Praktek Fisioterapi : Wahyu Kurniawan,Ftr

Directions Website Contact the business

Praktek Fisioterapi : Wahyu Kurniawan,Ftr stroke nyeri saraf operasi patah tulang lansia

“Dok, kenapa setelah operasi siku malah jari tangan saya bengkak dan siku sulit digerakkan?”Pertanyaan seperti ini serin...
07/09/2026

“Dok, kenapa setelah operasi siku malah jari tangan saya bengkak dan siku sulit digerakkan?”

Pertanyaan seperti ini sering membuat pasien dan keluarga khawatir.

Setelah operasi patah tulang siku, nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak memang dapat terjadi. Namun, pemulihan bukan berarti pasien harus langsung memaksakan siku untuk bergerak.

Yang penting adalah memahami apa yang sedang terjadi dan bagaimana langkah pemulihannya.

🟢 Tahap 1 — Memahami kondisi
Pasien dan keluarga perlu mengetahui mengapa muncul nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak setelah operasi.

🟢 Tahap 2 — Menjaga keamanan
Gerakan dan aktivitas harus disesuaikan dengan kondisi tulang, jaringan, stabilitas hasil operasi, dan instruksi dokter.

🟢 Tahap 3 — Mengelola nyeri dan bengkak
Pada tahap awal, fokusnya bukan sekadar mengejar gerakan, tetapi membantu pasien tetap nyaman dan mempertahankan gerakan yang aman.

🟢 Tahap 4 — Mengembalikan gerak
Mobilitas jari, tangan, dan siku dikembangkan secara bertahap sesuai proses penyembuhan.

🟢 Tahap 5 — Mengembalikan fungsi
Ketika kondisi memungkinkan, latihan mulai diarahkan pada penggunaan tangan dalam aktivitas sehari-hari.

🟢 Tahap 6 — Melanjutkan pemulihan di rumah
Pasien dan keluarga perlu tahu latihan apa yang dilakukan, aktivitas apa yang perlu dibatasi, dan tanda-tanda apa yang perlu diperhatikan.

Jadi, fisioterapi bukan hanya tentang “diberi latihan”.

Pasien dan keluarga perlu memahami:

Apa yang terjadi → mengapa terjadi → apa yang boleh dilakukan → apa yang harus dihindari → kapan progresi dilakukan → bagaimana mengetahui pemulihan berjalan dengan baik.

Karena ketika pasien dan keluarga memahami prosesnya, mereka dapat menjadi bagian aktif dari proses pemulihan.

📍 Wahyu Physio — Fisioterapi Trenggalek

“Yang penting sudah terapi di klinik.”Kalimat ini cukup sering kita dengar dari keluarga pasien stroke.Terapi di klinik ...
05/09/2026

“Yang penting sudah terapi di klinik.”

Kalimat ini cukup sering kita dengar dari keluarga pasien stroke.

Terapi di klinik memang penting. Tetapi ada satu hal yang sering terlupakan:

Pasien tidak tinggal di klinik.

Setelah sesi fisioterapi selesai, pasien kembali ke rumah. Di sanalah sebagian besar waktunya dihabiskan.

Duduk.
Berdiri.
Berpindah tempat.
Berjalan.
Makan.
Mandi.
Berpakaian.
Dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Semua aktivitas tersebut merupakan bagian dari kehidupan pasien—dan dapat menjadi bagian dari proses rehabilitasi jika dilakukan dengan tepat.

Karena itu, peran fisioterapis tidak berhenti pada memberikan latihan kepada pasien.

Caregiver juga perlu diedukasi dan dilatih.

Caregiver perlu memahami:

• bagaimana membantu pasien dengan aman;
• kapan pasien perlu dibantu;
• kapan pasien sebaiknya diberi kesempatan bergerak sendiri;
• bagaimana membantu transfer dan mobilitas;
• bagaimana memperhatikan respons pasien;
• dan kapan aktivitas perlu dihentikan atau dikonsultasikan kembali kepada tenaga kesehatan.

Namun, caregiver bukan pengganti fisioterapis.

Perannya adalah membantu menerapkan strategi yang sudah disesuaikan dengan kondisi pasien dalam kehidupan sehari-hari.

Ini penting karena bantuan yang terlalu banyak dapat membuat pasien semakin bergantung. Sebaliknya, bantuan yang terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko jatuh atau cedera.

Maka bantuan juga harus beradaptasi dengan kemampuan pasien.

Fisioterapis menilai.
Fisioterapis mengajarkan.
Caregiver menerapkan.
Pasien tetap menjadi pelaku utama gerak.

Pada akhirnya:

Klinik memberikan arah.
Rumah menyediakan kesempatan untuk bergerak.

Rehabilitasi stroke bukan hanya tentang apa yang dilakukan selama satu sesi terapi.

Rehabilitasi juga tentang bagaimana pasien menjalani kehidupannya setelah pulang.

—
Wahyu Physio

“Aku nggak bisa V-sit and reach. Punggungku kaku.”Kalimat seperti ini sering membuat kita langsung berpikir: berarti har...
31/08/2026

“Aku nggak bisa V-sit and reach. Punggungku kaku.”

Kalimat seperti ini sering membuat kita langsung berpikir: berarti harus stretching lebih banyak.

Belum tentu.

V-sit and reach memang membutuhkan fleksibilitas, tetapi hasil akhirnya bukan hanya tentang “seberapa lentur” seseorang.

Pinggul, pelvis, tulang belakang, hamstring, kontrol gerak, dan strategi tubuh semuanya ikut berkontribusi.

Karena itu, pertanyaan yang lebih menarik bukan:

“Bagaimana supaya saya lebih lentur?”

Tetapi:

“Apa yang sebenarnya membatasi reach saya?”

Mungkin mobilitas pinggul terbatas.
Mungkin kontribusi pelvis kurang optimal.
Mungkin tubuh lebih banyak menggunakan tulang belakang.
Mungkin hamstring membatasi posisi.
Atau mungkin kapasitasnya sebenarnya cukup, tetapi strategi geraknya belum efisien.

Di sinilah fisioterapi seharusnya tidak berhenti pada stretching.

Kita mengamati gerakan → mencari faktor yang membatasi → membangun kapasitas → melatih task → lalu melakukan reassessment.

Karena tujuan akhirnya bukan sekadar menjadi lebih lentur.

Tujuannya adalah mampu bergerak ketika tubuh memang membutuhkannya.

Stroke mengubah banyak hal. Kadang, yang paling sering terlewat justru adalah tidur.Kita sering berbicara tentang berjal...
25/08/2026

Stroke mengubah banyak hal. Kadang, yang paling sering terlewat justru adalah tidur.

Kita sering berbicara tentang berjalan, kekuatan otot, keseimbangan, atau kemampuan menggunakan tangan setelah stroke.

Tetapi ada satu bagian kehidupan yang berlangsung hampir sepertiga hari kita: tidur.

Bagi sebagian penyintas stroke, malam tidak selalu menjadi waktu pemulihan yang utuh. Ada yang sulit tidur, sering terbangun, atau bangun terlalu dini. Akibatnya, pagi hari terasa berbeda—aktivitas sederhana, latihan, hingga partisipasi dalam kehidupan sehari-hari dapat terasa lebih berat.

Yang penting untuk dipahami adalah: gangguan tidur bukan sekadar keluhan malam hari. Tidur, bangun, dan bagaimana seseorang berfungsi keesokan harinya merupakan bagian dari gambaran rehabilitasi yang utuh.

Karena itu, ketika menilai pemulihan setelah stroke, pertanyaannya tidak berhenti pada:

“Bagaimana Anda berjalan hari ini?”

Tetapi juga:

“Bagaimana Anda tidur tadi malam?”

Dua pertanyaan itu sama-sama berbicara tentang manusia yang sedang menjalani hidupnya.

Simpan postingan ini jika Anda sedang mempelajari rehabilitasi stroke, dan bagikan kepada keluarga atau tenaga kesehatan yang mendampingi penyintas stroke.

Nyeri dan Kecemasan: Ketika Gerak Mulai BerubahNyeri tidak selalu datang sendirian.Ketika nyeri muncul, seseorang bisa m...
24/08/2026

Nyeri dan Kecemasan: Ketika Gerak Mulai Berubah

Nyeri tidak selalu datang sendirian.

Ketika nyeri muncul, seseorang bisa mulai bertanya:

“Masih sakit?”
“Kalau bergerak, apakah akan bertambah sakit?”

Perhatian terhadap tubuh meningkat. Gerakan menjadi lebih hati-hati. Aktivitas mulai dikurangi.

Bukan berarti nyerinya hanya ada di kepala.

Nyeri adalah pengalaman yang kompleks. Kecemasan, pengalaman sebelumnya, perilaku, dan konteks kehidupan dapat ikut memengaruhi bagaimana seseorang mengalami dan merespons nyeri.

Kemudian sebuah lingkaran dapat terbentuk:

Nyeri → khawatir → lebih waspada → gerak berubah → aktivitas berkurang.

Yang menarik, ketika aktivitas semakin sedikit, kesempatan untuk mengalami gerakan kembali juga ikut berkurang.

Karena itu, ketika menangani seseorang dengan nyeri, fisioterapis perlu melihat lebih dari sekadar lokasi yang sakit.

Bagaimana ia bergerak?
Apa yang mulai dihindari?
Apa yang ditakuti?
Apa yang ingin kembali dilakukan?

Tujuannya bukan memaksa seseorang bergerak lebih banyak.

Tetapi membantu seseorang menemukan kembali gerakan dan aktivitas yang bermakna secara bertahap, sesuai kapasitasnya.

Karena pada akhirnya, yang perlu dipulihkan bukan hanya kemampuan bergerak.

Tetapi juga kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan.

Kanker bukan hanya tentang melawan penyakit. Bagi banyak orang, perjuangan sebenarnya dimulai saat kembali menjalani hid...
30/07/2026

Kanker bukan hanya tentang melawan penyakit. Bagi banyak orang, perjuangan sebenarnya dimulai saat kembali menjalani hidup sehari-hari.

Bangun dari tempat tidur, berjalan ke teras, mengangkat tangan, atau sekadar bernapas lebih lega bisa menjadi pencapaian yang luar biasa.

Kabar baiknya, tubuh tetap memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Dengan aktivitas fisik dan latihan yang tepat sesuai kondisi, banyak penyintas kanker dapat mengurangi kelelahan, mempertahankan kekuatan, dan kembali melakukan hal-hal yang bermakna dalam hidupnya.

Semoga karosel ini bisa menjadi teman bagi Anda, keluarga, atau siapa pun yang sedang menjalani perjalanan melawan kanker. 🤍

---

Halo, saya Fisio Wahyu đź‘‹
Fisioterapi di Trenggalek tanpa antre, nyaman & personal, hanya untuk kamu yang spesial!

📲 WhatsApp: 0812-4948-0114

📍 Praktik Fisioterapi
Perumahan Persada Jwalita Permai Blok E No. 9, Pogalan, Trenggalek
https://maps.app.goo.gl/ByeH4cvdLcDcxErK6

Pak A, warga salah satu desa di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, awalnya sering merasakan nyeri pinggang saat bekerja, ber...
20/01/2026

Pak A, warga salah satu desa di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, awalnya sering merasakan nyeri pinggang saat bekerja, berlari ringan, atau duduk terlalu lama. Jika dipaksakan, nyeri cepat meningkat, tetapi akan berkurang setelah berhenti sejenak atau mengubah posisi. Pola ini sering dialami banyak orang, terutama yang aktivitasnya berulang dan jarang memberi jeda pada tubuh.

Dari cara ia bergerak, terlihat bahwa pinggangnya bekerja terlalu keras tanpa dukungan gerak yang cukup. Karena itu, pendampingan tidak langsung menambah aktivitas, tetapi dimulai dengan mengatur ulang cara berdiri, duduk, dan berpindah posisi agar beban tidak menumpuk di satu titik. Gerak dibimbing pelan, disesuaikan dengan rasa nyaman, lalu ditingkatkan saat tubuh menunjukkan tanda siap. Hasilnya terasa dalam keseharian: jarak jalan bertambah, duduk lama tidak lagi membuat pinggang cepat “mengunci”, wudhu bisa dilakukan tanpa ragu, dan naik motor tidak perlu sering berhenti karena nyeri.

Masih ada posisi tertentu, seperti duduk bersila, yang perlu adaptasi lebih lanjut. Namun perubahan ini menunjukkan bahwa saat cara bergerak diperbaiki dan tubuh diberi kesempatan beradaptasi, fungsi sehari-hari bisa kembali lebih ringan. Proses nyeri pinggang yang dijalani Pak A melalui fisioterapi di Trenggalek berjalan bertahap dan realistis, mengikuti kondisi tubuhnya, bukan dipaksakan.

Banyak yang mengira bahwa setelah operasi pasang pen pada patah tulang paha, urusan otomatis selesai. Padahal bagi Dek R...
15/01/2026

Banyak yang mengira bahwa setelah operasi pasang pen pada patah tulang paha, urusan otomatis selesai. Padahal bagi Dek R, remaja 14 tahun asal Ngantru, Kauman, operasi di Solo hanyalah awal perjuangan panjang. Setelah dua kali naik meja operasi karena proses penyambungan tulang yang lambat, tantangan sesungguhnya adalah mengembalikan pola jalan yang sudah pincang dan penuh rasa trauma.

​Perlu dipahami bahwa tulang yang tersambung besi tidak otomatis membuat kita bisa berjalan tegak. Saraf dan otot cenderung "lupa" cara menumpu beban dengan seimbang. Di sinilah fisioterapi masuk untuk melatih kembali kemampuan sensorik tubuh atau proprioseptif. Kami melatih Dek R mengontrol postur panggul agar tidak miring, serta memberikan beban tumpuan secara bertahap dan terukur.

​Melalui kombinasi latihan di klinik dan program di rumah, Dek R kini mulai belajar melepas kruk satu per satu secara aman. Kami percaya, operasi memang bertugas menyambung tulang, namun fisioterapilah yang melatih fungsinya agar ia bisa kembali melangkah dengan gagah tanpa rasa sakit.

15/01/2026

Beberapa hari lalu, saya berkunjung ke rumah Mbah S di Kranding, Tamaman. Keluarga menghubungi saya karena Mbah S sulit dibawa keluar rumah. Selain sedang berjuang pulih dari stroke, beliau juga ada keluhan nyeri lutut yang sudah lama.

​Mbah S cerita kalau beliau susah tidur karena tangan dan kakinya sering nyeri. Jangankan berjalan, untuk duduk di tepi tempat tidur saja badannya rasanya seperti mau jatuh ke belakang. Rasanya pasti was-was kalau tubuh sendiri sudah tidak sinkron.

​Karena nyerinya mengganggu, saya tidak langsung mengajak latihan berat. Saya pasang dulu alat TENS (terapi listrik) di bahu dan lututnya supaya nyerinya reda. Ini penting, karena kalau badan sakit, latihan malah jadi tidak maksimal.

​Selama 30 menit, kami fokus latihan satu-lawan-satu. Saya bantu arahkan panggul dan kepalanya supaya bisa duduk tegak dan stabil. Kami juga latihan gerak tangan kiri lewat gerakan "genggaman doa". Meski sedikit capek, di akhir sesi Mbah S terlihat lebih tenang.

​Sebelum pulang, saya titip pesan ke keluarga untuk bantu Mbah S latihan duduk rutin setiap hari. Pemulihan stroke memang butuh kesabaran, tapi dengan cara yang benar dan alat yang tepat, setiap langkah kecil sangat berarti.

​Senang bisa bantu warga di pelosok Trenggalek tanpa mereka harus repot antre. Sehat-sehat nggih, Mbah S!

https://maps.app.goo.gl/ne6TYb6JMm932QHi7

Pasca operasi patah tulang, masalah bukan hanya otot lemas atau sendi kaku. Pola jalan Anda sering berubah karena otak m...
19/12/2025

Pasca operasi patah tulang, masalah bukan hanya otot lemas atau sendi kaku. Pola jalan Anda sering berubah karena otak merekam "memori nyeri", sehingga tubuh otomatis berjalan pincang untuk melindungi area cedera. Selain itu, sensor keseimbangan (propriosepsi) sering rusak akibat trauma. Jika pola jalan salah ini dibiarkan, akan muncul nyeri kompensasi di punggung dan lutut sehat. Pemulihan sejati bukan sekadar tulang menyambung, tapi melatih ulang otak agar langkah kembali simetris.

Apakah Anda ingin saya buatkan daftar latihan sederhana di rumah untuk melatih keseimbangan pasca operasi?

Address

Persada Jwalita
Trenggalek

Opening Hours

Monday 05:30 - 06:30
16:00 - 17:00
Tuesday 05:30 - 06:30
16:00 - 17:00
Wednesday 05:30 - 06:30
16:00 - 17:00
Thursday 05:30 - 06:30
16:00 - 17:00
Friday 05:30 - 06:30
16:00 - 17:00
Saturday 05:30 - 06:30
16:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Praktek Fisioterapi : Wahyu Kurniawan,Ftr posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Praktek Fisioterapi : Wahyu Kurniawan,Ftr:

Shortcuts

Share