Dr. Rommy Rabbany Masdan

Dr. Rommy Rabbany Masdan Halo, saya dr. Rommy Rabbany Masdan M.K.M (MARS), seorang dokter umum yang fokus pada edukasi kesehatan untuk keluarga, perempuan, ibu, dan anak.

Produk Digital Tips dan Edukasi Kesehatan. Produk saya bisa di akses di Lynk.id/dr.rommy.rabbany

06/06/2026

Lebih Banyak Langkah, Lebih Sedikit Layar! 👣 > 📱
Gadget memang seru, tapi dunia nyata jauh lebih menantang buat otot dan tulang si kecil!
Kenapa kita perlu batasi screen time untuk fisik mereka?
Mencegah risiko obesitas sejak dini.
Melatih koordinasi motorik (berlari, melompat, memanjat).
Mendapatkan Vitamin D alami dari matahari.

Berikut adalah beberapa pengaruh utama gadget terhadap pertumbuhan fisik anak:

1. Gangguan Motorik Kasar dan Halus
Motorik Kasar: Anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar kehilangan kesempatan untuk berlari, melompat, atau memanjat. Padahal, aktivitas ini penting untuk penguatan otot, kepadatan tulang, dan koordinasi tubuh.

Motorik Halus: Terlalu banyak scrolling atau tapping pada layar sentuh dapat membatasi perkembangan otot-otot kecil di tangan yang seharusnya dilatih melalui kegiatan seperti mewarnai, menggunting, atau menyusun balok.

2. Risiko Obesitas pada Anak
Kurangnya aktivitas fisik yang dibarengi dengan kebiasaan makan camilan saat menatap layar (mindless eating) meningkatkan risiko kelebihan berat badan. Obesitas pada usia dini dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan, seperti diabetes tipe 2 atau gangguan metabolisme.

3. Masalah Postur Tubuh (Text Neck Syndrome)
Saat menggunakan gadget, anak-anak cenderung menunduk dalam waktu lama. Posisi ini memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang dan otot leher. Jika menjadi kebiasaan, hal ini dapat menyebabkan:

Ketegangan otot leher dan bahu kronis.
Perubahan kelengkungan tulang belakang secara permanen.
Sakit kepala akibat tekanan pada saraf di area tengkuk.

4. Gangguan Pertumbuhan Tulang dan Otot
Pertumbuhan fisik anak yang optimal membutuhkan rangsangan dari aktivitas fisik dan paparan sinar matahari (Vitamin D). Anak yang jarang bergerak karena asyik dengan gadget berisiko memiliki massa otot yang lebih lemah dan kepadatan tulang yang kurang optimal diibandingkan anak yang aktif bergerak.

Ajak si kecil keluar rumah hari ini yuk! Aktivitas fisik apa yang paling disukai si kecil? Tulis di kolom komentar ya! 👇

30/05/2026

Gadget: Teman Belajar atau Penghambat Tumbuh Kembang? 🤔

Kita nggak bisa menghindar dari teknologi, tapi kita bisa mengatur bagaimana teknologi masuk ke kehidupan si kecil. 💡
Ingat prinsip keseimbangan ini yuk:
✅ Screen Time bukan "Baby Sitter": Jangan gunakan gadget hanya untuk mendiamkan anak.
✅ Interaksi adalah Kunci: Dampingi saat mereka menonton, ajak diskusi tentang apa yang mereka lihat agar tetap ada komunikasi dua arah.
✅ Batasan Jelas: Konsisten dengan durasi yang sudah disepakati bersama.

Gadget itu alat, kitalah yang memegang kendalinya. Semangat ya, Ayah dan Bunda! ❤️
Pengaruh gadget pada berbagai aspek perkembangan anak:

1. Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Positif: Aplikasi edukasi yang interaktif dapat membantu anak mengenal huruf, angka, warna, dan bahasa asing dengan cara yang menyenangkan.
Negatif: Paparan layar yang berlebihan pada usia dini (terutama di bawah 2 tahun) berisiko menyebabkan keterlambatan bicara (speech delay). Hal ini terjadi karena anak lebih banyak menerima informasi secara pasif (satu arah) daripada berinteraksi secara aktif (dua arah).

2. Kesehatan Fisik
Aktivitas Sedenter: Terlalu lama bermain gadget mengurangi waktu anak untuk beraktivitas fisik (berlari, melompat, memanjat). Hal ini dapat memicu risiko obesitas pada anak.
Kesehatan Mata: Penggunaan jarak dekat dalam waktu lama meningkatkan risiko miopi (rabun jauh).
Gangguan Tidur: Paparan cahaya biru di malam hari dapat mengganggu hormon tidur anak, membuat mereka sulit terlelap dan kurang konsentrasi di pagi hari.

3. Aspek Sosial dan Emosional
Keterampilan Sosial: Anak yang terlalu asik dengan dunianya sendiri di layar mungkin akan kesulitan membaca ekspresi wajah atau memahami norma sosial saat berinteraksi langsung.
Regulasi Emosi: Seringkali gadget digunakan sebagai "penenang" saat anak tantrum. Jika terus-menerus dilakukan, anak tidak akan belajar cara mengelola emosi atau rasa bosan secara mandiri.
Risiko Adiksi: Konten digital dirancang untuk memberikan dopamin instan, yang jika tidak dibatasi bisa membuat anak
merasa cemas atau mudah marah saat gadget diambil.

23/05/2026

Menjaga kesehatan mata saat menggunakan gadget sangat penting untuk mencegah kelelahan kronis dan gangguan penglihatan jangka panjang. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan untuk memberikan waktu istirahat bagi mata:

1. Terapkan Aturan 20-20-20
Ini adalah metode paling populer yang disarankan oleh para ahli kesehatan mata:

@. Setiap 20 menit sekali menatap layar.
@. Alihkan pandangan untuk melihat benda sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
@. Lakukan selama 20 detik.

Tujuannya: Membantu otot fokus mata untuk rileks setelah terus-menerus berkontraksi melihat jarak dekat.

2. Sering Berkedip dengan Sengaja
Saat kita terlalu fokus menatap layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang hingga 50%. Hal ini membuat mata kering dan perih.

Usahakan untuk berkedip secara sadar sesering mungkin agar air mata dapat melumasi seluruh permukaan bola mata.

Jika perlu, gunakan tetes mata (artificial tears) jika lingkungan kerja terasa kering (seperti di ruangan ber-AC).

3. Atur Pencahayaan Ruangan dan Layar
Ketidakseimbangan cahaya antara layar dan ruangan membuat mata bekerja dua kali lebih keras.

Hindari silau: Jangan gunakan gadget tepat di bawah lampu yang terlalu terang atau membelakangi jendela tanpa tirai.

Sesuaikan kontras: Atur kecerahan layar agar setara dengan pencahayaan di sekitar Anda.

Gunakan Filter Cahaya Biru: Aktifkan fitur Night Shield atau Eye Comfort di pengaturan perangkat untuk mengurangi radiasi cahaya biru yang tajam.

4. Sesuaikan Jarak dan Posisi Layar
Posisi duduk memengaruhi kenyamanan mata dan leher:

Jarak ideal antara mata dan layar gadget adalah sekitar 50–60 cm (sepanjang lengan).

Posisikan bagian tengah layar sedikit di bawah level mata (sekitar 15-20 derajat). Ini membantu agar kelopak mata tidak perlu terbuka terlalu lebar, sehingga penguapan air mata berkurang.

21/05/2026

Mencairkan daging beku atau thawing tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika salah langkah, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat meskipun bagian dalam daging masih beku.

Berikut adalah 3 metode thawing yang aman menurut standar keamanan pangan:

1. Metode Kulkas (Chiller) – Paling Aman & Direkomendasikan
Ini adalah cara terbaik untuk menjaga kualitas nutrisi, tekstur, dan rasa daging.
Cara: Pindahkan daging dari freezer ke rak kulkas bawah (chiller).
Waktu: Membutuhkan waktu sekitar 24 jam (tergantung ukuran daging).
Kelebihan: Suhu daging tetap terjaga di bawah 5°C, sehingga bakteri tidak bisa berkembang biak. Daging yang sudah cair dengan metode ini masih aman disimpan di kulkas selama 1-2 hari sebelum dimasak.

2. Metode Air Dingin – Lebih Cepat
Jika Anda butuh waktu yang lebih singkat daripada metode kulkas.
Cara: Masukkan daging ke dalam plastik kedap udara (pastikan tidak ada kebocoran agar air tidak masuk ke daging). Rendam dalam wadah berisi air keran/air dingin.
Aturan: Ganti air setiap 30 menit agar suhu air tetap dingin.
Catatan: Daging yang dicairkan dengan metode ini harus segera dimasak dan tidak boleh dibekukan kembali dalam keadaan mentah.

3. Metode Microwave – Paling Cepat
Gunakan metode ini hanya jika Anda ingin langsung mengolah daging saat itu juga.
Cara: Gunakan fitur "Defrost" pada microwave Anda.
Catatan: Beberapa bagian daging mungkin mulai "termasak" atau menjadi hangat selama proses ini. Karena suhu hangat memicu bakteri, daging wajib segera dimasak hingga matang sempurna setelah keluar dari microwave.

🚫 Kesalahan Fatal Saat Mencairkan Daging (Sering Dilakukan):
Mencairkan di Suhu Ruang: Meninggalkan daging di atas meja dapur selama berjam-jam sangat berbahaya. Bagian luar daging akan mencapai "Zona Bahaya" (suhu 5°C - 60°C) di mana bakteri berlipat ganda dengan cepat sementara bagian tengahnya masih beku.

Merendam dengan Air Panas: Cara ini akan merusak tekstur daging, membuatnya menjadi alot, dan mempercepat pertumbuhan bakteri di lapisan luar daging.

Mencuci Daging Beku dengan Air Mengalir: Selain tidak efektif mencairkan, air yang terciprat bisa menyebarkan bakteri ke peralatan dapur lainnya (kontaminasi silang)

17/05/2026

Penyimpanan daging kurban memerlukan perhatian ekstra karena biasanya jumlahnya cukup banyak dan kualitasnya harus tetap terjaga untuk konsumsi jangka panjang. Berikut adalah parameter suhu yang ideal:

Suhu adalah faktor kunci untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada daging.
Chiller (Kulkas Bawah): Suhu ideal berada di kisaran 0°C hingga 4°C.
Catatan: Pada suhu ini, bakteri tetap tumbuh namun sangat lambat.
Freezer (Pembeku): Suhu ideal berada di bawah -18°C.
Catatan: Pada suhu -18°C atau lebih rendah, aktivitas mikroba dan enzim berhenti sepenuhnya, sehingga daging aman disimpan dalam waktu lama.

DagingSapi DagingKambing

16/05/2026

Menggunakan HP di tempat gelap adalah kebiasaan yang sering dianggap sepele, namun secara medis memiliki dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mata maupun kualitas hidup secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa masalah utama yang muncul akibat kebiasaan ini:

1. Ketegangan Mata Digital (Digital Eye Strain)
Saat berada di tempat gelap, pupil mata akan melebar untuk menangkap lebih banyak cahaya. Ketika kita menatap layar HP yang terang dalam kondisi tersebut, mata dipaksa bekerja ekstra keras untuk memproses kontras cahaya yang ekstrem antara layar dan lingkungan sekitar. Akibatnya:

Mata terasa cepat lelah dan perih.

Pandangan menjadi kabur sesaat setelah melihat layar.

Sering muncul sakit kepala atau pusing.

2. Paparan Cahaya Biru (Blue Light) Berlebih
Layar HP memancarkan cahaya biru yang sangat kuat. Dalam kondisi gelap, cahaya ini masuk ke mata tanpa filter alami dari cahaya lingkungan.

Gangguan Tidur: Cahaya biru menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur. Ini membuat otak tetap terjaga meski tubuh sudah lelah, sehingga memicu insomnia.

Kualitas Tidur Menurun: Meskipun bisa tidur, biasanya tidur tidak akan nyenyak (REM sleep terganggu), sehingga saat bangun badan terasa tetap lelah.

3. Risiko Computer Vision Syndrome (CVS)
Menatap layar dalam gelap cenderung membuat frekuensi berkedip berkurang secara drastis. Hal ini menyebabkan permukaan mata menjadi kering dan merah. Jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan seperti miopi (rabun jauh/mata minus).

4. Dampak Psikologis
Menggunakan HP di tempat gelap, terutama sebelum tidur, sering kali memicu perilaku doomscrolling (terus-menerus membaca berita atau konten negatif). Hal ini dapat meningkatkan level kecemasan dan stres karena otak tidak mendapatkan waktu untuk "beristirahat" sebelum masuk ke fase tidur.

15/05/2026

Persiapan Sebelum Penyimpanan

A. Pemisahan Jeroan dan Daging
Jangan pernah menyatukan daging dengan jeroan (hati, usus, paru) dalam satu wadah. Jeroan memiliki tingkat kontaminasi bakteri yang jauh lebih tinggi dan lebih cepat busuk. Simpan jeroan dalam wadah terpisah dan sebaiknya segera diolah di hari yang sama.

B. Pembagian Porsi Sekali Masak
Kunci utama daging awet adalah meminimalisir proses cair-beku berulang. Potonglah daging menjadi ukuran porsi keluarga untuk satu kali masak (misal: 250 gram atau 500 gram per kantong). Hal ini dilakukan agar saat akan memasak, Anda hanya mengeluarkan porsi yang dibutuhkan tanpa mengganggu suhu stok daging lainnya.

09/05/2026

Pembahasan mengenai screen time pada bayi memerlukan perhatian khusus karena pada fase ini, otak anak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berikut adalah panduan berdasarkan rekomendasi medis terkini (seperti dari WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia):

1. Rekonmendasi Usia (0–2 Tahun)
Usia 0–18 Bulan: Sama sekali tidak disarankan terpapar layar (zero screen time). Satu-satunya pengecualian yang diperbolehkan adalah interaksi melalui video call dengan keluarga, karena ada unsur interaksi sosial dua arah.

Usia 18–24 Bulan: Jika ingin diperkenalkan, pilihlah konten edukatif yang berkualitas tinggi. Pada usia ini, anak wajib didampingi oleh orang tua untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat. Jangan biarkan bayi menonton sendirian.

2. Mengapa Bayi Belum Membutuhkan Layar?
Bayi belajar melalui interaksi sensorik dan motorik di dunia nyata. Paparan layar yang terlalu dini berisiko karena:

Kebutuhan Interaksi Dua Arah: Bayi belajar bicara dan mengenal emosi melalui tatapan mata, ekspresi wajah, dan respon verbal dari orang tua, bukan dari gerakan cepat di layar yang bersifat satu arah.

Paparan Cahaya Biru: Mata bayi masih sangat sensitif. Cahaya dari perangkat digital dapat mengganggu ritme sirkadian (jam biologis) yang berakibat pada gangguan pola tidur.

Overstimulasi: Video dengan transisi gambar dan suara yang terlalu cepat dapat membuat otak bayi mengalami stimulasi berlebihan, yang di masa depan dapat memengaruhi rentang fokus atau konsentrasi.

3. Risiko Jangka Panjang Paparan Berlebihan
Penggunaan layar yang tidak terkontrol pada masa bayi sering dikaitkan dengan:

Speech Delay (Keterlambatan Bicara): Kurangnya stimulasi verbal dua arah karena terlalu banyak menonton secara pasif.

Gangguan Konsentrasi: Terbiasa dengan stimulasi instan dari layar dapat membuat anak sulit fokus pada aktivitas yang membutuhkan ketekunan di dunia nyata.

Sedentary Behavior: Kurangnya aktivitas fisik (merangkak, bergerak, bereksplorasi) yang penting untuk perkembangan otot dan koordinasi.

4. Pake Alternatif Aktivitas Pengganti untuk Bayi

Address

Jongke Tengah Sendangadi Mlati Sleman D.I Yogyakarta
Sleman
55285

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dr. Rommy Rabbany Masdan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share