21/08/2026
TAZKIRAH TINTA RAWATAN
“Mengapa Aku Diuji?”
Apabila penyakit datang, hati manusia mudah bertanya:
“Mengapa aku diuji?”
“Mengapa isteriku yang diuji?”
“Mengapa suamiku yang sakit?”
“Mengapa anak yang aku sayangi diuji dengan kanser?”
“Mengapa keluargaku, Ya Allah?”
Menangislah jika hati terasa berat. Namun jangan biarkan persoalan “mengapa” menjauhkan kita daripada Allah.
Boleh jadi sebelum sakit, doa kita hanya sekali-sekala. Apabila diuji, tangan tidak pernah jemu menadah. Dahulu al-Quran jarang dibuka, kini ayat-ayat Allah menjadi teman. Dahulu tahajud terasa berat, kini malam menjadi tempat kita menangis dan mengadu kepada-Nya.
Maka ubahlah pertanyaan:
“Mengapa aku diuji?”
menjadi doa:
“Ya Allah, kuatkanlah aku menghadapi ujian ini. Jika isteriku yang sakit, kuatkanlah kami. Jika suamiku yang sakit, teguhkanlah hati kami. Jika anakku yang diuji, berikanlah kami kesabaran menjaganya. Dan jika penyakit ini berat, termasuk kanser dan penyakit-penyakit lain, bukakanlah jalan rawatan dan kurniakanlah kesembuhan dengan izin-Mu.”
Teruskan rawatan, jangan tinggalkan nasihat doktor, teruskan berdoa dan berikhtiar. Kita tidak tahu melalui jalan yang mana Allah akan menghadirkan kesembuhan.
Ingatlah, ujian bukan bererti Allah meninggalkan kita. Kadang-kadang melalui ujianlah seorang hamba belajar mengenal Allah dengan lebih dekat daripada sebelumnya.
“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(Surah Al-Anfal: 46)
🤲 Ya Allah, sembuhkanlah mereka yang sedang sakit, kuatkan keluarga yang sedang menjaga, dan jangan Engkau biarkan ujian ini berlalu melainkan membawa mereka semakin dekat kepada-Mu. Aamiin.