diambil oleh Almarhum Dirut adalah sebuah amanah yg harus dilanjutkan. Rasa tersambar petir di siang bolong, mendengar tanggapan pengganti direktur: "tidak bisa melanjutkan sebuah keputusan yg hanya dengan lisan, saat ini kami membutuhkan tenaga elektromedis, jika anak bapak ingin dibiayai kuliahnya, kami siap menyekolahkan ke D3 Elektromedis".
Artinya sudah sangat jelas, saya dipaksa untuk memilih Elektromedis jika ingin dibiayai penuh pendidikannya, jika untuk melanjutkan pendidikan sesuai profesi saya, maka tidak ada bantuan beasiswa. Pengganti Almarhum Dirut memberikan kesempatan untuk berpikir dan mengambil keputusan selama 3 hari ke depan. Hal ini menegaskan hari senin atau selasa adalah keputusannya.
Rasa disambar petir di siang bolong, perasaan sedih, kecewa dan kesal atas keputusan pengganti Almarhum Dirut. Pupus sudah harapan untuk melanjutkan pendidikan. Ada semacam nyali sedang diuji, kehormatan rasa tertantang. Dalam hati bertekad, tidak akan melanjutkan kuliah jika di luar profesi. Rezeki Allah SWT maha luas, jika kita bersungguh-sungguh maka pasti ada jalannya. Ingin rasanya disaat itu juga memberi keputusan langsung kepada pengganti Almarhum Dirut, tetapi etika ketimuran masih istiqomah dijalankan. Rasa kacau beliau di hati, hanya papa dan saya simpan baik, dan langsung pamit.
Next Part 3, Kuliah D3 dari Swadaya Mandiri👍