31/07/2019
Mengikuti jejak orang lain yg sukses berusaha adalah hal yg wajar. Saya juga sering begitu. Ketika booming money magnet, saya ikutan dengan Wish Master, dengan tampilan beda dan metode yg berbeda dari yg lain. Walaupun merupakan cuplikan dari berbagai metode tapi Wish Master bisa tampil beda. Dengan peminat yg masih banyak hingga saat ini dan ratusan alumni yg sudah berhasil.
Semua sudah diperhitungkan untuk jangka panjangnya.
Tapi ada orang yg s**a mengikuti jejak orang lain yg sudah sukses tanpa perhitungan, untung2an.
Dijual murah mudah2an laku, kalo ga laku ya sudah, toh ga ada ruginya 😀😀. Karena mereka toh pekerjaannya bukan disitu.
Yg seperti ini yg berbahaya, bisa merusak dan merendahkan kualitas suatu keilmuan.
Contohnya bazi, saat ini saya prihatin, ada orang2 yg saya tidak tau kompetensinya ikut meramaikan bursa mengajar bazi.
Mungkin mereka memang handal dalam menganalisa, mungkin mereka belajar sudah puluhan tahun, mungkin klien mereka sudah banyak. Tapi yg penting adalah, bisakah mereka mengajar? Apakah materi handbook cukup memadai? Apakah mereka punya program bazi sendiri atau masih pakai aplikasi gratisan?
Tahun 2016 saya mulai memperkenalkan bazi pada umum. Dimana saat itu orang banyak yg belum tau apa itu bazi. Awal tahun 2017 saya mulai mini seminar bazi pertama dan dilanjutkan dengan workshop bazi. 6 kelas berhasil saya selenggarakan ditahun yg sama. Dan workshop masih berkelanjutan hingga sekarang. Dimana alumni bisa mendapatkan fasilitas free reseat pada next workshop. Saya ga peduli 1 kelas hanya 3 orang atau 15 orang yg belajar. Karena yg penting bukan quantitas tapi qualitas lulusan nya. Dan setelah kelaspun masih dilanjutkan dengan grup WA yg super aktif, sampai2 gurunya mabok sendiri 😀
Saya masih ingat, diawal saya mengadakan workshop bazi, nama saya habis dijelek2an oleh para alumni sebuah institusi pendidikan dan mereka membuat workshop saingan. Dengan pengajar yg katanya lebih handal, lebih berkelas, direktur perusahaan dan didukung oleh banyak alumni institusi tsb. Tapi kenyataannya mereka hanya bisa menjaring belasan peminat dan hanya 1x workshop tidak ada kelanjutannya. Ditambah lagi alumninya tidak mengerti apa yg diajarkan.
Saya, juga cuma bisa menjaring belasan peminat setiap kelasnya dan ditahun itu bisa menyelenggarakan 6 kelas.
Beda orang, beda hoki nya 😀😀😀
Masih mau ambil kelas yg murah?
Atau mau qualitas pelajaran yg bisa diserap dan belajar dengan fun?
Next bazi basic class semua semi privat agar lebih mudah dicerna. Ditambah program bazi sendiri yg mudah dimengerti oleh awam.