Sahabat Berbagi

Sahabat Berbagi saling berbagi apapun yang semoga memberikan manfaat

22/06/2023
03/08/2022

Anak adalah hak prerogatif Allah
Kedatangannya adalah penyempurna bagi orang tuanya
Maka syukurilah

26/06/2022

Segala sesuatu yang diberikan Allah pasti bermanfaat dan tepat untuk kita
_____❤️_____

05/03/2022
05/09/2020

Kejujuran Seorang Penggembala Domba

Ibnu Umar melewati seorang budak yang sedang menggembala domba di gurun. Umar berkata untuk mengujinya, ”Hai, juallah kepada kami domba-domba itu!” Penggembala domba itu berkata, “Saya bekerja kepada seseorang dan saya diamanahkan untuk menjaga domba-domba ini.”
Kemudian Ibnu Umar berkata untuk menguji keimananannya, “Beritahu saja pemiliknya bahwa segerombolan serigala telah memakannya.”
Penggembala domba yang hatinya dipenuhi perasaan takut kepada Allah itu berkata, “Apa yang akan saya katakan kepada Allah?”, “Apa yang akan saya katakan kepada Allah jika saya memberitahu pemilik domba ini bahwa segerombolan serigala telah memakannya?”, “Jadi apa yang akan saya katakan kepada Allah?”, “Apa yang akan saya katakan ketika anggota tubuh saya kelak yang berbicara?”.
Kemudian Ibnu Umar menangis, dan mengutus seseorang untuk membayar dan memerdekakannya dari statusnya sebagai budak.

07/08/2020

Awal mula penciptaan Baitullah Ka’bah.
Masih edisi kangen …
----

Imam Abu Walid al-Arzaqi, menyandarkan (memarfu’kan) kisah ini pada Sayyidina Ali bin Husein radhiyallahu anhuma:

Suatu ketika, cucu Sayyidina Ali dan cicit Rasulullah shallallahu alayhi wasallama ini, di datangi seseorang yang bertanya tentang asal usul Ka’bah. Dengan pertanyaan berlapis:

“Apa yang kau tanyakan” tanya cicit Rasulullah, Sayyidina Ali radhiyallahu anhu.

“Aku ingin menanyakan tentang asal muasal Baitullah ini: Kenapa ia dibangun? Dimana? Sejak kapan? Dan bagaimana dengan batunya?”

“Baik. Sebelumnya. Identitas sampeyan?”

“Aku salah satu penduduk Syam,”

“Rumahmu?”

“Tepatnya di dalam Baitul Maqdis.”

“Apakah kau pernah membaca dua kitab itu? (Yakni Taurat dan Injil)”

“Pernah” jawabnya singkat.

“Hei, Saudaraku Ahli Syam, hafal baik-baik ini, sebab hanya kebenaranlah apa yang kuriwayatkan: Asal muasal adanya thawaf di Baitullah ini, karena Allah Ta’al berfirman pada Malaikatnya;
إِنِّي جاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
(Sungguh! Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi – alBaqarah 30).
Lalu, Malaikat berkata: ‘O, Tuhanku. Apakah Engkau hendak menjadikan khalifah selain golongan kami? Bukankah mereka; manusia, kelak, adalah segolongan kaum yang s**a merusak bumi?! S**a mengalirkan darah sesama, s**a saling hasud, saling benci, saling marah, dan saling berselisih?! O, Tuhanku jadikanlah posisi khalifah itu untuk Kami, sebab Kami tidak akan merusak bumi, tidak saling mengalirkan darah, tidak saling marah, tidak saling menghasud, dan kamipun tidak akan pernah memberontak perintahMu; Kami senantiasa bertasbih dengan memuji serta mensucikanMu, Kami selalu taat dan tak pernah maksiat padaMu’. Kemudian Allah ta’ala berfirman:
إِنِّي أَعْلَمُ ما لا تَعْلَمُونَ
(Sungguh! Aku lebih tahu apa yang tidak kalian ketahui)”.

Sayyidina Ali bin Husein radhiyallahu anhuma melanjutkan jawabannya:

“ … Malaikat menyangka. Apa yang mereka katakan adalah bentuk bantahan pada Tuhannya azza wa jalla, dan itu membuatNya murka. Lalu mereka berduyun-duyun memohon pertolongan dengan perantara ‘Ars, mereka menengadahkan kepalanya, memberi isarat dengan jemarinya, mereka mengiba dan menangis berharap belas kasihan atas murkaNya, kemudian melakukan thawaf selama tiga sa’ah (jam) di sekililing ‘Ars.

Tak lama kemudian. Allah berbelas-kasih pada mereka dan menganugrahkan rahmatNya. Lalu menciptakan Bait (rumah) dibawah ‘Ars dengan empat cakram/pilar dari batu zabarjad, memolesnya dengan batu yaqut merah, dan menamainya dengan ad-Dzarrah (pusara). Kemudian Allah ta’ala berfirman pada Malaikat: ‘Thawaflah kalian di bait ini, dan tinggalkanlah ‘Ars’. Maka malaikat berthawaf di Bait dan meninggalkan ‘Ars, jadilah itu mempermudah mereka. Itulah Baitul Makmur (Rumah yang di ramaikan) yang Allah azza wa jalla pernah firmankan; sehari semalam ada tujuhpuluh ribu malaikat memasukinya tanpa kembali selamanya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengutus malaikat, dan berfirman: ‘Bangunkan untukKu sebuah Bait dibumi yang seperti ini dan kira-kiranya. Lalu, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan makhluk di bumi untuk thawaf mengelilingi Baitullah ini, sebagaimana penduduk langit berthawaf di Baitul Makmur.”

(Entah siapa sejatinya lelaki penanya ini. Tapi diakhir kisah. Ia menjawab)

“Engkau benar, Hei keturunan putri Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallama, Hakadza Kaana; begitulah kejadiannya.”

(Diterjemah dari Nihayatul Arabnya Syaikh Syihabuddin an-Nuwairy Bab Malaikat membangun Ka’bah sebelum penciptaan Nabi Adam ‘alaihis-salaam, dengan sedikit penyesuaian lay-out dan bahasa tentunya. Hehe. Mugi manfaati. Wallahu A'lam bis-Shawaab).

29/07/2020

Kisah Imam Hasan Al-Bashri RA Dan Kurma Hasil Dari Menceritakan Kejelekan

Kisah Imam Hasan Al-Bashri RA ini akan membuat kita takjub dan merenung.

Pada suatu hari Imam Hasan Basri mendengar bahwa seseorang telah menjelek-jelekkan dirinya, Mencaci dan Memfitnahnya. Maka dia mengirimkan kepada orang itu satu nampan penuh kurma yang sangat baik sebagai hadiah.

Tiba-tiba orang itu datang menemui Imam Hasan Basri.

“Aku berkata jelek, mencaci dan memfitnah anda, kenapa anda mengirimkan hadiah kurma kepadaku?” tanya orang itu heran.

“Anda telah menceritakan kejelekanku, berarti anda telah menghadiahkan pahala kebaikan anda kepadaku, maka aku ingin memberikan balasan kepada anda” jawab Imam Hasan Basri.

26/07/2020

Suasana sekitar Masjidil Haram per tanggal 1 bulan haji

Diksi Kanjeng Nabi selalu mempesona dalam menanggapi setiap pertanyaan. Senantiasa di-iramakan sesuai dengan nada gemerc...
19/07/2020

Diksi Kanjeng Nabi selalu mempesona dalam menanggapi setiap pertanyaan. Senantiasa di-iramakan sesuai dengan nada gemercik kalimat penanya.

Pesona diksi Kanjeng Nabi:

[ ويْلَكَ، وما أعْدَدْتَ لَهَا ]

Irama jawaban tersebut memang sangat singkeron dengan nada pertanyaan ahlul badiyah [meski maqol tersebut bukan berarti utk menyergah, dan bukan p**a diungkap utk penghinaan]. (Tapi jika ditujukan utk athies, penggunaannya bisa mengarah kesitu).

من مثل العرب المشهورة: (لكل مقام مقال، ولكل مقال مقام)

Artinya, pertanyaan athies spt itu [pada meme], jelas menunjukkan betapa kerdil dan hinanya pemikiran mereka. Lebih menyoroti barang recehan yang beranjak dari khayalan, ketimbang memikirkan persiapan bekal dalam menghadapi perkara super besar yang benderang berealita dan amat nyata.
-

[Tentang jatuhnya pristiwa Qiyamat pada hari Jum`at]

Adapun masalah terjadinya Qiyamat pada hari Jum`at, ini merupakan bagian dari perkara yang hanya bisa sergap oleh cahaya iman, dan bukan oleh gemerlap pemikiran atau kecerdasan. Perkara saat terjadinya Qiyamat adalah pristiwa yang tidak bisa di qiyas dengan hari² biasa. Karena pada hari itu, kondisi semesta jelas berbeda. Segenap planet sudah tidak beraturan seperti semula.

Dikatakan:

أن التوقيت الذي يوقته الناس سوف يختل أمره، لأن مبناه على طلوع الشمس وغروبها، وذلك كله سوف يتغير قبل أن تقوم الساعة.

Bahwa gugusan waktu yang begitu anggun beraturan disaat keadaan masih normal, maka menjelang Qiyamat akan berantakan. Itu disebabkan oleh karena gugusan waktu yang sedemikian rapi ini berkaitan erat secara sistematis dengan rotasi bulan, matahari dan planet² yang lain. Sedangkan menjelang Qiyamat, perjalanan rotasi planet² itu akan terbengkalai dan berantakan.

فإذا اختل نظام الشمس، طلوعها وغروبها؛ فكيف يُتحكم بنظام مبني على حركتها وطلوعها وغروبها؛ وحال ذلك كله في ذلك الحين.

Nah, apabila sistem peredaran matahari sudah tidak beraturan lagi, [yang tadinya terbit dari ufuq timur, lalu tiba² terbit dari ufuq barat], maka dalam kondisi seperti itu, akal sudah tidak berfungsi utk mempredeksi hitungan hari.

Waspadalah..! Tenggelam memikirkan perkara yang tdk dijangkau oleh akal yang amat terbatas [dalam perkara spt ini], merupakan pertanda sesorang akan terjebak pada jurang kebinasaan, dan akan terus berkembang pada kecenderungan utk mengedepankan akal yang terbatas ketimbang taslim terhadap nash.

Dititik inilah kehebatan Islam yang mendektorin habis segenap pemeluknya utk mengimani khabar yang sudah ada. Makanya muslim sejati tidak pernah neko² dalam perkara seperti ini. Begitu kata nash, maka dia langsung tunduk dan patuh serta diam 1000 bahasa

09/05/2020

Dimana Kain KAFANKU ???

Ribuan gulung kain di perjual-belikandi pasar-pasar.
Ada begitu banyak kain putih yg sedang dibeli, diukur dan dipotong …
Ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan.

Ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya
“UNTUK SIAPA AKU AKAN DI BELI ???”

Esok hari siapa gerangan pembeli berikutnya.
Mungkin saja kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal.
Mungkin saja kain putih itu kita sendiri yang akan membelinya untuk tetangga atau orang tua kita.

Mungkin saja seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur.

Kita boleh saja tertawa, tapi mungkin saja kain kafan kita dalam proses pengiriman barang yang sedang disusun digudang-gudangkain itu.

Kita boleh saja merancang masa depan tapi mungkin saja kain kafan kita sedang dipesan si pemilik toko.

Kita boleh saja tertidur nyenyak, tapi mungkin saja seorang penenun sedang memintal kain kafan kita.

Kita boleh saja menikmati keindahan dan kesenangan, tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafan kita.

Kita tidak pernah tahu kapan hidup kita berakhir …
Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan …

Tapi yang jelas kain itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan …

SEANDAINYA KAIN KAFAN ITU BOLEH BERBICARA …
Tentu DIA AKAN MEMINTA AGAR DIGUNAKAN PADA ORANG SOLEH dan SOLEHAH …

04/05/2020



TERNYATA SUAMIKU....

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami isteri itu belum dikuruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “Masih belum punya anak juga ya, masalahnya pada siapa ya? Suaminya atau isterinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi buah bibir.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami isteri itu pergi ke dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil ujian laboratorium mengatakan bahwa sang isteri mandul, sementara sang suami tidak ada masalah. Tidak ada harapan bagi sang isteri untuk sembuh dan hamil.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil ujian laboratorium dan membiarkan sang isteri menunggu di ruang tunggu khusus wanita (terpisah dari kaum pria). Sang suami berkata kepada dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada isteri saya bahwa masalahnya ada pada saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa".

Tentu saja dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa dokter. Akhirnya dokter setuju untuk mengatakan kepada sang isteri bahwa masalah ada pada sang suami dan bukan ada pada sang isteri.

Sang suami memanggil sang isteri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang isteri ia memasuki ruang dokter.

Maka sang dokter membuka sampul hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya. Kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara isterimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman dokter, si suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya, wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami isteri itu p**ang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami isteri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang isteri berkata kepada suaminya:

“Wahai suami ku , saya telah bersabar selama sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang isteri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak dapat bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya dapat melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang isteri yang memuncak, sang suami berkata: “isteriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, kepada si isteri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya si istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang isteri jatuh sakit, dan hasil ujian laboratorium mengatakan bahwa sang isteri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhlah psikologis sang isteri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin membelai dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun terbaring di rumah sakit
Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang isteri. “Ya, saya akan pergi karena tugas dan sambil mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi , datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari donatur.

Saat itu sang isteri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami tak berguna dia itu, isterinya dibedah, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu minggu , suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang isteri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …
Setelah sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang isteri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah mahkamah di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas di luar kantor, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang isteri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahsia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelefon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telefon isterinya dengan menangis p**a.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulan sang isteri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berkata dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

Silahkan Dishare.
Yang Belum dapat Jodoh , Semoga Anda cepat Mendapatkan Pasangan Yang setia secepat anda menuliskan " Aamiin " dikomentar

Address

Situbando

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 08:00 - 21:00
Sunday 08:00 - 21:00

Telephone

+6282336851502

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Berbagi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sahabat Berbagi:

Share