puteralengkong

puteralengkong Grosir Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Kesehatan (AlKes) dokter Kalista Natsir

Senang sekali bisa kembali memfasilitasi program pengembangan diri SDM  PT Solusi Energy Nusantara (SENA) — salah satu k...
08/06/2026

Senang sekali bisa kembali memfasilitasi program pengembangan diri SDM PT Solusi Energy Nusantara (SENA) — salah satu klien lama dan bagian dari ekosistem PGN Group yang berperan penting dalam layanan engineering di sektor energi Indonesia.

Kali ini, kami menjalankan program Communication and Time Management untuk tim SDM, Layanan Umum, dan Pengadaan.

Bagi saya, tim support sering kali tidak selalu terlihat di depan, tetapi justru mereka yang memastikan banyak hal berjalan lancar di belakang layar.

Dalam sesi ini, kami membahas pentingnya bergerak dari komunikasi pasif menjadi komunikasi proaktif. Tidak menunggu ditanya, tetapi memberi update lebih awal, mengantisipasi kebutuhan, dan menjaga koordinasi lintas fungsi.

Kami juga membahas bahwa dalam fungsi support, waktu sering kali terbagi, berubah, dan penuh interupsi. Karena itu, time management bukan hanya soal membuat jadwal, tetapi soal menentukan prioritas, menjaga koordinasi, dan tetap menyelesaikan pekerjaan dengan efektif.

Terima kasih untuk sesi yang seru, interaktif, dan penuh refleksi.

Tiga pembelajaran penting:
1️⃣ Tim support mungkin tidak selalu terlihat, tetapi koordinasinya membuat semuanya berjalan.
2️⃣ Komunikasi proaktif menghemat banyak waktu dan energi.
3️⃣ Time management bukan soal sibuk, tetapi soal fokus pada prioritas.

LeadershipGrowth

Baru-baru ini, saya berkesempatan mengunjungi operasional Sheel Oil & Fats Private Limited di Indonesia — sebuah perusah...
01/06/2026

Baru-baru ini, saya berkesempatan mengunjungi operasional Sheel Oil & Fats Private Limited di Indonesia — sebuah perusahaan berbasis di India yang dikenal dengan keahliannya di bidang edible oils, bakery fats, dan oleo-chemicals, serta kini tengah memperluas jejak bisnisnya ke luar India.

Saat berada di dalam pabrik baru mereka di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, yang masih berada dalam tahap commissioning, saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka — bukan hanya dalam membangun infrastruktur, tetapi juga dalam berinvestasi secara serius pada pengembangan sumber daya manusia.

Fokus kami kali ini: Teamwork & Communication.

Mengapa teamwork? Karena memiliki individu-individu yang berpengalaman tidak otomatis menciptakan tim yang kuat. Sama seperti sebuah klub sepak bola yang dipenuhi pemain bintang — tanpa disiplin, koordinasi, dan kepercayaan, mereka tetap bisa kalah. Pengalaman memang membawa keahlian, tetapi juga dapat membawa ego, kebiasaan yang berbeda, dan cara kerja masing-masing. Alignment-lah yang mengubah sekumpulan individu menjadi sebuah tim.

Mengapa communication? Karena eksekusi terjadi melalui percakapan sehari-hari. Pesan yang jelas, empathetic listening, kemampuan melakukan klarifikasi, dan memberikan feedback secara efektif — semua ini bukan sekadar “soft skills”, melainkan keterampilan operasional yang sangat penting.

Dalam lingkungan pabrik, satu miskomunikasi dapat menciptakan keterlambatan, inefisiensi, bahkan risiko. Namun, komunikasi yang kuat dapat menciptakan ritme kerja, kepercayaan, dan kinerja yang konsisten.

Refleksi saya dari perjalanan ini:
1️⃣ Tim yang kuat dibangun, bukan diasumsikan.
2️⃣ Pengalaman tanpa alignment dapat menciptakan gesekan.
3️⃣ Komunikasi mengubah rencana menjadi eksekusi.

Bangga dapat mendukung organisasi yang tidak hanya membangun pabrik — tetapi juga membangun manusianya.

Expression vs Impression: Mana yang Lebih Penting?Expression berkaitan dengan keaslian diri. Pemikiran dan riset dari Br...
30/01/2026

Expression vs Impression: Mana yang Lebih Penting?

Expression berkaitan dengan keaslian diri. Pemikiran dan riset dari Brené Brown menunjukkan bahwa autentisitas membangun kepercayaan dan rasa aman psikologis — fondasi utama pembelajaran yang efektif. Ketika fasilitator hadir apa adanya, jujur, dan responsif, peserta merasa lebih aman untuk terlibat, bertanya, dan berbagi pengalaman nyata.

Namun, fasilitasi juga merupakan peran yang terlihat dan dinilai. Teori Impression Management dari Erving Goffman menjelaskan bahwa orang membentuk persepsi berdasarkan cara kita hadir, berbicara, dan memimpin ruang. Studi yang dibahas dalam Harvard Business Review menunjukkan bahwa kesan awal sangat memengaruhi kredibilitas fasilitator dan tingkat keterlibatan peserta, bahkan dalam hitungan menit pertama.

Jika fasilitator terlalu fokus pada expression tanpa mengelola impression, sesi bisa kehilangan arah, struktur, dan otoritas. Sebaliknya, jika hanya mengejar impression — tampilan rapi, penyampaian sempurna — tanpa ekspresi yang autentik, pembelajaran menjadi dangkal dan sulit membekas.

Fasilitator yang efektif mampu menyeimbangkan keduanya. Mereka autentik, namun tetap sadar konteks. Mereka menyesuaikan bahasa, contoh, tempo, dan gaya fasilitasi dengan kebutuhan peserta. Mereka tidak hanya “menjadi diri sendiri”, tetapi juga hadir secara profesional dan berdampak.

Dalam pelatihan, expression memberi makna.
Impression membuka ruang belajar.
Pembelajaran terjadi ketika keduanya selaras.

Kesimpulan Reflektif
1️⃣ Expression membangun kepercayaan; impression membangun kredibilitas fasilitator.
2️⃣ Autentisitas dalam fasilitasi tetap membutuhkan struktur dan kesadaran audiens.
3️⃣ Fasilitator paling berdampak adalah yang selaras antara siapa dirinya dan bagaimana ia dialami peserta.

ekselensi.id



AuthenticFacilitation ProfessionalPresence
AdultLearning LeadershipDevelopment
ContinuousLearning

Address

Gading Serpong
Tangerang
15810

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when puteralengkong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to puteralengkong:

Shortcuts

Share