17/03/2020
ANTISEPTIK, VIRUS CORONA, & MESIN WATER IONIZER (JURNAL KE-1)
1. Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan membran mukosa. Adapun desinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Antiseptik memiliki konsentrasi yang lebih rendah dibanding desinfektan dan karenanya lebih aman digunakan pada jaringan hidup termasuk manusia.
2. Setelah WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, permintaan terhadap cairan antiseptik dan desinfektan meningkat drastis, hingga menyebabkan terjadi kekosongan cairan antiseptik di berbagai apotek dan toko ritel di seluruh Indonesia.
3. Banyak yang belum mengetahui bahwa mesin water ionizer bisa memproduksi cairan asam kuat yang berfungsi sebagai antiseptik dan desinfektan. Cairan asam yang diproduksi mesin water ionizer tadi disebut sebagai electrolyzed oxidizing water, strong acidic water, atau super oxidizing water. Bahasan singkatnya bisa dipelajari di situs Molecular Hydrogen Institute (MHI) di link berikut ini:
http://www.molecularhydrogeninstitute.com/strong-acidic-water
4. Cairan ini memiliki sifat asam yang sangat kuat (pH 2-3) dan memiliki ORP positif yang sangat tinggi, yang terbukti di berbagai penelitian bisa membunuh hampir semua mikroorganisme mulai virus, bakteri, jamur, dan parasit. Efektivitasnya menurut berbagai penelitian di berbagai jurnal kedokteran setara dengan alkohol 80%, dan bahkan lebih baik dari povidon iodine dan chlorhexidine.
Apa saja kelebihannya? Jauh lebih aman, jauh lebih ekonomis, penggunaannya lebih luas, ramah lingkungan (produk akhirnya = air), serta bisa diproduksi secara mandiri setiap saat kapan saja.
5. Lebih luas di sini maksudnya adalah bisa digunakan sebagai antiseptik kulit, sekaligus mukosa mulut (obat kumur antiseptik), antiseptik tetes mata dan telinga, antiseptik va**na, dan perawatan luka yang luas. Selain sebagai antiseptik, cairan yang sama bisa digunakan sebagai desinfektan bahkan bermanfaat untuk proses sterilisasi berbagai instrumen medis.
Karena fitur keamanannya yang tinggi (end-productnya hanya air biasa), cairan ini bisa digunakan untuk mencuci seluruh wajah hingga berwudlu bahkan untuk mandi. Selain itu, asam kuat dari mesin water ionizer juga bisa digunakan berkumur-kumur secara rutin dan berkala sepanjang hari, karena bisa diproduksi dengan cepat kapan saja dan hasilnya pun bisa segera diperoleh.
Selain itu, strong-acidic water memiliki manfaat dalam penyembuhan luka (wound healing), seperti diungkap di jurnal Artificial Organs tahun 2000.
6. Di Eropa dan Amerika, cairan dengan ORP yang tinggi ini telah dipatenkan dan digunakan pada perawatan luka diabetes, luka bakar, dan luka ekstremitas yang luas dengan hasil yang sangat baik. Kompendium klinis mengenai penggunaan cairan ini dapat dipelajari di link berikut ini:
https://www.semanticscholar.org/paper/Clinical-Experience-with-a-New-%2C-Stable-%2C-Water-in-Allie/1714668c498be4b02976ee4b8d86d44bf3b41ca0
7. Di Indonesia, baru ada dua merek mesin water ionizer yang ada di pasaran, yaitu mesin LlifeWater dan Kangen Water. Perbedaan utama kedua mesin di atas adalah pada sumber airnya serta penggunaan bahan kimia untuk memprosesnya. Mesin LlifeWater bisa langsung menggunakan air ledeng (air tanah) dan tidak perlu menggunakan electrolyze enhancer, sedangkan mesin Kangen Water tidak bisa langsung memproses dari air keran dan masih harus menggunakan electrolyze enhancer (natrium hipoklorit).
Untuk mempelajari perbandingan keduanya, bisa dipelajari di channel YouTube Ruang Dokter di link berikut ini:
https://youtu.be/lnp4bohidk8
8. Selain itu, dalam hubungannya dengan infeksi virus Corona, mesin water ionizer juga memiliki manfaat tambahan yang bermakna. Mesin yang cara kerjanya menggunakan prinsip elektrolisis ini dapat memproduksi air alkali kaya hidrogen yang memiliki banyak sekali manfaat kesehatan, termasuk untuk berbagai penyakit infeksi. Air kaya hidrogen terbukti dapat membantu tubuh menghadapi infeksi yang berat (sepsis), mengurangi reaksi radang atau inflamasi yang biasa menyertai penyakit infeksi, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk bahasan lengkapnya, bisa dipelajari dalam bentuk tulisan di link berikut ini:
Air Alkali Kaya Hidrogen pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1909695512615223
atau dalam bentuk video edukasi di Channel YouTube Ruang Dokter di link berikut ini:
https://youtu.be/ab9JM3f614k
9. Karena banyaknya pertanyaan seputar hal ini, terutama berkaitan dengan kelangkaan antiseptik dan desinfektan akibat pandemi COVID-19, mulai hari ini di laman Facebook ini akan dibahas berbagai penelitian mengenai manfaat dan keamanan cairan asam kuat dari mesin water ionizer sebagai antiseptik, desinfektan, bahkan sterilisasi. Link ke artikel aslinya akan disertakan, dan juga di catatan akhir akan dibahas sedikit mengenai aplikasi praktisnya.
REFERENSI:
1. Effectiveness of electrolyzed water as a sanitizer for treating different surfaces. J Food Prot. 2002.
2. New disinfection and sterilization methods. Emerg Infect Dis. 2001.
3. Evaluation of microbicidal activity of a new disinfectant: Sterilox 2500 against Clostridium difficile spores, Helicobacter pylori, vancomycin resistant Enterococcus species, Candida albicans and several Mycobacterium species. J Hosp Infect. 1999
4. The use of electrolyzed solutions for the cleaning and disinfecting of dialyzers. Artif Organs. 2000
5. Newer technologies for endoscop disinfection: electrolyzed acid water and disposable-component endoscope systems. Gastrointest Endosc Clin N Am. 2000
6. Use of Dermacyn, a new antiseptic agent for the local treatment of diabetic foot ulcers. Journal of Wound Healing. 2005
7. Treatment of infectious skin defects or ulcers with electrolyzed strong acid aqueous solution. Artif Organs. 1997
8. Mediastinal irrigation with superoxidized water after open-heart surgery: the safety and pitfalls of cardiovascular surgical application. Surg Today. 2000
9. Trial of electrolyzed strong acid aqueous solution lavage in the treatment of peritonitis and intraperitoneal abscess. Artif Organs. 1997
10. Antimicrobial effects and efficacy on habitually hand-washing of strong acidic electrolyzed water—a comparitive study of alcoholic antiseptics and soap and tap water. Kansenshogaku Zasshi. 2002
Super-oxidized water (Microcyn 60) for mesh hernioplasty in grossly contaminated fields: an experimental study. SE 163. Presented at the American College of Surgeons 91st Annual Clinical Congress in San Francisco, California, 2005
11. Microcyn a novel super-oxidized water with neutral pH and disinfectant activity. J Hosp Infect. 2005
12. Effect of electrolyzed water on wound healing. Artif Organs. 2000
13. Reduction of bacteria on spinach, lettuce, and surfaces in food service areas using neutral electrolyzed oxidizing water. Food Microbiology. 2008
14. Treatment of Escherichia coli O157:H7 inoculated alfalfa seeds and sprouts with electrolyzed oxidizing water. International journal of food microbiology. 2003
15. Efficacy of electrolyzed oxidizing water for inactivating Escherichia coli O157: H7, Salmonella enteritidis, and Listeria monocytogenes. Applied and Environmental Microbiology. 1999.
16. Efficacy of electrolyzed oxidizing (EO) and chemically modified water on different types of foodborne pathogens. International journal of food microbiology. 2000
17. Decontamination of lettuce using acidic electrolyzed water. Journal of Food Protection. 2001.
18. Sterilization effect and influence on food surface by acidic electrolyzed water treatment." Journal Japanese Society of Food Science and Technology. 2001.
19. Disinfection efficacy of slightly acidic electrolyzed water on fresh cut cabbage. Food Control. 2009.
20. Sanitization potency of slightly acidic electrolyzed water against pure cultures of Escherichia coli and Staphylococcus aureus, in comparison with that of other food sanitizers. Food Control. 2010
21. Inactivation of Escherichia coli O157: H7, Salmonella enteritidis and Listeria monocytogenes on the surface of tomatoes by neutral electrolyzed water. Letters in Applied Microbiology. 2003
22. Reduction of bacteria on spinach, lettuce, and surfaces in food service areas using neutral electrolyzed oxidizing water. Food Microbiology. 2008
23. Electrolyzed Water as a Disinfectant for Fresh-cut Vegetables. Journal of Food Science. 1999
24. Efficiency of slightly acidic electrolyzed water for inactivation of Salmonella enteritidis and its contaminated shell eggs. International Journal of Food Microbiology. 2009
25. Physicochemical properties and bactericidal efficiency of neutral and acidic electrolyzed water under different storage conditions. Journal of Food Engineering. 2009
26. Influence of inoculation method, spot inoculation site, and inoculation size on the efficacy of acidic electrolyzed water against pathogens on lettuce. Journal of Food Protection. 2003
27. The Effect of pH on Inactivation of Pathogenic Bacteria on Fresh-cut Lettuce by Dipping Treatment with Electrolyzed Water. Journal of Food Science. 2003
28. Disinfectant effects of electrolyzed salt water on fish pathogenic bacteria and viruses. Nippon Suisan Gakkaishi. 2000
29. Synergistic effect of electrolyzed water and citric acid against Bacillus cereus cells and spores on cereal grains. Journal of food science. 2009
30. Antimicrobial effect of electrolyzed water for inactivating Campylobacter jejuni during poultry washing. International Journal of Food Microbiology. 2002
31. Electrolyzed Water as a Disinfectant for Fresh-cut Vegetables. Journal of Food Science. 1999
32. Reduction of Pesticide Residues on Fresh Vegetables with Electrolyzed Water Treatment. Journal of food science. 2011
33. Inactivation of Escherichia coli O157: H7, Salmonella enteritidis and Listeria monocytogenes on the surface of tomatoes by neutral electrolyzed water. 2003
34. Efficacy of electrolyzed acid water in reprocessing patient-used flexible upper endoscopes: Comparison with 2% alkaline glutaraldehyde. Journal of gastroenterology and hepatology. 2004
35. Application of electrolyzed water in the food industry. Food Control. 2008
36. Antibacterial effect of electrolyzed water on oral bacteria. Journal of Microbiology-Seoul. 2006
37. Applications of electrolyzed water in agriculture & food industries. Food Science and Technology Research. 2005
JURNAL KE-1:
AKTIVITAS ANTIMIKROBIAL DARI AIR SUPER-OXIDIZED
(Antimicrobial Activity of Superoxidized Water)
Link:
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8880549-antimicrobial-activity-of-superoxidized-water/
Jurnal:
The Journal of Hospital Infection, 1996
Tim Peneliti:
Department of Laboratory Medicine, Nagasaki University School of Medicine, Japan.
Abstrak
Kami menguji aktivitas antimikrobial dari air super-oxidized terhadap bakteri Staphylokokus aureus sensitif metisilin, Staphylokokus aureus resisten metisilin, Staphylokokus epidermidis, Serratia marsesens, Escherichia koli, Pseudomonas aeruginosa, dan bakteri Burkholderia cepacia. Jumlah bakteri berkurang dibawah batas deteksi setelah direndam (diinkubasi) dengan air superoxidized selama 10 detik. Aktivitas membunuh bakteri dari air ini setara dengan ethanol 80%, dan lebih baik dari chlorhexidine 0,1% dan povidone iodine 0,02%. Kami menyimpulkan bahwa air superoxidized merupakan desinfektan yang ekonomis (berbiaya rendah) namun memiliki potensi yang kuat.
(We tested the antimicrobial activity of superoxidized water against methicillin-sensitive Staphylococcus aureus, methicillin-resistant Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Serratia marcescens, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa and Burkholderia cepacia. The number of bacteria was reduced below detection limit following incubation in superoxidized water for 10 s. The bactericidal activity of superoxidized water was similar to that of 80% ethanol, but superior to that of 0.1% chlorhexidine and 0.02% povidone iodine. We conclude that superoxidized water is a low cost but powerful disinfectant).
CATATAN & APLIKASI KLINIS
1. Cairan asam kuat yang dihasilkan mesin water ionizer (super-oxidized water) terbukti dapat membunuh secara efektif berbagai bakteri patogen yang sering ditemukan di berbagai sarana kesehatan (klinik, rumah sakit) bila digunakan selama 10 detik.
2. Aktivitas bakterisidalnya (kemampuan membunuh bakterinya) dikatakan sebanding dengan alkohol (ethanol) 80%, dan bahkan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan povidone iodine dan chlorhexidine.
3. Povidone iodine di Indonesia misalnya beredar dengan merek Betadine, dijual di Indonesia dengan harga antara Rp 200-300 ribu per liter. Sedangkan chlorhexidine (CHG, chlorhexidine gluconate) adalah antiseptik dan desinfektan yang biasa digunakan untuk membersihkan kulit pasien dan dokter sebelum pembedahan dan mensterilisasi berbagai instrumen bedah. Cairan ini juga biasa diresepkan oleh para dokter gigi sebagai antiseptik untuk mencegah dan mengobati radang gusi (gingivitis). Harganya berkisar antara Rp 50-60 ribu per 150 cc.
4. Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Nagasaki Jepang menyimpulkan bahwa strong acidic water merupakan desinfektan yang kuat namun memiliki biaya produksi yang sangat murah. Dengan mesin water ionizer, cairan ini bisa diproduksi dengan biaya sangat ekonomis, karena cukup menggunakan air keran sebagai bahan dasarnya, dan bisa diproduksi kapan saja setiap saat.
Semoga bermanfaat.
Andi Pratama Dharma
FUNCTIONAL WATERS Some commercial water ionizers allow you to add sodium chloride (NaCl) to the source water, which increases the conductivity of the water, resulting in functional waters calledstrong alkaline water (produced at the cathode) and strong acidic water (produced at the anode).1 STRONG A...