28/06/2024
Kisah Burung Pipit yang Bertasbih Setiap Hari, Namun Kecewa Lalu Terdiam dan Mengadu Kepada Allah
Dikisahkan bahwa ada seekor burung pipit yang bertasbih setiap hari memuji Kesucian, Keagungan, Kebesaran, Maha Pengasih dan Penyayang Allah SWT.
Namun beberapa hari berlalu suara tasbih burung pipit itu tidak terdengar lagi. Burung pipit itu hanya berdiam dan merenung di tangkai pohon.
Maka para malaikat pun bertanya kepada Allah, "Yaa Robb ... Mengapa suara tasbih burung pipit itu tidak terdengar lagi?"
Lalu Allah SWT menjawab "Kalian akan segera tahu jawabannya, sebentar lagi burung pipit akan datang dan mengadu kepada Ku, karena ia tidak punya tempat mengadu selain kepada Ku".
Tidak beberapa lama berselang, burung pipit itu terlihat di atas ranting sebuah pohon.
Para malaikat pun mengamati dan menunggu apa gerangan yang akan diucapkan burung pipit itu, namun ternyata burung pipit itu hanya diam.
Kemudian Allah berkata kepada burung pipit itu, "Sampaikanlah hal apa gerangan yang menyesakan dadamu wahai burung pipit?"
Lalu burung pipit pun berkata "Yaa Rabb aku hanya punya sarang kecil tempat istirahat satu-satunya dan aku membuatnya dengan susah payah, tapi kenapa engkau kirimkan angin kencang yang memporak porandakan semua. " Ucap burung pipit sambil bercucuran air mata menahan rasa sedih yang sangat dalam.
Curhatan burung pipit ini membuat seluruh penduduk langit terdiam dan penuh terharu.
Allah SWT kemudian berkata, "Sebetulnya ketika kamu sedang terlelap tidur ada seekor ular yang mendekati sarangmu dan siap memangsamu. Maka sengaja Aku kirimkan angin kencang untuk membalikan sarangmu agar kamu terbangun, terbang dan selamat. Betapa besarnya ancaman yang telah Aku jauhkan darimu".
Air mata burung pipit itu semakin menggenang, kali ini bukan karena sedih atau kecewa.
Namun karena burung pipit itu merasa sangat terharu. Suara tangis burung pipit pun membelah keheningan langit, "Alangkah lembutnya Engkau wahai Yaa Robb."
Kisah burung pipit itu menyadarkan kita agar tidak berburuk sangka kepada Allah sang Maha Pencipta.
Jangan buru-buru menganggap Allah tidak sayang sama kita apalagi menganggap Allah tidak adil.
Jangan larut dalam kesedihan ketik